oleh

Warga Kemiling Permai Mengeluh Akses Jalan Umum Dipersempit

Bandarlampung (Netizenku.com): Warga Jalan Way Limus Blok V RT 09, Kelurahan Kemiling Permai, Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung, mengeluhkan akan akses jalan yang dipersempit.

Bahkan, Jalan Way Limus dengan kondisi masih tanah, lantaran diuruk, jadi licin dan menimbulkan genangan air, sehingga rawan akan kecelakaan lalulintas.

Salah satu warga setempat, yang enggan namanya disebutkan, mengeluhkan jalan sempit yang semula berukuran sekitar 4 meter.

Jalan itu merupakan hibah dari M Sono pemilik tanah sebelumnya yang diperuntukkan sebagai akses jalan.

Belakangan Iyan, Ketua RT setempat mengaku tanah tersebut miliknya dan ingin membangun, namun diduga mengambil akses jalan, akibatnya jalan jadi sempit.

Baca Juga  Pojok Baca Digital Bandarlampung Koleksi 3.000 Buku Digital

“Orang-orang di kampung ini tahu semua, kalau jalan hibah Pak M. Sono untuk jalan 4 mater, tapi Pak RT Iyan ini diduga mengambil hak jalan, jalan sempit dong, bukan hanya itu, jalan yang memang tanah sejak digali dia, kalau hujan turun jadi becek, licin, khawatir kalau hujan kendaraan tergelincir, kan bahaya,” ujar warga, yang mewanti namanya tak disebutkan, Jum’at (3/12).

Dijelaskannya, memang tanah RT Iyan berdampingan dengn akses jalan. Dan semenjak tanah dikeruk, akses jalan kendaraan harus memutar.

“Dulu jalan jadi akses lalu-lalang, semenjak dikeruk, orang enggak mau lewat situ, apalagi kalau hujan, enggak bisa jalan lewat karena berlubang, takut jatuh,” kata dia.

Baca Juga  Wisata Sumur Putri Terus Didongkrak

Persoalan tersebut juga, lanjut dia, sudah dibicarakan juragan/pemilik tanah awal, dan sudah dihibahkan untuk jalan umum.

“Hal ini jelas sudah mengganggu ketertiban umum, karena akses jalan warga. Memang di lokasi tersebut ada tanah dia, namun ini jelas mengganggu warga,” ujar warga.

Sementara, Iyan pemilik lahan yang juga Ketua RT 09 Kelurahan Kemiling Permai, Kecamatan Kemiling mengatakan jika tanah tersebut miliknya dan jelas patoknya pun sudah ada sejak dahulu.

“Ini tanah punya saya lho pak, lucu lah kalau tanah saya mau saya apa kan harus musyawarah dengan warga. Itu memang mau saya bangun, makanya ada tanah, dan nantinya itu saya pondasi kok dan saya nggak mengambil hak jalan. Dosa pak kalau ngantuk tanah, pertanggungjawaban di akhiratnya nanti,” kata Iyan.

Baca Juga  Pemkot Bandarlampung Vaksinasi 12.088 Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Persoalan tanah tersebut, terus Iyan, sudah pernah ada pihak Babinsa mendatangi dia dan diakui bahwa tanah tersebut miliknya.

“Babinsa sudah pernah lihat pak, kalau bapak mau jelas silahkan lihat sendiri di sini, karena memang ini tanah saya. Saya kerja manual kalau pake alat mungkin cepat, saya kalau ada rezeki nanti cepat saya pondasi,” tandasnya. (Rls)