Kunjungan Komisi VII DPR RI ke Lampung, Gubernur Lampung Dorong Industri, UMKM, dan Pariwisata

Tauriq Attala Gibran

Jumat, 24 April 2026 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Kantor Gubernur Lampung, Jumat (24/4/2026). Rombongan dipimpin Saleh Partaonan Daulay.

Lampung (Netizenku.com): Kunjungan ini membahas kebijakan peningkatan sektor perindustrian, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, serta sarana publikasi di Provinsi Lampung.

Dalam pemaparannya, Mirzani menegaskan bahwa ekonomi Lampung masih bertumpu pada sektor pertanian. Dari total wilayah sekitar 3 juta hektare, sebanyak 1,8 juta hektare merupakan lahan pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komoditas utama meliputi padi, jagung, dan singkong. Hampir dua juta keluarga menggantungkan hidup dari sektor ini.

“Kondisi ini menunjukkan pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Lampung,” ujar Mirzani.

Namun, keterbatasan anggaran menjadi tantangan. Dengan APBD sekitar Rp6,7 triliun, pemerintah harus membiayai pembangunan infrastruktur di wilayah yang luas.

Infrastruktur menjadi kunci untuk mendukung distribusi hasil pertanian.

Baca Juga  Kasus HIV di Lampung Meningkat, DPRD Lampung Desak Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pencegahan

Mirzani juga menyoroti pentingnya kebijakan harga komoditas. Intervensi harga gabah dan jagung terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada tahun sebelumnya, ekonomi Lampung tumbuh 5,28 persen, melampaui rata-rata nasional.

Sejumlah indikator sosial ekonomi juga membaik. Tingkat kemiskinan turun dari 10,7 persen menjadi 9,6 persen. Inflasi tercatat rendah, yakni 1,25 persen. Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat hingga sekitar 130.

Di sektor industri, kontribusi terhadap PDRB baru mencapai 18 persen. Industri masih didominasi pengolahan komoditas mentah. Dari potensi Rp150 triliun, baru Rp30 triliun yang masuk ke industri hilirisasi.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan pengembangan lima kawasan industri. Langkah ini didukung posisi strategis pelabuhan sebagai pintu ekspor Sumatera bagian selatan.

Sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif. Kunjungan wisatawan nusantara naik dari 17 juta pada 2024 menjadi 27 juta pada 2025.

Baca Juga  RDP DPRD Lampung Sepakati Solusi Sementara untuk Pengrajin Tanah Liat

Namun, lama tinggal wisatawan masih rendah, rata-rata 1,3 hari. Tingkat belanja juga belum optimal.

“Perlu ekosistem pariwisata yang terintegrasi agar wisatawan tinggal lebih lama,” katanya.

Di sektor UMKM, terdapat sekitar 398 ribu pelaku usaha. Sebanyak 70 persen dikelola perempuan. Tantangan utama adalah kesamaan produk dan kapasitas produksi yang terbatas.

Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengapresiasi capaian Lampung. Ia menilai ada kemajuan signifikan dalam satu setengah tahun terakhir.

“Terlihat gairah pembangunan yang mulai tumbuh di Lampung,” ujarnya.

Ia menilai potensi Lampung tidak hanya pada sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyampaikan hasil kunjungan kerja.

Salah satu poin penting adalah dorongan pembangunan kawasan industri. Dari lima kawasan yang direncanakan, satu akan berada di Way Kanan. Empat kawasan lainnya masih dalam tahap pembahasan.

Baca Juga  Gubernur Lampung Dorong Penataan Ulang UMKM Lampung, Stop Persaingan Tidak Sehat!

Di sektor pariwisata, dibahas pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pesawaran dan Lampung Selatan.

Pemerintah pusat juga membuka peluang insentif, termasuk tax holiday, meski masih perlu harmonisasi regulasi.

Untuk UMKM dan ekonomi kreatif, Komisi VII mendorong pembentukan agregator atau holding.

Langkah ini penting agar produk UMKM memiliki skala ekonomi dan mampu menembus pasar ekspor.

“UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Perlu sistem yang menguatkan kapasitas produksi,” kata Chusnunia.

Selain itu, hilirisasi singkong menjadi perhatian. Pengembangan produk turunan seperti mocaf dinilai memiliki potensi besar.

Komisi VII juga mendorong Kementerian Perindustrian membuka peluang investasi di sektor ini.

Kunjungan kerja ini diharapkan memperkuat sinergi pusat dan daerah. Tujuannya jelas, mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung yang berkelanjutan berbasis potensi lokal. (*)

Berita Terkait

Pansus DPRD Lampung Soroti LKPJ 2026, Minim Data dan Indikator Kinerja
Gubernur Lampung Apresiasi Polda Lampung Ungkap Kasus TPPO Anak di Surabaya
DPRD Lampung Soroti Pengawasan Lapak Kurban Musiman Jelang Iduladha
Korban TPPO Dipulangkan, Dewi Mayang Suri Djausal Apresiasi Polda Lampung
Rakerda 2026, Jihan Ajak Pramuka Perkuat Karakter Pemuda
DPRD Lampung Dukung Proyek PSEL, Ubah 1.100 Ton Sampah Jadi Energi Listrik
MBG Lampung 2026 Diprediksi Datangkan Rp12 Triliun
DPRD Lampung Siapkan Raperda Urban Farming

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:25 WIB

Pansus DPRD Lampung Soroti LKPJ 2026, Minim Data dan Indikator Kinerja

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

DPRD Lampung Soroti Pengawasan Lapak Kurban Musiman Jelang Iduladha

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:14 WIB

Korban TPPO Dipulangkan, Dewi Mayang Suri Djausal Apresiasi Polda Lampung

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:43 WIB

Rakerda 2026, Jihan Ajak Pramuka Perkuat Karakter Pemuda

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:42 WIB

DPRD Lampung Dukung Proyek PSEL, Ubah 1.100 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:12 WIB

MBG Lampung 2026 Diprediksi Datangkan Rp12 Triliun

Senin, 11 Mei 2026 - 20:25 WIB

DPRD Lampung Siapkan Raperda Urban Farming

Senin, 11 Mei 2026 - 20:19 WIB

Gubernur Mirza Kawal Percepatan PSEL Lampung Raya

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Percepat Transformasi Sistem Kerja ASN

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:41 WIB

Lampung Selatan

Lampung Selatan Tuntaskan 99,9 Persen Imunisasi Zero Dose 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:38 WIB

Tulang Bawang Barat

Kementan Salurkan Bantuan Tebu, Kopi, dan Kakao untuk Petani Tubaba

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:11 WIB