AKAR Lampung Minta Presiden Menindak Arinal Djunaidi

Luki Pratama

Rabu, 12 Juni 2024 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKAR Lampung ketika melakukan demonstrasi. Foto: Luki.

AKAR Lampung ketika melakukan demonstrasi. Foto: Luki.

Bandarlampung (Netizenku.com): Pada hari ini, masa jabatan Arinal Djunaidi sebagai Gubernur Lampung resmi berakhir.

Namun, berakhirnya masa kepemimpinannya meninggalkan sejumlah persoalan yang signifikan.

Salah satu isu paling krusial dan mendesak yang diwariskan adalah terkait dengan Peraturan Gubernur Lampung Nomor 33 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Panen Tebu yang kemudian diubah dengan Pergub Lampung Nomor 19 Tahun 2023.

Pergub tersebut telah dicabut oleh Pemerintah Provinsi Lampung pada tahun 2024 menyusul keputusan Mahkamah Agung Nomor 1P Tahun 2024 yang memerintahkan pencabutan peraturan tersebut.

Keputusan ini diambil setelah peraturan tersebut diberlakukan dan diimplementasikan oleh perusahaan tebu PT Sugar Group Company (ILP dan SIL).

Selama diberlakukan, Pergub ini dianggap melanggar hukum yang berlaku, termasuk UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian yang Berkelanjutan, serta bertentangan dengan Permentan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Pedoman Budidaya Tebu Giling yang Baik dan Permentan 05 Tahun 2018 tentang Pembukaan dan/atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar.

Baca Juga  Yusdianto: tidak ada pembangunan rendah karbon di Lampung

Aliansi Komando Aksi Rakyat (AKAR) Lampung, yang mewakili rakyat Lampung, mengkritik keras penerbitan Pergub tersebut.
“Kami menilai bahwa Pergub ini telah memberikan dampak negatif yang sangat besar,” ujar Indra Mustain, Ketua DPP AKAR.

“Dugaan adanya pelanggaran hukum dan kongkalikong antara pemerintah dan PT Sugar Group Company semakin menguat dengan terbitnya peraturan ini,” lanjutnya.

PT SGC, melalui anak perusahaannya PT Sweet Indo Lampung (SIL), telah melakukan panen tebu dengan cara pembakaran jauh sebelum Pergub diterbitkan.
PT SGC memiliki hak atas tanah berdasarkan Hak Guna Usaha (HGU) yang diatur oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan nomor 87/HGU/KEM-ATR/BPN/2017. Dalam perjanjian HGU tersebut, terdapat klausa yang melarang panen tebu dengan cara pembakaran.

Baca Juga  IG Pemprov Lampung Diretas, Diskominfo Himbau Masyarakat Jangan Percaya

“Pelanggaran terhadap klausa ini seharusnya menyebabkan batalnya HGU secara hukum,” tegas Indra.

AKAR Lampung menyerukan kepada Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Kejaksaan Agung, Menteri ATR/BPN, dan DPR RI untuk meninjau dan menindaklanjuti persoalan ini.

Mereka juga berencana untuk membuat surat resmi pengaduan kepada Presiden RI pada 13 Juni 2024 agar segera bertindak.

Selain itu, AKAR Lampung akan mengajukan pengaduan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melakukan investigasi dampak lingkungan akibat pembakaran panen tebu.

“Dalam waktu dekat, kami akan membuat surat resmi pengaduan kepada Presiden RI agar menindaklanjuti persoalan besar yang ada di Bumi Lampung,” tuturnya.

Baca Juga  Syarif Hidayat Dorong Pemerintah Bentuk Pergub Ketahanan Keluarga

AKAR Lampung juga mendesak Kejaksaan Agung RI untuk mengaudit perusahaan yang melakukan panen tebu dengan cara pembakaran sejak tahun 2019.

Mereka meminta Kementerian ATR/BPN untuk mencabut HGU PT Sweet Indo Lampung dan meninjau kembali seluruh perusahaan di bawah PT Sugar Group Company yang diduga melakukan praktik serupa.

DPR RI diminta untuk membentuk Panitia Khusus guna mengusut tuntas masalah hukum dan HGU PT SGC yang belum tersentuh oleh hukum hingga saat ini.

Dampak dari regulasi yang dikeluarkan oleh Gubernur Lampung ini telah menyebabkan pencemaran lingkungan, membahayakan kesehatan masyarakat, dan melumpuhkan aktivitas ekonomi UMKM di beberapa kabupaten di Lampung. (Luki)

 

Berita Terkait

1 Juta Lebih Anak Ditarget Imunisasi Polio
Pandemi Covid-19 Turunkan Cakupan Imunisasi di Lampung
FPSMI Lampung Dorong Digitalisasi Perpustakaan
Pemprov Lampung Komitmen Optimalkan Layanan Kesehatan
Lampung Tuan Rumah LKS SMK Nasional ke-32 Tahun 2024
Dishub Lampung Minta Penyedia Jasa Transportasi Taati Aturan Usia Kendaraan
Cegah Kerusakan Jalan, Dishub Masif Tertibkan Truk Odol
Bendungan Marga Tiga Ditarget Rampung Agustus

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 18:19 WIB

Perdana, Caleg Gerindra Terduga Pelaku Aniaya Dipanggil Polres Pesawaran

Sabtu, 20 Juli 2024 - 10:55 WIB

Bupati Pesawaran Ajak Masyarakat Bijak Sebelum Mengajak

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:32 WIB

Bupati Pesawaran Siap Dikritik Bahkan Dijewer Mualim Taher, Siapakah Dia?

Rabu, 17 Juli 2024 - 15:43 WIB

Dendi Ajak Aksi Nyata Tanggap Tantangan Perkembangan Zaman

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:33 WIB

Risma-Ibu Pengajian Dusun Menanti Kasih Peringati Tahun Baru Islam

Selasa, 16 Juli 2024 - 17:11 WIB

Selamatkan Generasi Emas, Pesawaran akan Laksanakan PIN Polio Serentak

Senin, 15 Juli 2024 - 17:37 WIB

Masyarakat Mulai “Merujak” Ulah Oknum Caleg Gerindra Pesawaran

Senin, 15 Juli 2024 - 17:08 WIB

Bupati Pesawaran Sampaikan Pokok-pokok Perubahan APBD 2024

Berita Terbaru

Pringsewu

DPD APKARI Provinsi Lampung Gelar Rakerda Pertama di Pringsewu

Selasa, 23 Jul 2024 - 20:43 WIB

Pj Bupati Tubaba M Firsada, mengambil sumpah jabatan 7 orang pejabat yang dilantik menjadi pejabat eselon II, di lingkup Pemkab setempat, Selasa (23/7/2024). (Arie/NK)

Tulang Bawang Barat

Pj Bupati Tubaba Lantik 7 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungannya

Selasa, 23 Jul 2024 - 20:04 WIB

Pj Bupati Mulyadi Irsan, pukul gong sebagai penanda dimulainya Pekan Imunisasi Nasional Polio di Kabupaten Tanggamus, Sumberejo Selasa (23/7/2024). (Rapik/NK)

Tanggamus

Mulyadi Irsan Optimis Kabupaten Tanggamus Bebas dari Polio

Selasa, 23 Jul 2024 - 19:16 WIB

Pj Gubernur Lampung, Samsudin, ketika menghadiri acara PIN. (Foto: Diskominfotik)

Lampung

1 Juta Lebih Anak Ditarget Imunisasi Polio

Selasa, 23 Jul 2024 - 16:30 WIB