Kelompok Tani Revolving Sapi Tubaba Merugi, Akui Dipaksa Buat Laporan Keuntungan

Suryani

Jumat, 18 April 2025 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist.

Foto: Ist.

Sejumlah kelompok tani penerima dana bergulir program Revolving Sapi pada 2013–2014 di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengaku mengalami kerugian sejak awal program berjalan. Namun, mereka mengaku tetap diminta menyusun laporan keuntungan demi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), meski kondisi usaha mereka merugi.

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Hal tersebut disampaikan Suja’i, anggota Kelompok Tani Harapan, dan Karpan, Ketua Kelompok Tani Mahesa Kencana, saat ditemui Netizenku.com di kediaman masing-masing, Kamis (17/4/2025).

“Kalau Kejaksaan manggil saya, saya senang sekali. Saya akan bongkar semuanya, saya sakit hati. Ini program sudah salah dari awal. Bahkan rumornya ada pejabat tinggi Tubaba yang terlibat, biar nanti Kejaksaan yang ungkap,” ujar Suja’i.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, saat program mulai merugi di tengah jalan, ia mengambil alih pengelolaan dana dari ketua kelompok sebelumnya, Pujiatno. Saat itu, dana dikelola secara transparan bersama anggota kelompok lainnya.

“Total dana pinjaman Rp700 juta. Sekitar Rp150 juta untuk membuat kandang, sisanya dibelikan sapi sekitar 36–40 ekor. Agunan kami ada enam sertifikat; empat sertifikat tanah perumahan dan ladang milik saya, dua lainnya milik Pak Pujiatno dan Pak Narno,” jelas Suja’i.

Baca Juga  Mirza Irawan Dwi Atmaja Resmi Pindah ke Pemprov Lampung

Ia juga mengaku sejak awal program penggemukan sapi tidak memberikan keuntungan, namun kelompok tetap diminta membuat laporan seolah-olah untung, agar bisa menyetorkan PAD. Hingga kini, kelompoknya sudah menyetor PAD sebesar Rp90 juta ke Bank Lampung, sementara cicilan pinjaman yang dibayarkan baru sekitar Rp60 juta.

“Kalau tidak ada akal-akalan dari dinas, kelompok tani ini tidak akan bangkrut. Program kami cuma bertahan sampai 2016. Saya juga pernah kirim surat ke Pak Kadis Nazaruddin, kalau agunan mau dijual tidak masalah, karena namanya utang ya harus dibayar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Harapan, Pujiatno (65), mengaku hanya ikut-ikutan dalam program tersebut karena diarahkan oleh petugas penyuluh pertanian (PPL).

“Tahun 2014 saya cuma tanda tangan saja. Baru kali itu kami membentuk kelompok karena ada program. Sebelum 2016 usahanya sudah tidak jalan, sudah dialihkan ke usaha ayam potong, tapi sekarang kandangnya pun sudah roboh. Yang mengelola waktu itu Pak Suja’i, dia juga PNS,” tuturnya.

Baca Juga  Wabup Tubaba Ikuti Bimtek ASWAKADA 2026, Perkuat Sinergi Daerah

Senada, Karpan dari Kelompok Tani Mahesa Kencana, menyebut pihaknya juga menerima dana Rp700 juta yang digunakan untuk membeli 70 ekor sapi. Kandang sudah tersedia saat itu, sehingga langsung digunakan.

“Usaha kami cuma bertahan sampai 2016 karena sejak awal sudah merugi. Belum lama pelihara, sudah harus bayar PAD. Kami jual beberapa sapi buat bayar PAD, mulai dari Rp20 juta hingga Rp60 juta. Dalam MoU tertulis pinjaman harus dikembalikan dalam 3 tahun,” katanya.

Hingga kini, kelompoknya baru mengembalikan sekitar Rp190 juta ke Pemda melalui Bank Lampung. Terakhir mereka membayar pada 2018, dan masih tersisa tunggakan Rp510 juta. Ia mengaku agunan berupa sertifikat rumah dan lahan pertanian, semuanya diserahkan ke dinas tanpa surat kuasa.

“Kelompok ini baru kami bentuk karena diarahkan dinas dan PPL karena ada program ini,” ucap Karpan.

Baca Juga  Wabup Nadirsyah Lantik 30 Pejabat Tubaba, Tekankan Capaian Target Program.

Ketua Kelompok Gembala Makmur, Aji Sukmayanto, juga mengungkap hal serupa. Menurutnya, dana sebesar Rp700 juta digunakan untuk membeli 42 ekor sapi dan membangun kandang. Sisa dana digunakan untuk membayar dua karyawan dan kebutuhan pakan.

“Program ini cuma bertahan sampai 2016 karena rugi. Ada juga yang mati 6–7 ekor. Harga jual sapi jauh di bawah harga beli. Kami pernah setor PAD Rp40 juta, dan setelah sapi habis dijual, kami kembalikan pinjaman sekitar Rp70 juta lebih melalui Pak Kadis Nazaruddin,” jelas Aji.

Ia juga menyayangkan kurangnya pendampingan dari dinas terkait, terutama dalam hal pemasaran. “Kami cuma dibina soal pakan dan kesehatan, itu pun tidak rutin,” katanya.

Menurut Aji, kelompoknya masih ditagih hingga tahun 2024 oleh Inspektorat. Agunan berupa dua sertifikat atas nama Nadir dan Sadarsyah. “Saya pasrah, karena tanggung jawab pengembalian pinjaman ini di saya sebagai ketua. Anggota sudah mundur semua,” pungkasnya. (Arie)

Berita Terkait

Pemkab Tubaba Raih Opini WTP ke-15 Kali Berturut-turut
Tubaba Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Siapkan Kawasan Pendidikan Bertaraf Internasional
Tubaba Siapkan Tim Lintas Sektor untuk Awasi Aktivitas Usaha
Tulang Bawang Barat Targetkan Siltap Aparatur Tiyuh Dibayar Sebelum Iduladha
Program Tubaba Berkurban 2026 Himpun 7 Sapi dan 477 Kambing
Wabup Tubaba Gotong Royong Perbaiki Jalan Bersama Warga
Kementan Salurkan Bantuan Tebu, Kopi, dan Kakao untuk Petani Tubaba
Wabup Nadirsyah Lantik 30 Pejabat Tubaba, Tekankan Capaian Target Program.

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 22:55 WIB

Nasib Eks Pekerja BUMD Lampung, 3 Tahun Menanti Pesangon Meski Menang di Pengadilan

Senin, 8 Juni 2026 - 19:39 WIB

Jaga Identitas Daerah, Gubernur Lampung Komit Lestarikan Kebudayaan Lampung

Senin, 8 Juni 2026 - 19:35 WIB

Jihan Nurlela Ajak Peserta PKN II Sumsel Gali Inovasi di Lampung

Senin, 8 Juni 2026 - 18:03 WIB

Kawal Aspirasi Warga, DPRD Lampung Teruskan Hasil Diskusi BPN Terkait Waydadi ke Pemprov

Senin, 8 Juni 2026 - 15:14 WIB

Hadiri Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri, Jihan Ajak Lulusan Kembali Bangun Daerah Asal

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:38 WIB

Koni, Tenis Meja Jadi Cabor Andalan Lampung

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:45 WIB

SMAN 12 Bandar Lampung Loloskan 244 Siswa ke PTN dan Kampus Australia

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:53 WIB

Jihan Nurlela Lantik Mabicab dan Kwarcab Pramuka Mesuji, Dorong Peran Strategis Pemuda

Berita Terbaru