Liwa (Netizenku.com): Idul Adha menyimpan berbagai peristiwa monumental dari peradaban kehidupan di muka bumi, yang mengandung nilai keteguhan dan keimanan dan menjadi bukti pengorbanan yang didasari dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, demikian kutipan khotbah Idul Adha 1440 H, yang disampaikan ketua PC Nahdatul Ulama Lampung Barat, Danang Hari Suseno, di Masjid Agung Baiturahhim, Way Mengaku Lampung Barat, Minggu (11/8).
Disampaikan Danang, ibadah qurban pada hakikatnya merupakan sebuah ibadah untuk mengingatkan umat Muslim untuk kembali kepada tujuan hidup, yaitu beribadah kepada Allah SWT, selain keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Jika kita melaksanakan ibadah tanpa didasari oleh keikhlasan maka niscaya yang kita lakukan akan menjadi sebuah kesia-siaan belaka.
Lebih lanjut, Danang meneruskan fenomena Idul Adha patut diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih dalam rangka membangun Lampung Barat Hebat kedepan. Pengorbanan, saling membantu dan saling bekerjasama satu sama lain, semangat juang yang tinggi tanpa putus asa disertai dengan kedisiplinan dan kesabaran untuk mencapai sebuah tujuan merupakan modal yg sangat penting untuk membangun Lampung Barat ke arah yang lebih baik.
\”Beribadah dengan ikhlas, sehingga apa yang kita kerjakan tidak akan sia-sia, tujuan hidup adalah untuk beribadah kepada Allah SWT sang pemilik alam semesta, dan mari kita bangun bangsa dan negara khususnya Lampung Barat dengan, saling membantu dan kerja sama serta menanamkan kepribadian yang gemar berkorban,\” jelas Danang.
Ustadz Danang, juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan supaya Lampung Barat selalu dalam keadaan aman, kondusif, serta dijauhkan dari bala dan malapetaka, serta dijadikan Allah SWT daerah yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur.
\”Hari Raya Idul Adha yang juga kita kenal dengan hari raya qurban, sebagai sarana meningkatkan kepedulian terhadap sesama, dalam upaya membantu para dhuafa dan masyarakat miskin lainnya, dengan harapan Lampung Barat tetap aman, kondusif, sejahtera dan Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur,\” kata Danang diakhir khotbahnya, yang kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban. (Iwan)