Efek Kejut TPA Bakung yang Bikin Bingung

Hendri Setiadi

Minggu, 29 Desember 2024 - 01:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Bandarlampung terbelalak. Mereka terkejut lantaran selama ini dibiarkan oleh pemerintahnya hidup bersanding dengan TPA Bakung yang tercemar berat. Saking parahnya sampai membikin Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup, turun gunung.

(Netizenku.com): CELAKANYA, Hanif datang bukan sekadar meninjau. Dia malah langsung menyegel TPA Bakung. Tanpa tedeng aling-aling, mantan Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, ini mendorong agar penyegelan segera ditindaklanjuti dengan meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan. Dengan kata lain mesti ada tersangka dari pembiaran terus berlangsungnya pencemaran lingkungan di TPA Bakung.

Tapi mungkinkah predikat Hanif sebagai menteri dan rekam jejaknya yang sudah malang melintang meniti karir di bidang lingkungan hidup itu, tidak diimbangi dengan cara kerja profesional? Jangan-jangan Pak Menteri ini tipikal pejabat yang tidak prosedurial. Atau malah, sebagai menteri baru, sepak terjangnya cuma sekadar mengedepankan euforia semata. Petantang-petenteng sambil serampangan perintah ini-itu tanpa menjalankan prosedurial. Yah, bisa dibilang stereotip “anak kemarin sore” yang tetiba menyandang embel-embel “bosqu”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangan salahkan bila ada warga Bandarlampung yang sampai punya dugaan semacam itu. Sebab pemimpin di Kota Tapis Berseri ini saja sampai geleng-geleng kepala dibuat bingung oleh sepak terjang Pak Menteri KLHK.

Coba simak di pemberitaan media massa, bagaimana Bunda Walikota kebakaran jenggot…eh, dibuat terheran-heran atas penyegelan Bakung. Kok bisa-bisanya TPA yang sudah beroperasi sejak 1994 itu, baru sekarang kena semprit. Dituding tidak dikelola secara baik. Bahkan dibilang sebagai sumber pencemaran lingkungan.

Baca Juga  Labuhan Jukung Ditinggal Wisatawan, Ada Apa dengan Tata Kelolanya?

Tudingan itu saja sudah terasa mengejutkan. Apa iya pemerintahan yang dipimpin Bunda sudah sampai bersikap abai sedemikian rupa. Hingga rela mengorbankan hak warganya memperoleh lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Asal tahu saja Pak Menteri, Bunda Walikota ini sangat peduli kesehatan warga. Malah bukan hanya sebatas kesehatan jasmani, tok. Sampai kesehatan rohani pun dipikirkan. Tengok saja gelaran kegiatan-kegiatan keagamaan yang full siraman rohani.

Bahkan, untuk urusan rohani dan jasmani, Bunda Walikota sampai bela-belain merogoh kocek Pemkot Bandarlampung hingga Rp12 miliar untuk membentangkan jembatan penyeberangan orang (JPO) Siger Milenial. Mahal banget? ups sabar, jangan gegabah terlalu cepat menilai kayak kerja sat-set Pak Menteri KLHK yang grasa-grusu main segel TPA Bakung.

JPO sepanjang 200 meter yang menghubungkan perkantoran pemkot dengan Masjid Agung Al Furqon ini, bukan sembarang jembatan. Ini JPO mewah. Kalau kata Bunda Walikota sarat manfaat. Bisa menjadi salah satu spot foto terbaik di Kota Bandarlampung dengan menyuguhkan keindahan laut dan juga wajah kota. Sampai mempermudah umat yang hendak bersujud di Rumah Allah. Maaf ngomong nih Pak Menteri, kalau keluarin ongkos Rp12 M untuk jembatan saja bisa, apalagi kalau cuma mengelola TPA Bakung.

Atau masih kurang bukti untuk menunjukkan betapa pedulinya pemimpin kota ini terhadap warganya. Kalau nanti Pak Menteri berkesempatan datang lagi ke Bandarlampung silakan jajal berjalan di JPO Siger Milenial. Bila sudah sampai di seberang, berjalan sedikit menyusuri pelataran Masjid Agung Al Furqon. Di situ akan terlihat sebuah menara besar yang menjulang tinggi. Dari luar terlihat seperti menara biasa. Pak Menteri mesti tengok di balik pintu menara itu. Harusnya akan terlihat ada lift di sana.

Baca Juga  "GoodB(a)y" Bibi, Lupakan Mimpi Jadi Raja Bayangan

Kalau buka catatan, kita bakal tahu bahwa pembangunan menara setinggi 114 meter dan dilengkapi fasilitas lift hingga ketinggian 100 meter itu, telah menelan biaya tak kurang Rp20 miliar. Bunda Walikota meresmikannya 18 Juni 2021 silam.

Kalau mau tahu apakah semenjak dipasang lift sampai sekarang sudah pernah dioperasionalkan sebagai bagian dari wisata religi? Nah, kalau nanti Pak Menteri berkesempatan bertatap muka dengan Bunda Walikota, silakan ditanyakan langsung. Agar tidak terjadi miskomunikasi seperti pada perkara penyegelan TPA Bakung itu.

Tapi tolong diingat, jika memang Pak Menteri kepingin datang lagi, coba deh ketuk pintu kasih salam dulu ke Bunda Walikota sebagai tuan rumah. Jangan seperti kemarin, ujug-ujug sudah sampai Bakung tanpa koordinasi ke Bunda Walikota. Akhirnya Bunda jadi kaget. Apalagi tiba-tiba sampai ada penyegelan. Bunda tambah bingung. Duh, tolong diingat jangan diulang lagi ya, Pak Menteri.

Soal tudingan Pak Menteri, bahkan sampai mendorong harus ada tersangka dalam kasus TPA Bakung itu, apa tidak ada kesempatan lagi buat dikompromiin?

Baca Juga  Dari Dapur MBG ke Meja Anak: Siapa yang Kenyang Sebenarnya?

Apalagi kalau Pak Menteri baca pemberitaan yang menyajikan penjelasan Bunda Walikota, bahwa Pemkot Bandarlampung sesungguhnya sudah berupaya sebaik mungkin mengelola TPA Bakung. Bahkan sudah banyak calon investor yang menawarkan keinginan kerja sama untuk mengelolanya. Kalau pun sampai sekarang mekanisme pengelolaan sampah belum memenuhi standar 9 asas untuk 3 tujuan yang Pak Menteri utarakan ke kawan-kawan pers, ya mohon bersabarlah.

Pak Menteri pasti tahu kalau baru saja ada perhelatan pilkada serentak. Bunda Walikota tuh sebagai peserta di kontestasi tersebut. Jadi maklum kalau urusan TPA Bakung belum terlalu diseriusi. Kalau Pak Menteri kurang yakin dengan pemaparan saya tentang betapa pedulinya Bunda Walikota dengan warganya, Pak Menteri boleh deh survei kecil-kecilan ke masyarakat.

Tanyakan janji-janji politik Bunda Walikota saat berkampanye kemarin. Semuanya pasti berisi kepedulian berkadar tinggi terhadap nasib warga. Saya yakin soal TPA Bakung pasti sudah terpikirkan untuk dikelola dengan baik. Tapi sabar! Apalagi setelah Pak Menteri beri shock therapy seperti sekarang. Urusan Bakung pasti bakal sat-set diberesi.

Tapi Pak, andai boleh kasih spill, kalau pun harus ada tersangka di perkara TPA Bakung, kiranya siapa? kan Pak Menteri sendiri yang bilang sudah mengantongi semua informasi lengkapnya. Malah Pak Menteri sampai mendorong-dorong penyidik untuk segera memproses. Kalau keberatan sebut nama, bocorin dikit aja, Pak. Inisialnya apa? Please….(*)

Berita Terkait

Dari Dapur MBG ke Meja Anak: Siapa yang Kenyang Sebenarnya?
“GoodB(a)y” Bibi, Lupakan Mimpi Jadi Raja Bayangan
Labuhan Jukung Ditinggal Wisatawan, Ada Apa dengan Tata Kelolanya?
ASN Lampung Barat di Persimpangan 2026
Lampung Barat: Ketika Amanah Dijadikan Pekerjaan Paruh Waktu
Tujuh Pejabat Baru, Ujian Sesungguhnya Baru Dimulai
Amanah di Singgasana, Bukan Sekadar Pencitraan
Kunker ke Lampung Barat, Gubernur Bawa Dua Janji Manis

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:43 WIB

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Senin, 2 Februari 2026 - 20:02 WIB

Forkopimda Tubaba Ikuti Rakornas 2026 di Bogor

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:11 WIB

Kecamatan Tumijajar Gelar Musrenbang, Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:56 WIB

Pemkab Tubaba Gelar Rakor KMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:48 WIB

DPC PDIP Tubaba Gelar Musancab, Target 10 Kursi Pemilu 2029

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:11 WIB

Joko Kuncoro Resmi Pimpin NasDem Tubaba Periode 2025-2029

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:05 WIB

Kejari Tubaba Imbau Warga Waspadai Penipuan Catut Nama Pejabat

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:16 WIB

Pastikan Layanan Merata, Wabup Tubaba Tinjau Pengobatan Gratis Tubaba Q Sehat

Berita Terbaru

Lampung

DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat

Minggu, 22 Feb 2026 - 22:34 WIB

Petugas menunjukkan barang bukti senjata api dalam rilis kasus perampokan Rp800 juta di Mapolres Tubaba, Jumat (20/2/2026). Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Sabtu, 21 Feb 2026 - 07:43 WIB