Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Besok, Festival Bambu Internasional di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) akan dibuka langsung Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, atau yang lebih akrab dipanggil Nunik.
Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari Jumat-Sabtu-Minggu (6-8 November) dipusatkan di Uluan Nughik, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah pada Jumat 6 November akan dimulai pembukaan sekitar pukul 07.15 WIB pagi, dan hanya akan dihadiri sekitar 193 orang peserta dan tamu undangan guna menerapkan protokol kesehatan.
\”Besok yang akan membuka secara langsung yakni ibu wakil gubernur. Sementara tamu undangan dari Kemendikbud hanya diwakili, sementara duta-duta besar yang kami undang dipastikan batal hadir dalam kegiatan ini,\” kata Sekretaris Panitia Festival Bambu Internasional, Semi Ikra Anggara, diamini Direktur Festival, Abdul Shalim, kepada jajaran pengurus PWI di lokasi acara, Kamis sore (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menjelaskan, pada sesi acara pembukaan festival, panitia sangat membatasi jumlah orang yang mengikuti kegiatan tersebut, akan tetapi pihaknya mengaku telah menyiapkan siaran langsung saat acara tersebut berlangsung melalui streaming, sehingga masyarakat bisa secara langsung mengikuti kegiatan tersebut secara daring (online).
\”Undangan dan peserta tidak lebih dari 200 orang saat acara pembukaan berlangsung, jika ada masyarakat di luar tamu undangan yang ingin masuk nanti panitia akan mempertimbangkan, dengan melihat kondisi lokasi acara, jika ternyata penuh karena kita terapkan physical distancing maka tamu tersebut kita tahan di luar dan bisa masuk setelah acara selesai. Nanti ada petugas yang menjaga pintu-pintu masuk,\” jelasnya.
Diketahui, Tubaba International Bamboo Festival (TIBF) merupakan gelaran yang menjadikan bambu sebagai pokok bahasan (subject matter). Di dalamnya didistribusikan pengetahuan bambu dengan spektrum yang luas: arsitektur, seni kriya, seni pertunjukan, kuliner dan pengetahuan tradisional.
Festival ini memiliki sejumlah agenda, yaitu penerbitan buku, pameran, workshop, seni pertunjukan, penanaman pohon bambu, dan permainan rakyat. Diselenggarakan oleh Sekolah Seni Tubaba dengan dukungan dari Kemendikbud, Pemda, Festival ini dikuratori oleh Gede Kresna.
Penerbitan buku “Menjaga Bambu Nusantara dari Tubaba” ditulis oleh 13 pegiat bambu dari berbagai latar belakang, akademisi, arsitek, pelaku industri bambu, pegiat kriya dan seniman pertunjukan. Yakni, Prof. Elizabeth Wijaya (akademisi), Muqodas Syuhada (arsitek), Undagi Jatnika Nagamiharja (praktisi), Eko Prawoto (arsitek), Singgih Susilo Kartono (praktisi),Gede Kresna (arsitek), Lawe Samagaha (seni pertunjukan), Studio Dapur (kriya) dan Putra Dharmalko Tumangke Maxy (arsitek) dan Gede Kresna.
Festival ini setiap hari akan menampilkan seni pertunjukan, pada malam penutupan kelompok musik senyawa, sebuah kelompok musik eksperimental dari Yogyakarta, yang dikenal dengan penggunaan instrumen bambu akan menjadi penutup seluruh rangkaian acara. Kelompok lain adalah Pringlaras (Pringsewu), Orkes Bada Isya (Bandarlampung), Ijotafara (Tubaba), Voice of Culture (Tubaba) Sanggar Pakem Anak Rawa (Tubaba), Sanggar Buntara Budaya (Tubaba), Q-Plus (Tubaba), Gadis Senja (Tubaba) dan Pertunjukan Sirkus Api oleh Vian dan Anastasya (Tubaba-Makassar). (Arie/len)








