Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”

Ilwadi Perkasa

Senin, 13 Oktober 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesan untuk Jakarta, ‘Ukur Ulang Atau Kami Duduki!

Pesan untuk Jakarta, ‘Ukur Ulang Atau Kami Duduki!

Rakyat Lampung menegaskan aksi tanpa henti untuk menuntut pengukuran ulang HGU PT SGC, menuntut keadilan agraria puluhan tahun tertunda. Aksi ini sesungguhnya pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang Atau Kami Duduki!”

Ratusan rakyat Lampung yang tergabung dalam Aliansi Triga Lampung (DPP Akar, DPP Pematank, dan DPP Keramat) kembali turun ke jalan pada Senin (13/10/2025), menggelar aksi tegas di depan Gedung DPR RI dan Kementerian ATR/BPN RI. Dengan spanduk dan teriakan lantang, mereka menyampaikan satu pesan keras kepada Jakarta: “Ukur ulang lahan PT SGC sekarang, atau kami akan menduduki kantor Anda!” Perjuangan ini merupakan lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya, menegaskan bahwa rakyat tidak akan berhenti sampai hak atas tanah mereka dikembalikan dan keadilan agraria ditegakkan.

Di depan DPR RI, massa menuntut agar Panitia Khusus (Pansus) Agraria menempatkan kasus PT Sugar Group Companies (SGC) sebagai prioritas utama. Mereka menegaskan bahwa pengukuran ulang HGU PT SGC harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, tanpa kompromi. Data Triga Lampung menunjukkan HGU PT SGC tercatat seluas 84,5 ribu hektare, jauh berbeda dari izin lokasi Gubernur Lampung tahun 1991 seluas 138 ribu hektare, perbedaan yang jelas menimbulkan dugaan penguasaan lahan di luar batas hukum, termasuk tanah ulayat, lahan rawa, dan enclave milik rakyat.

Baca Juga  BPBD Padamkan Kebakaran TPA Bakung Teluk Betung Barat

Setelah menyuarakan tuntutan di DPR, rakyat Lampung melanjutkan aksinya ke Kementerian ATR/BPN RI. Mereka menolak keras pernyataan Menteri ATR/BPN yang mengklaim seluruh lahan PT SGC milik Kemenhan dan TNI AU. Bagi rakyat, ini hanyalah dalih untuk menunda pengukuran ulang dan mempertahankan ketidakadilan. Ketua DPP Akar Lampung, Indra Musta’in, menegaskan: “Tidak ada alasan yang bisa menunda hak rakyat! Ukur ulang sekarang atau bersiaplah menghadapi gelombang aksi yang lebih besar!”

Baca Juga  Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aliansi Triga Lampung menekankan beberapa poin sikap tegas:

  1. Ukur ulang HGU PT SGC harus tetap dilaksanakan, demi kepentingan rakyat, tanpa terkecuali siapa pun pengklaimnya.

  2. Hak rakyat adalah hukum tertinggi. Tanah yang dirampas secara sepihak harus dikembalikan, meski diklaim milik instansi negara.

  3. Pemerintah tidak boleh bersembunyi di balik status instansi negara untuk membenarkan perampasan.

Aksi damai ini berlangsung di bawah pengamanan ketat polisi, namun semangat rakyat Lampung tidak surut sedikit pun. Spanduk, poster, dan teriakan tuntutan menghiasi jalan, menegaskan bahwa rakyat tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan. Triga Lampung memperingatkan, jika pemerintah dan DPR terus menunda, rakyat Lampung siap kembali turun ke jalan, bahkan menduduki dan berkemah di halaman Kementerian ATR/BPN hingga hak-hak mereka dipenuhi. Ini adalah perjuangan rakyat yang tidak bisa dibungkam, dan tidak akan pernah menyerah.

Baca Juga  Pemkab Tubaba dan BPN Perkuat Sinergi Tata Kelola Pertanahan dan Tata Ruang

Rakyat Lampung telah berbicara dengan lantang. Hak mereka bukan untuk ditawar, bukan untuk ditunda, dan bukan untuk digadaikan. Gelombang aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ini adalah peringatan dan pesan keras bagi Jakarta bahwa rakyat tidak akan pernah mundur. Setiap keputusan DPR dan Kementerian ATR/BPN yang mengabaikan tuntutan pengukuran ulang HGU PT SGC hanyalah menambah bara kemarahan rakyat. Triga Lampung menegaskan, perjuangan ini akan terus berlangsung, dari jalanan Jakarta hingga pelosok Lampung, sampai keadilan agraria ditegakkan. Ukur ulang atau bersiaplah menghadapi rakyat yang bangkit!

Berita Terkait

Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun
Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
BPBD Padamkan Kebakaran TPA Bakung Teluk Betung Barat
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026
Tubaba Gandeng ATR/BPN Integrasikan Data Pertanahan, Bidik Optimalisasi PAD

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB