KPU Bandarlampung Tetapkan Zona APK Baliho dan Spanduk

Redaksi

Minggu, 27 September 2020 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengundian nomor urut Pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Bandarlampung di Hotel Bukit Randu, Kamis (24/9). Foto: Netizenku.com

Pengundian nomor urut Pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Bandarlampung di Hotel Bukit Randu, Kamis (24/9). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): KPU Bandarlampung menetapkan zona pemasangan alat peraga kampanye (APK) untuk ketiga peserta Pilwakot Bandarlampung Tahun 2020.

Penetapan zona APK tertuang dalam Surat Keputusan KPU Bandarlampung Nomor: 478/HK.03.1-Kpt/1871/KPU-Kot/IX/2020 tertanggal 25 September 2020.

\”KPU menetapkan 5 titik pemasangan baliho untuk ketiga pasangan calon Rycko Menoza – Johan Sulaiman, M Yusuf Kohar – Tulus Purnomo, Eva Dwiana – Deddy Amarullah,\” kata Komisioner KPU setempat, Hamami, Minggu (27/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zona 1 pemasangan baliho berada di Jalan Laksamana Martadinata Kelurahan Sukamaju samping SPBU.

Zona 2 di Jalan By Pass Soekarno-Hatta tepatnya belakang Gerbang PKOR Wayhalim. Kemudian zona 3 di Jalan Imam Bonjol depan Balai Krakatau.

Dan zona 4 di Lapangan Baruna menghadap Jalan By Pass Soekarno-Hatta Panjang, lalu zona 5 di Jalan Pramuka belakang Terminal Kemiling.

\”Sementara untuk APK berupa spanduk ada 2 di setiap kelurahan yang titiknya telah ditentukan,\” ujar Hamami.

Setiap paslon dapat memperbanyak APK baliho dan spanduk hingga 200 persen dari jumlah yang dibuat KPU Bandarlampung.

\”Misalnya untuk baliho KPU kan ada 5 berdasarkan zonasi itu, jadi setiap paslon dibatasi hanya 10 baliho di zona yang sama.\”

\”Sementara untuk spanduk ada 4 setiap paslon, dari KPU ada 2 spanduk, dan lokasinya berdasarkan titik yang telah ditentukan KPU dan tidak bisa keluar dari situ,\” tutup dia. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Pakan Ikan Mandiri, Biaya Produksi Turun 50 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Gubernur Mirza Ajak LPM Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:25 WIB

KMP Batumandi Terbakar, Aprozi Alam Desak Kemenhub Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran

Berita Terbaru