Lampung Barat Banget: ASN Jadi ATM? TPP Dipotong, Iuran Koperasi Mau Dilipatgandakan

iwan

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Barat memang selalu punya cerita. Kadang indah, kadang juga bikin jidat berkerut. Kali ini ceritanya datang dari Koperasi Pegawai Negeri Sai Betik Lampung Barat. Tempat yang harusnya jadi “rumah bersama” para pegawai, tapi belakangan malah terasa seperti rumah kontrakan: tiap bulan diminta bayar, tapi kuncinya dipegang orang lain.

Lampung Barat (Netizenku.com): Ceritanya begini. Tiba-tiba muncul wacana iuran wajib mau dinaikkan sampai 100 persen. Iya, seratus persen. Bukan naik pelan-pelan kayak harga cabai di pasar, ini langsung lompat seperti atlet lompat jauh. Anggota yang dengar kabar ini tentu langsung garuk-garuk kepala. Belum sempat menikmati apa-apa dari koperasi, eh sudah diminta nambah setoran.

Masalahnya bukan cuma soal angka yang naik. Yang bikin anggota makin manyun itu karena selama ini koperasi terasa seperti hantu: namanya ada, tapi kegiatannya jarang terlihat. Laporan kinerja? Anggota banyak yang bilang tidak pernah lihat. Rapat anggota? Rasanya lebih langka daripada gerhana matahari. Soal bagi hasil keuntungan? Wah… itu sudah seperti cerita dongeng sebelum tidur.

Baca Juga  Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bayangkan saja, anggota tiap bulan setor iuran. Tapi dapur koperasi seperti dapur restoran misterius: asapnya keluar terus, tapi anggota tidak pernah tahu masaknya apa. Tahu-tahu sekarang muncul pengumuman: “Iurannya naik ya.” Ya wajar saja kalau anggota langsung melongo.

Belum lagi kalau bicara soal pinjaman. Harusnya koperasi itu tempat paling ramah bagi anggotanya. Istilahnya, kalau lagi butuh dana, koperasi jadi tempat bersandar. Tapi yang dirasakan sebagian anggota malah sebaliknya. Bunga pinjaman yang dikenakan katanya justru lebih tinggi dari bunga bank konvensional.

Baca Juga  Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

Nah ini yang bikin orang makin bingung. Kalau bunganya lebih tinggi dari bank, lalu bedanya koperasi sama bank apa? Bank saja kadang masih kasih senyum di teller, ini koperasi malah bikin dahi berkerut.

Jadinya muncul celetukan khas pegawai yang mulai setengah bercanda setengah serius: jangan-jangan ini bukan koperasi anggota, tapi anggota yang dikoperasikan.
Di sisi lain, nasib ASN di Lampung Barat ini juga kadang terasa seperti pemain cadangan yang sering diminta mengalah. TPP dipotong, sementara banyak daerah lain tidak melakukan hal yang sama. Sekarang iuran koperasi mau naik lagi. Lama-lama para pegawai ini terasa seperti mesin ATM hidup: setiap ada kebutuhan, tinggal tekan tombol, uang keluar.

Padahal kalau mau jujur, masih banyak hal yang bisa lebih dulu “dirampingkan”. Misalnya kegiatan-kegiatan yang kadang lebih ramai spanduk daripada manfaatnya. Atau agenda yang terdengar keren seperti Bimtek dan studi banding para anggota DPRD, yang kadang lebih mirip perjalanan dinas rasa piknik.

Baca Juga  Pemkab Lambar Siap Terapkan WFH Setiap Jumat, Tunggu Aturan Resmi

Kalau benar ingin memperbaiki keadaan, mestinya yang dikurangi dulu hal-hal yang tidak terlalu menyentuh kebutuhan banyak orang. Jangan yang paling mudah justru mengambil dari kantong pegawai yang tiap bulan sudah menghitung sisa gaji sambil menatap kalender.

Koperasi itu idealnya sederhana: dari anggota, oleh anggota, untuk anggota. Anggota diajak rapat, diberi laporan, dan kalau ada keuntungan ya dinikmati bersama. Bukan cuma kebersamaan saat setor iuran saja.

Kalau kondisinya begini terus, jangan kaget kalau suatu saat anggota mulai nyeletuk dengan gaya santai tapi pedas:
“Ini sebenarnya koperasi kita semua… atau koperasi yang kita semua cuma jadi donaturnya?” (*)

Berita Terkait

Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan
Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum
KPN Sai Betik Lampung Barat: Tanpa Rapat, Tanpa Sepakat Iuran Naik Seenaknya
Pemkab Lambar Siap Terapkan WFH Setiap Jumat, Tunggu Aturan Resmi
SMAN 1 Liwa Ditarget Masuk Lima Besar Sekolah Unggulan di Lampung
Viral Jalan Rusak, Sepi Tanggung Jawab: Alarm Keras untuk Evaluasi Kabinet
PD Aisyiyah Lampung Barat Gelar Pasar Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Mukhlis Basri, Dapat Penugasan Baru Sebagai Ketua Ranting

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 15:35 WIB

DPRD Lampung Dalami Dugaan Kelalaian RSIA Puri Betik Hati

Senin, 13 April 2026 - 15:25 WIB

DPRD Lampung Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah

Jumat, 10 April 2026 - 21:49 WIB

Direktur BPJS Kesehatan Tinjau Layanan RSUD Abdul Moeloek

Jumat, 10 April 2026 - 14:01 WIB

Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu

Kamis, 9 April 2026 - 18:05 WIB

Kunjungan Wisata di Lampung Meningkat Pasca Lebaran 2026

Kamis, 9 April 2026 - 17:54 WIB

Pemprov Lampung Susun Roadmap ETPD 2026–2028, Bidik Prestasi TP2DD 2026

Kamis, 9 April 2026 - 14:31 WIB

Rotasi Kadis ESDM dan PSDA, Pemprov Lampung Tekankan Integritas Pengelolaan SDA

Rabu, 8 April 2026 - 13:51 WIB

IJP Lampung Jajaki Pembentukan Koperasi Bersama Dinas Koperasi

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PDAM Tirta Jasa Lampung Selatan Raih TOP BUMD Awards 2026

Senin, 13 Apr 2026 - 19:21 WIB

Pringsewu

Empat Pelaku Curanmor Beraksi di Pringsewu, Dua Kabur

Senin, 13 Apr 2026 - 19:18 WIB

Lampung

DPRD Lampung Dalami Dugaan Kelalaian RSIA Puri Betik Hati

Senin, 13 Apr 2026 - 15:35 WIB

Lampung

DPRD Lampung Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah

Senin, 13 Apr 2026 - 15:25 WIB