Panggil Manajemen RSUD Abdul Moeloek, Pj Gubernur Tekankan Perbaiki Komunikasi hingga Evaluasi SDM

Eva Setiani

Senin, 22 Juli 2024 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Bandar Lampung, (Netizenku.com)Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin telah memanggil Manajemen RSUD Abdul Moeloek belum lama ini membahas mengenai persoalan maraknya pemberitaan pelayanan RSUD Abdul Moeloek yang dinilai buruk.

Menurut Samsudin, perlu dilakukan peningkatan pelayanan RSUD Abdul Moeloek kepada masyarakat. Salah satunya mengenai masalah komunikasi.

Menurut Samsudin, perbaikan komunikasi pada pasien perlu dilakukan oleh SDM di RSUD Abdul Moeloek. Tak hanya itu, evaluasi terhadap SDM juga diperlukan agar dapat dilakukan pergantian secara berkala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Serta perlunya perbaikan etika dalam melayani pasien,” ujar Samsudin dalam keterangannya, Senin 22 Juli 2024.

Samsudin mengatakan masa tugasnya sebagai Penjabat Gubernur Lampung hanya sampai Februari 2025. Karenanya, Samsudin ingin selalu dekat bersama seluruh Civitas Hospitalia RSUDAM.

“Kita menyiapkan Rumah Sakit Abdul Moeloek menjadi Rumah Sakit yang membanggakan bagi masyarakat di Provinsi Lampung. Di waktu yang singkat ini, Saya ingin mengabdi dan berkarya di Provinsi Lampung,” lanjut Samsudin.

Sebelumnya, Pj Gubernur Lampung Samsudin juga mengatakan siap melakukan evaluasi pelayanan di RSUD Abdul Moeloek usai ramainya pemberitaan mengenai pelayanan yang buruk dialami keluarga pasien.

Hal ini disampaikan Samsudin pada Selasa, 16 Juli 2024.

“Kalau memang ada yang tidak baik terutama dalam pelayanan dan hal sdm ya mau tidak mau harus dilakukan evaluasi. Kita akan evaluasi,” ungkap Samsudin.

Ya pelayanan di rumah sakit rujukan utama di Provinsi Lampung itu memang banyak dikeluhkan masyarakat. Baik itu keluarga pasien ataupun pasien sendiri.

Belum lama, kekecewaan akan pelayanan di RSUD Abdul Moeloek ini dialami seorang TNI yang tengah menjaga sang istri untuk melakukan operasi di RSUD Abdul Moeloek.

Senin, 15 Juli 2024 juga, Direktur RSUD Abdul Moeloek, Lukman Pura dan jajaran memenuhi panggilan Komisi V DPRD Provinsi Lampung.

Usai melakukan rapat dengar pendapat (RDP), Lukman menyatakan permohonan maafnya kepada awak media atas kurang baiknya pelayanan di RSUD Abdul Moeloek.

Lukman mengatakan kejadian ini menjadi koreksi bagi RSUD Abdul Moeloek. Terlebih masalah yang saat ini menjadi temuan menang diakuinya sebagai fenomena gunung es.

“Ya memang kebanyakan masalah itu, sesungguhnya tidak bermasalah medis. Tapi itu fenomena gunung es, sehingga menjadi titik sentral kita untuk diperbaiki,” kata Lukman, Senin 15 Juli 2024.

Lukman mengatakan masalah yang muncul sebelumnya merupakan permasalahan komunikasi. Meskipun demikian, pihaknya enggan menganggap masalah ini sebagai masalah remeh.

“Bahwa kedepan kita berkomitmen untuk diperbaiki. Karena kita juga berkewajiban untuk terus mewujudkan semua ekspektasi masyarakat,” katanya.

Meskipun diakuinya masih belum dapat ditangani semuanya, karena Lukman mengatakan proses saat ini masih berlangsung.

“Namanya juga proses yang terus berlangsung, ada barang-barang dipakai, karena banyak yang datang. Kemudian beban kerja perawat, mungkin komunikasi lagi marah atau belum makan dan sebagainya. Sehingga diterima pasien dan sejawatnya sesuatu yang agak kasar,” katanya.

Sehingga Lukman berjanji akan melakukan penataan secara internal. Meskipun ia tak mengungkapkan akan memenuhi seluruh ekspektasi pasien, namun ia janji akan berbenah.

“Ya kita akan lakukan pembinaan internal. Selain itu juga kalau mau dihitung pegawai kita ini sekitar 1500 orang, dengan utama dan penunjang. Pasti kondisinya berbeda-beda. Tapi kan harus ada standar yang harus dijalankan. Jadi mohon dukungan,” lanjutnya.

Lukman juga mengucapkan maaf dan meminta untuk tak menghujat RSUD Abdul Moeloek karena pihaknya terus menargetkan RSUD Abdul Moeloek menjadi World Class Hospital.

“Saya minta maaf dan kita akan terus perbaiki agar lebih baik. Ini RS adalah RS kita, jangan hujat menghujat, nanti masyarakat akan rugi. Kita terus berkomitmen membangun, kan ada proses. Abul moeloek itu menjadi world class hospital, (RS kelas dunia), tapi kan perlu proses. Gak tau akan berapa tahun mendatang,” tutupnya.

Berita Terkait

Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun
Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
BPBD Padamkan Kebakaran TPA Bakung Teluk Betung Barat
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026
Tubaba Gandeng ATR/BPN Integrasikan Data Pertanahan, Bidik Optimalisasi PAD

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 20:38 WIB

Mikdar Ilyas: Kepuasan Publik 81 Persen terhadap Mirza Sejalan dengan Kinerja Pemerintahan

Jumat, 18 September 2026 - 20:36 WIB

Elly Wahyuni Nilai Kebijakan Pendidikan Ringankan Beban Masyarakat Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 20:26 WIB

Mahasiswa Lampung Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur hingga Usut Tambang Ilegal

Jumat, 18 September 2026 - 20:18 WIB

51 Sekolah di Lampung Terkonfirmasi Tolak Program MBG

Jumat, 18 September 2026 - 13:51 WIB

Survei Rakata: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Mirza-Jihan di Atas 80 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 11:48 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Kementerian PKP Percepat Penanganan RTLH

Jumat, 18 September 2026 - 11:45 WIB

HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Budaya Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Kamis, 17 September 2026 - 20:44 WIB

405 ASN Pemprov Lampung Dilantik, Gen Z Didorong Jadi Energi Baru Birokrasi

Berita Terbaru

Lampung

51 Sekolah di Lampung Terkonfirmasi Tolak Program MBG

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:18 WIB