Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk pengembangan Negeri Olok Gading sebagai kawasan wisata budaya.
Bandar Lampung (Netizenku.com): Dukungan tersebut diberikan secara bertahap, yakni Rp500 juta melalui APBD Perubahan 2026 dan Rp2 miliar pada Tahun Anggaran 2027.
Negeri Olok Gading merupakan kampung tua yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Telukbetung. Kawasan ini juga dikenal sebagai kebandaran pertama di Bandar Lampung yang memiliki nilai penting dalam perkembangan adat dan budaya Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diana Lisa dalam tulisan ilmiahnya berjudul “Kawasan Teluk Betung sebagai Historical Urban Landscape” (2022) menyebutkan, Olok Gading didirikan oleh Ibrahim Gelar Pangeran Pemuka sekitar 1618 Masehi. Saat itu, kawasan tersebut berstatus Kampung Negeri dengan Lamban Dalom sebagai pusatnya.
Berdasarkan naskah Tambo Kebandaran Marga Balak, pembentukan Kampung Negeri dimaksudkan untuk memperluas wilayah kedudukan adat Marga Balak di daerah Telukbetung.
Sekitar 1883, Kampung Negeri terpaksa ditinggalkan setelah porak-poranda diterjang gelombang pasang akibat letusan Gunung Krakatau.
Kondisi kampung kemudian berangsur pulih setelah banyak warga datang dan menetap, terutama di sekitar Pelabuhan Teluk Lampung yang saat itu berkembang sebagai kawasan perekonomian.
Di antara pendatang tersebut terdapat sekelompok orang dari Olok Gading. Mereka kemudian mendatangi Kepala Marga Balak untuk meminta izin agar keberadaan mereka diakui.
Seiring semakin banyaknya warga Olok Gading yang menetap, Kampung Negeri kemudian dikenal dengan nama Kampung Negeri Olok Gading.
Dengan sejarah dan nilai budaya tersebut, Negeri Olok Gading ditetapkan sebagai salah satu dari 16 lokasi sasaran Program Desa Wisata Berbudaya Lampung berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/320/V.20/HK/2026.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pelestarian adat dan budaya di Negeri Olok Gading penting dilakukan di tengah perkembangan zaman, teknologi, dan derasnya arus globalisasi.
“Karena itu saya antusias untuk bersama-sama Pemprov Lampung mendukung pelestarian adat dan budaya yang ada di Kampung Olok Gading ini,” ujar Eva, Senin (27/7/2026).
Menurut Eva, Pemkot Bandar Lampung akan memberikan dukungan konkret untuk mengembangkan Negeri Olok Gading sebagai kampung wisata.
“Dipilihnya Negeri Olok Gading sebagai kampung pariwisata merupakan hal luar biasa untuk Bandar Lampung. Untuk pengembangannya kita akan alokasikan anggaran Rp500 juta pada APBD Perubahan tahun ini,” jelasnya.
Dukungan tersebut akan dilanjutkan pada 2027 dengan anggaran sebesar Rp2 miliar.
“Nanti kita kasih lagi Rp2 miliar,” ungkap Eva.
Selain dukungan anggaran, Pemkot Bandar Lampung juga akan memberikan dua unit mobil operasional untuk mendukung pengembangan kawasan wisata budaya. Satu unit akan diperuntukkan bagi Olok Gading dan satu lainnya untuk Kuripan.
“Insya Allah satu mobil untuk Olok Gading dan satunya lagi untuk Kuripan,” kata Eva.
Eva berharap dukungan tersebut dapat mendorong pengembangan sektor pariwisata sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.
Dengan dukungan tersebut, Negeri Olok Gading diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata budaya, tetapi juga tetap menjadi ruang pelestarian adat dan sejarah Lampung bagi generasi mendatang. (*)








