Catatan Penting Ekonomi Lampung 2025: Pertanian Menggeliat, Industri Bertunas, Lampung Menegaskan Diri sebagai Poros Ekonomi Sumatera

Ilwadi Perkasa

Jumat, 7 November 2025 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung merupakan salah satu penghasil utama kopi, kakao, tebu, dan komoditas perkebunan lainnya di Indonesia.

Lampung merupakan salah satu penghasil utama kopi, kakao, tebu, dan komoditas perkebunan lainnya di Indonesia.

Ekonomi Provinsi Lampung triwulan III tahun 2025 tumbuh sebesar 5,04 persen (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara statistik, angka ini tegas menjelaskan bahwa Lampung mulai menapaki jalan transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Dari ladang, kebun, dan laut, denyut ekonomi mengalir ke pabrik-pabrik, koperasi, dan sentra pengolahan yang mulai hidup.

Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,74 persen, dan itu harus demikian, harus dijaga dan ditingkatkan, sebab sektor ini adalah fondasi, atau dalam bentuk metaforis dapat ditulis sebagai akar agraris yang secara historis tumbuh sejak lama. Akar itulah yang menumbuhkan cabang industrialisasi.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, pembangunan ekonomi Lampung menunjukkan arah yang semakin jelas. Strategi percepatan infrastruktur, penguatan rantai pasok, serta konektivitas antarwilayah menjadikan Lampung tidak lagi hanya “penghasil mentah,” tetapi mulai menciptakan nilai di dalam daerah.

Sejalan dengan itu, Elvira, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura, ikut memperkuat arah yang disebutnya sebagai paradigma baru, yakni pertanian harus bertransformasi menjadi industri yang hidup dari dalam. Hilirisasi kini tidak lagi sekadar visi, tetapi menjadi gerakan yang menular hingga ke tingkat petani dan pelaku UMKM.

Baca Juga  Jihan Terima Kanwil Ditjenpas, Bahas Implementasi KUHP dan KUHAP Baru

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti janin ekonomi yang tumbuh sehat dalam rahim pembangunan daerah, hilirisasi pertanian di Lampung mulai menunjukkan wujudnya. Petani dilatih mengolah hasil panen, koperasi difasilitasi untuk bermitra dengan industri pengolahan, dan kawasan pertanian disiapkan menjadi klaster agroindustri.

Data BPS memperkuat arah itu. Dalam laporan resminya, BPS menyatatan lapangan usaha industri pengolahan tumbuh sebesar 4,74 persen (y-on-y), dan secara kumulatif hingga triwulan III mencapai 7,71 persen (c-to-c). Ini membuktikan bahwa hilirisasi bukan jargon pembangunan, tetapi realitas yang sedang berakar.

Dengan kontribusi sebesar 28,38 persen terhadap struktur PDRB, sektor pertanian masih menjadi tiang penyangga ekonomi Lampung. Namun kini, sektor ini bukan lagi berdiri sendiri. Sektor ini mulai bertaut dengan industri, perdagangan, dan logistik yang tumbuh paralel.

Baca Juga  Hilirisasi Komoditas, Gubernur Lampung Targetkan Kawasan Industri Way Kanan Beroperasi 2027

Lampung sedang membangun simbiosis antara hasil bumi dan nilai tambah, menjadikan tanah subur bukan hanya sumber pangan, tetapi juga sumber kesejahteraan yang berkelanjutan.

Dalam konteks regional, posisi Lampung semakin menonjol. Dengan pertumbuhan 5,04 persen, Lampung menempati tiga besar provinsi dengan laju pertumbuhan tertinggi di Pulau Sumatera, di bawah Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan.

Kontribusi Lampung terhadap PDRB Sumatera mencapai 10,13 persen, menegaskan bahwa provinsi ini bukan lagi sekadar “lumbung di Gerbang Sumatera,” melainkan poros pertumbuhan ekonomi Sumatera, wilayah yang menyatukan potensi pertanian, industri, dan perdagangan antar pulau.

Ke depan, tantangan terbesar bukan lagi pada produksi, melainkan pada keberlanjutan dan peningkatan kualitas manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat menjadi modal sosial untuk menopang transisi menuju ekonomi bernilai tambah. IPM mencerminkan kualitas manusia melalui tiga dimensi utama, yaitu Pendidikan (harapan & rata-rata lama sekolah), Kesehatan (umur harapan hidup), dan Daya beli (pengeluaran riil per kapita).

Baca Juga  Wakil Gubernur Lampung Buka Musrenbang RKPD Way Kanan 2027

Ketiganya berperan langsung dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Logika dasarnya, semakin tinggi IPM, semakin produktif tenaga kerja maka  semakin besar potensi output ekonomi (pertumbuhan ekonomi meningkat).

Namun hubungan ini juga berlaku sebaliknya, pertumbuhan ekonomi yang kuat memperbesar pendapatan daerah dan daya beli masyarakat, lalu meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan  sehingga mendorong kenaikan IPM. Jadi antara IPM dan pertumbuhan ekonomi terdapat hubungan dua arah (saling memperkuat).

Lampung kini menanam hasil, dan mulai memanen nilai. Di ladang tumbuh padi, di pabrik tumbuh peluang. Pertanian menggeliat, industri bertunas, kualitas manusianya terus meningkat. Jika konsisten, kelak daerah ini bakal menjadi wajah baru ekonomi Sumatera.***

Berita Terkait

Wagub Jihan Targetkan Lampung Jadi Pilot Project Eliminasi TBC Nasional
Wagub Lampung Pacu Proyek Sekolah Rakyat Kota Baru Selesai Juni 2026
Gubernur Lampung Dorong Penataan Ulang UMKM Lampung, Stop Persaingan Tidak Sehat!
Hilirisasi Komoditas, Gubernur Lampung Targetkan Kawasan Industri Way Kanan Beroperasi 2027
Lampung Siapkan Lahan 7 Hektare di Kota Baru demi Bangun Balai Diklat Industri
Pemprov Lampung Segera Terapkan Kebijakan Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Sesuai STNK
Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas
Sekda Lampung Marindo Kurniawan Motivasi Lulusan Teknik Unila Hadapi Bonus Demografi dan Tantangan Masa Depan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 22:54 WIB

Wagub Jihan Targetkan Lampung Jadi Pilot Project Eliminasi TBC Nasional

Jumat, 24 April 2026 - 22:47 WIB

Wagub Lampung Pacu Proyek Sekolah Rakyat Kota Baru Selesai Juni 2026

Jumat, 24 April 2026 - 19:20 WIB

Gubernur Lampung Dorong Penataan Ulang UMKM Lampung, Stop Persaingan Tidak Sehat!

Jumat, 24 April 2026 - 18:56 WIB

Hilirisasi Komoditas, Gubernur Lampung Targetkan Kawasan Industri Way Kanan Beroperasi 2027

Jumat, 24 April 2026 - 15:56 WIB

Pemprov Lampung Segera Terapkan Kebijakan Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Sesuai STNK

Jumat, 24 April 2026 - 11:23 WIB

Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Jumat, 24 April 2026 - 11:16 WIB

Sekda Lampung Marindo Kurniawan Motivasi Lulusan Teknik Unila Hadapi Bonus Demografi dan Tantangan Masa Depan

Jumat, 24 April 2026 - 09:12 WIB

Kunjungan Komisi VII DPR RI ke Lampung, Gubernur Lampung Dorong Industri, UMKM, dan Pariwisata

Berita Terbaru

Standar kesehatan program Makan Bergizi Gratis Bandar Lampung.(ilustrasi: Netizenku)

Bandarlampung

Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:40 WIB