Pupuk Subsidi Mandek di Lampung Tengah, Miswan Rody Endus Permainan Kotor Oknum

Tauriq Attala Gibran

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aroma tak sedap kembali menyeruak dari rantai distribusi pupuk subsidi di Kabupaten Lampung Tengah. Kali ini, dugaan permainan lapangan mencuat di wilayah Bumi Aji, Kecamatan Anak Tuha.

Lampung (Netizenku.com): Anggota DPRD Provinsi Lampung, Miswan Rody, bereaksi keras. Ia menerima laporan bahwa petani tak kunjung menerima pupuk, meski proses penebusan sudah dilakukan sejak bulan lalu.

Kondisi ini dinilai bukan sekadar kendala teknis biasa. Miswan menegaskan bahwa masalah ini sangat serius karena menyangkut nasib produksi pangan.

Baca Juga  Pangdam XXI/RI Tinjau Pembangunan KDKMP di Lampung Barat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Petani sudah menebus, tapi barangnya tidak ada. Ini kelalaian serius. Jangan-jangan ada yang sengaja menahan distribusi,” tegas Miswan pada, Rabu (6/5/2026).

Keresahan petani kini memuncak. Apalagi, musim tanam terus berjalan tanpa kepastian pasokan pupuk yang menjadi hak mereka.

Tak hanya soal keterlambatan, Miswan juga mengungkap indikasi praktik monopoli dalam proses pengangkutan. Ada dugaan kuat bahwa jalur distribusi dikendalikan oleh oknum tertentu.

Baca Juga  DPRD Lampung Tekankan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Utama Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

“Saya dapat informasi ada oknum yang menguasai angkutan pupuk ini. Distribusi pupuk subsidi itu bukan lahan bisnis pribadi,” ujar Ketua NasDem Lampung Tengah tersebut.

Miswan memperingatkan semua pihak, mulai dari distributor hingga dinas terkait, untuk segera membenahi alur distribusi. Jika tidak ada solusi cepat, ia meminta aparat penegak hukum (APH) segera bertindak.

Baca Juga  DPRD Lampung Dorong PAD Sektor Pertanian

Menurutnya, praktik transaksional ini merusak kepercayaan publik terhadap program subsidi pemerintah. Transparansi kuota dan rantai pasok menjadi harga mati.

“Jangan main-main dengan hak petani. Kalau ada yang coba ambil keuntungan, saya pastikan akan saya bongkar sampai tuntas,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak distributor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab mandeknya pupuk di Bumi Aji. (*)

Berita Terkait

BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT
Atap Rapuh, Mimpi Anak Way Kanan Tak Boleh Runtuh
Gubernur Lampung Ikuti Upacara Detik Detik Proklamasi Secara Virtual
Gubernur Lampung, Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat melalui Pembangunan yang Nyata
Pengusaha Jambi Laporkan Dugaan Penipuan Proyek Fiktif Rp465 Juta ke Polda Lampung
Konflik PT BSA Memanas, Wahrul Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan
Putra Jaya Umar, Antara Kebun, Petani, dan Tanggung Jawab Sebagai Wakil Rakyat
Pulung Kencana Berseru, Putra Jaya Umar Siap Kawal Jalan hingga Sumur Bor

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Pemkot Perkuat Tata Kelola Program

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:19 WIB

1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WIB

292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:26 WIB

PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Kodam XXI/Radin Inten Genap Satu Tahun

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Solar Tumpah, Jalan Saleh Raja Kusuma Licin

Berita Terbaru

Lampung

BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:23 WIB

Lampung

Atap Rapuh, Mimpi Anak Way Kanan Tak Boleh Runtuh

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:38 WIB