Masif, Bulog Serap 51 Ribu Ton Beras Petani Lokal

Redaksi

Rabu, 23 Oktober 2019 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Sesuai dengan Perpres  No 48 Tahun 2016, Perum Bulog menjalankan penugasan dari pemerintah dalam rangka ketahanan pangan nasional., meliputi ketersediaan, keterjangkauan dan stabilisasi harga.

Menjalankan penugasan dalam rangka ketersediaan, di tahun 2019 Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung telah melaksanakan penyerapan hasil petani lokal sesuai dengan Inpres No 5 Tahun 2015 sebanyak 51.198 ton beras atau 50,15% (per tanggal 22 Oktober 2019) dari target penyerapan yang ditetapkan sebesar 102.079 ton.

“Saat ini Bulog masih terus melaksanakan pengadaan selama masih terdapat panen. Lampung sebagai salah satu daerah penyangga stok beras di Sumatera, melalui Bulog telah melakukan pemerataan stok melalui move ke berbagai daerah antara lain, Sumatera Barat, Jambi, Riau dan Bengkulu,” ujar Regional CEO Perum Bulog Wilayah Lampung, Faisal, Rabu (23/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang tahun 2019 ini Perum Bulog melanjutkan pelaksanaan kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) sesuai dengan Surat Menteri Perdagangan nomor 718/M-DAG/SD/7/2019 tanggal 8 Juli 2019.

Menghadapi akhir tahun dengan ritme kenaikan harga, Perum BULOG Kantor Wilayah Lampung telah siap dengan ketahanan stok yang aman untuk 1 tahun lebih, tersebar di 12 (duabelas) gudang milik Bulog yang dapat menjangkau 15 Kota/Kabupaten se-Lampung.

“Melaksanakan intervensi pasar dengan memenuhi stok beras melalui kegiatan KPSH, yang telah mencapai angka 17.651 ton beras. Dibandingkan dengan tahun 2018, capaian KPSH di tanggal 22 Oktober 2019 tersebut meningkat 17,24% dari total KPSH di tahun 2018 sebesar 15.056 ton beras,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi dari BPS di High Level Meeting TPID di Bank Indonesia, di bulan Agustus dan September 2019 komoditi beras berhasil tertahan dan tergolong stabil. Harga beras yang stabil juga merupakan hasil dari kegiatan KPSH yang secara massive dilaksanakan oleh Bulog bekerjasama dengan Pemda dan Satgas Pangan secara terus menerus, serta melalui berbagai saluran mulai dari Distributor, pedagang di pasar, TPK, RPK ataupun langsung ke masyarakat sebagai konsumen akhir. (Leni)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah
Hotel Lampung Ramai Lagi, Tapi Tamu Cuma Singgah Sebentar

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:39 WIB

HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Pemuda Panca Marga Raih Penghargaan di Momen Menuju Indonesia Emas

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sidang Paripurna HUT Bandar Lampung Diwarnai Aksi Molor Anggota Dewan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

HUT Bandar Lampung ke-344, Wali Kota Eva Dwiana Minta Pemuda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:04 WIB

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

Selasa, 28 April 2026 - 18:08 WIB

Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Jumat, 24 April 2026 - 19:40 WIB

Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Selasa, 21 April 2026 - 13:20 WIB

3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Senin, 22 Desember 2025 - 14:24 WIB

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab

Berita Terbaru

Pringsewu

Kemendagri Dukung Pengembangan Mocaf di Pringsewu

Rabu, 17 Jun 2026 - 23:37 WIB