Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah

Ilwadi Perkasa

Minggu, 21 Desember 2025 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah. (Ilustrasi: Iwa)

Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah. (Ilustrasi: Iwa)

Lampung menutup 2025 dengan satu paradoks yang jujur, ekonomi bergerak cepat, tetapi hasilnya belum sepenuhnya berbuah bagi semua. Angka pertumbuhan menanjak, grafik tampak meyakinkan, dan Lampung bahkan melampaui rata-rata Sumatera. Namun di balik statistik yang rapi, pertanyaan yang lebih mendasar justru mengemuka, “Seberapa jauh pertumbuhan itu benar-benar tinggal di dapur rumah tangga, petani, dan pelaku UMKM?”

Pada Triwulan III 2025, ekonomi Lampung tumbuh 5,04 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian ini menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera, melampaui rata-rata Sumatera yang berada di kisaran 4,90 persen dan sejalan dengan tren nasional. Sejak awal tahun, sinyal akselerasi sudah terlihat. Triwulan I 2025 bahkan mencatat pertumbuhan 5,47 persen, tertinggi di Sumatra. Secara makro, Lampung jelas tidak berjalan di tempat. Ia bergerak, bahkan bergerak cukup cepat.

Struktur ekonomi Lampung masih ditopang kuat oleh sektor-sektor tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung daerah. Pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang sekitar 28,38 persen terhadap PDRB. Industri pengolahan menyusul dengan kontribusi 19,44 persen, sementara perdagangan berada di kisaran 13,91 persen. Di tingkat akar rumput, Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2025 tercatat 132,07, mengindikasi bahwa produktivitas dan daya beli petani relatif terjaga. Konsumsi rumah tangga pun tetap menjadi penopang utama pertumbuhan, menjadi bantalan stabilitas di tengah fluktuasi sektor lain.

Baca Juga  Pemprov Lampung Perkuat SAKIP dan Zona Integritas 2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dibandingkan 2024 yang tumbuh 4,57 persen, laju ekonomi 2025 menunjukkan percepatan yang nyata. Lampung bukan hanya berada di atas rata-rata Sumatera, tetapi juga mampu menjaga irama dengan pertumbuhan nasional di kisaran lima persen. Namun justru di titik inilah refleksi perlu diperdalam. Pertumbuhan yang tinggi tidak otomatis berarti kesejahteraan yang merata. Struktur ekonomi Lampung masih menghadapi persoalan klasik, yakni hilirisasi yang tertahan, ekspor komoditas yang rentan terhadap gejolak harga global, dan nilai tambah yang lebih sering dinikmati di luar daerah.

Baca Juga  Edukasi Siswa Makassar, Elnusa Petrofin Sosialisasikan Bahaya Blind Spot Mobil Tangki

Lampung, dalam metafora yang paling sederhana, adalah pohon ekonomi yang berbuah lebat. Produksi agrikultur kuat, hasil perkebunan melimpah, perikanan bergerak aktif. Namun sebagian besar buah itu masih dijual dalam keadaan mentah. Kopi, singkong, dan hasil laut lebih sering meninggalkan Lampung tanpa sempat diolah menjadi produk bernilai tinggi. Branding lemah, industri pengolahan belum agresif, dan penetrasi pasar belum optimal. Buah sudah matang, tetapi nilai terbaiknya belum dipetik di tanah sendiri.

Di sinilah tantangan ke depan menjadi semakin jelas. Lampung tidak lagi cukup mengejar pertumbuhan, tetapi harus memperdalam kualitasnya. Hilirisasi harus bergerak dari jargon kebijakan menjadi kerja nyata, mengolah komoditas unggulan menjadi produk jadi dengan nilai tambah tinggi. UMKM perlu diperkuat bukan hanya lewat pelatihan seremonial, tetapi melalui akses modal yang adil, pendampingan berkelanjutan, dan jaringan pemasaran yang luas. Pertumbuhan juga harus semakin inklusif, menyentuh masyarakat di akar rumput, memperkuat daya beli, dan menciptakan lapangan kerja yang layak. Integrasi pasar pun perlu diperbaiki agar ketergantungan pada impor bahan baku tidak terus menggerus keuntungan lokal.

Baca Juga  5 Kloter Tiba, 2.212 Haji Asal Lampung Selamat Kembali ke Tanah Air

Lampung 2025 seperti berdiri di sebuah persimpangan penting. Diantara denyut pertumbuhan yang datang, fondasi ekonomi relatif kokoh, dan peluang masa depan yang menjanjikan.  Namun pekerjaan besar justru dimulai setelah angka-angka itu dicatat. Provinsi ini harus   memastikan buah pertumbuhan tidak berhenti di statistik, melainkan benar-benar dapat dipetik,oleh petani, pekerja, dan pelaku usaha kecil.

Pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2025 memberi alasan untuk optimistis, sekaligus peringatan untuk tidak terlena. Di saat angka-angka menunjukkan akselerasi dan posisi Lampung menguat di peta Sumatera, nilai tambah justru masih berjalan tertatih. Lampung tumbuh, tetapi buahnya belum merata jatuh ke tangan rakyat. Di sinilah ujian sesungguhnya, mengubah laju menjadi lompatan, potensi menjadi nilai tambah, dan pertumbuhan menjadi kesejahteraan yang terasa. Jika itu mampu dilakukan, maka 2026 bukan sekadar tahun pengulangan tumbuh cepat dalam angka, tetapi tahun yang  berbuah lebat, manis dan menyegarkan, menyejahterakan.***

Berita Terkait

Putra Jaya Umar Desak Disdik Lampung Ganti Kepala SMKN 1 Tulang Bawang Tengah
PKB Lampung Gelar Harlah ke-28 dengan Beragam Aksi Sosial
DPRD Lampung Soroti Antrean Solar, Minta Pertamina Tambah Pasokan
APPMBGI, MBG Dukung Peningkatan IPM Lampung
Demo di DPRD Lampung, PMII Minta MBG Dievaluasi
Genjot Produksi Padi, Gubernur Lampung Dorong Modernisasi Pertanian di Mesuji
Puluhan Tahun Rusak, Pembangunan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir Kini Pangkas Waktu Tempuh Jadi 5 Menit
Harlah Ke-28, PKB Lampung Gelar Pasar Murah di 100 Titik

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:37 WIB

PKB Lampung Gelar Harlah ke-28 dengan Beragam Aksi Sosial

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:19 WIB

DPRD Lampung Soroti Antrean Solar, Minta Pertamina Tambah Pasokan

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:43 WIB

APPMBGI, MBG Dukung Peningkatan IPM Lampung

Senin, 29 Juni 2026 - 13:44 WIB

Demo di DPRD Lampung, PMII Minta MBG Dievaluasi

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:39 WIB

Genjot Produksi Padi, Gubernur Lampung Dorong Modernisasi Pertanian di Mesuji

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:24 WIB

Puluhan Tahun Rusak, Pembangunan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir Kini Pangkas Waktu Tempuh Jadi 5 Menit

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:09 WIB

Harlah Ke-28, PKB Lampung Gelar Pasar Murah di 100 Titik

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:20 WIB

Edy Irawan Arief Pimpin Demokrat Lampung 2026–2031, Targetkan Kejayaan di Pemilu 2029

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

DPRD Tubaba Minta Pemkab Segera Cairkan Siltap Aparatur Tiyuh

Kamis, 2 Jul 2026 - 00:00 WIB

Pringsewu

Bupati Pringsewu Apresiasi Kiprah UAP Bangun Inovasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:52 WIB

Pringsewu

Bupati Pringsewu Apresiasi Sinergi Polres Pringsewu

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:49 WIB