oleh

Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto Kunjungi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Lampung Tengah (Netizenku.com): Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Loekman Djoyosoemarto,  kunjungan ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) Jumat 21 Juni 2019. Selain mencari terobosan guna kemajuan dunia pendidikan, ia juga memperjuangkan agar kemendikbud, dapat merealisasikan Lamteng memiliki Universitas Negri.

Bupati LampungTengah, Loekman Djoyosoemarto dijadwalkan  bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy.

\"\"

\”Nanti kalau sudah pulang ya bos (memberi penjelasan),\”ucap Bupati singkat

Baca Juga  DPRD Lamteng Sahkan Perubahan Program Pembentukan Perda dan Pengesahan Lima Raperda

Demi kemajuan pendidikan di Lampung Tengah, Bupati Loekman Djoyosoemarto ditemani Ketua Dewan Pendidikan Lampung, Mahfud Santoso dan Ketua PGRI Lamteng yang juga Kadiskominfo, Sarjito mendatangi Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Jumat (21/6).

\"\"

Rombongan diterima Mendikbud RI, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P. di ruangannya.

Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto menyatakan dirinya bersama ketua Dewan Pendidikan Lampung dan ketua PGRI Lamteng yang juga Kadiskominfo datang ke Kemendikbud guna mencari bantuan dana untuk pendidikan di Bumi Jurai Siwo.

Baca Juga  Lamtim Cegah Penyakit Tidak Menular Saat Pandemi Covid

\”Kita cari bantuan dana untuk kemajuan pendidikan di Lamteng. Alhamdulillah, kedatangan kita disambut dengan baik,\” katanya via telepon.

\"\"

Respons Mendikbud, kata Loekman, Insha Allah positif Lamteng dapat bantuan.

\”Insha Allah positif bisa dapat bantuan untuk pendidikan,\” ujarnya.

Dalam kunjungan ini, kata Loekman, dirinya menyampaikan keinginan bantuan untuk pembangunan universitas di Lamteng.

Baca Juga  Festival Way Kambas Perkuat Branding Pariwisata Lamtim ke Mancanegara

\"\"

\”Kita juga ajukan permohonan bantuan untuk pembangunan universitas di Lamteng. Menteri meminta kajiannya dahulu. Ya, ini karena perlu pertimbangan matang membangun universitas. Butuh biaya besar. Makanya kita akan kaji terlebih dahulu. Mudah-mudahan harapan kita bisa terealisasi,\” ungkapnya. (ADV)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *