Perahu Dagang Lampung Mengembang Layar, Catat Surplus di Perdagangan Global

Ilwadi Perkasa

Senin, 3 November 2025 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdagangan luar negeri Lampung kembali memberi kabar menggembirakan. Pada September 2025, nilai ekspor daerah ini menembus US$544,95 juta, sementara impor tercatat US$117,27 juta. Dengan demikian, neraca perdagangan Lampung mencatat surplus besar sebesar US$427,68 juta.  Surplus ini ibarat layar yang mengembang, menangkap angin keberuntungan di samudra ekonomi global.

Angka surplus ini bukan sekadar hasil perhitungan devisa, tetapi cerminan daya tahan ekonomi Lampung di tengah gelombang ketidakpastian dunia. Dari Pelabuhan Panjang hingga ladang-ladang kopi di Liwa, denyut ekonomi Lampung terasa serempak. Komoditas andalan seperti minyak nabati, kopi, dan produk olahan pertanian menjadi arus utama ekspor, mengalir melampaui batas geografis dan mengukuhkan posisi Lampung sebagai salah satu pintu ekspor penting di Sumatera.

Baca Juga  Gubernur Lampung Dukung FGD Nasional Jalan Tol Digelar di Lampung

Sementara itu, nilai impor yang relatif rendah menunjukkan efisiensi struktur ekonomi daerah. Bukan semata karena pembatasan, melainkan karena semakin banyak kebutuhan industri yang bisa dipenuhi dari dalam negeri. Ibarat kapal yang mulai membawa muatan dari dermaganya sendiri, Lampung menunjukkan tanda-tanda kemandirian yang semakin nyata.

Namun, angin baik juga butuh kemudi. Surplus besar ini akan lebih bermakna bila diiringi penguatan industri hilir, agar Lampung tidak sekadar mengekspor hasil bumi mentah, tetapi juga nilai tambah dari kerja dan inovasi warganya. Hilirisasi bukan hanya jargon, melainkan cara agar setiap butir kopi, setiap tetes minyak, membawa kisah kemakmuran yang lebih panjang.

Baca Juga  RSUD Abdul Moeloek Apresiasi Kritik Relawan untuk Perbaikan Pelayanan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Surplus perdagangan Lampung menjadi penanda bahwa ekonomi daerah tak lagi terombang-ambing di perairan global, melainkan mulai mengatur arah layar sendiri. Bila momentum ini dijaga, Lampung bukan hanya akan dikenal sebagai lumbung ekspor, tetapi juga sebagai daerah yang pandai membaca angin dan berlayar dengan percaya diri menuju masa depan yang lebih makmur.***

Baca Juga  Dugaan Pengeroyokan dan Pembakaran Motor di Lampung Tengah Dilaporkan ke Polda Lampung

 

 

Berita Terkait

Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer
Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung
Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota
Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung
BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026
IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur
Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Mikdar Apresiasi Kinerja Gubernur
Gubernur Mirza Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Berbasis Desa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB