Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Lomba Bertutur tingkat SD dan MI se-Kabupaten Pringsewu tahun 2026. Kegiatan bertema kepahlawanan dan legenda rakyat ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-17 Kabupaten Pringsewu.
Pringsewu (Netizenku.com): Lomba dibuka langsung oleh Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Komplek Perkantoran Pemkab Pringsewu, Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, Selasa (21/4/2026).
Dalam sambutannya, Riyanto menegaskan bahwa membaca merupakan unsur penting dalam pendidikan, baik formal maupun nonformal. Karena itu, budaya membaca perlu terus dibina dan dikembangkan sejak dini melalui berbagai upaya, termasuk optimalisasi peran perpustakaan di sekolah dan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kegemaran membaca juga dapat diasah melalui kegiatan perlombaan seperti lomba bertutur. Selain menumbuhkan sportivitas, kegiatan ini melatih kemampuan bersosialisasi dan berkompetisi, sekaligus menjadi wadah bagi anak-anak untuk menampilkan kreativitas, bakat, serta wawasan dari hasil membaca.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi yang gemar membaca, mencintai perpustakaan, serta menghargai budaya nusantara. Nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, semangat kebangsaan, dan menjadikan tokoh pahlawan sebagai teladan.
“Cerita rakyat dapat menumbuhkan rasa kagum terhadap kekayaan budaya bangsa, sekaligus memperkuat persatuan dalam bingkai kebangsaan Indonesia. Dengan dukungan semua pihak, termasuk Bunda Literasi, anak-anak diharapkan dapat terus berkembang dan berprestasi,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Pringsewu, Rahayu Sri Astutik Riyanto, mengatakan bahwa tantangan meningkatkan minat baca anak saat ini semakin besar, terutama dengan hadirnya media sosial dan hiburan digital. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menumbuhkan budaya literasi.
“Semangat literasi adalah perjuangan bersama. Kita harus terus mendorong anak-anak memiliki minat baca yang kuat demi membentuk generasi yang berkarakter dan unggul,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pringsewu, Dr. Nuriyanto, menjelaskan lomba ini diikuti 51 peserta dari sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu.
Para pemenang akan memperoleh hadiah total jutaan rupiah serta kesempatan mewakili Kabupaten Pringsewu ke tingkat Provinsi Lampung hingga nasional. Materi lomba bersumber dari cerita daerah Lampung yang telah disesuaikan tanpa menghilangkan esensi.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 21 hingga 22 April 2026. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan 500 eksemplar buku hasil proyek aktualisasi BKPSDM untuk memperkaya koleksi perpustakaan di Kabupaten Pringsewu. (*)








