DPRD Lampung Tekankan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Utama Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Tauriq Attala Gibran

Senin, 27 Juli 2026 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Provinsi Lampung menilai penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Peran orang tua dinilai tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh sekolah maupun pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada anak.

Lampung (Netizenku.com): Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Elly Wahyuni, menyampaikan keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter sekaligus memberikan rasa aman bagi anak. Karena itu, orang tua perlu terlibat aktif dalam pendidikan, pengawasan, dan pemenuhan kebutuhan anak.

“Yang utama adalah ketahanan keluarga. Orang tua harus aktif mendidik anak, tidak menyerahkan seluruhnya kepada sekolah, karena keluarga adalah benteng pertama,” ujar Elly saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/7/2026).

Baca Juga  Ribuan Warga Meriahkan HUT ke-344 Bandar Lampung

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, upaya pencegahan harus berjalan beriringan dengan penanganan korban ketika kasus kekerasan terjadi. Pemerintah daerah harus memastikan korban memperoleh pendampingan dan layanan pemulihan secara optimal.

Elly menyebut keterbatasan anggaran masih menjadi salah satu kendala dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dukungan pembiayaan dibutuhkan untuk berbagai layanan, mulai dari pendampingan psikologis, layanan kesehatan, hingga kebutuhan visum.

Karena itu, ia meminta anggaran organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani persoalan perempuan dan anak lebih diprioritaskan untuk pelayanan masyarakat.

“Anggaran OPD yang menangani perempuan dan anak harus diperbesar dan diprioritaskan untuk pelayanan masyarakat, bukan sekadar operasional. Penanganan korban membutuhkan dukungan biaya yang memadai,” katanya.

Baca Juga  Peduli TB Lampung Diluncurkan, Percepat Penemuan Kasus Menuju Eliminasi TB 2030

Elly mengatakan keterbatasan fiskal tidak hanya dihadapi Pemerintah Provinsi Lampung, tetapi juga pemerintah kabupaten dan kota. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan daerah dalam memberikan pelayanan kepada korban kekerasan.

Menurutnya, keberadaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak perlu dioptimalkan agar korban mendapatkan pendampingan sejak proses pengaduan hingga pemulihan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah pembiayaan visum bagi korban kekerasan seksual. Elly mengatakan masih terdapat korban yang harus menanggung biaya visum secara mandiri karena rumah sakit umum belum memiliki dukungan anggaran khusus untuk layanan tersebut.

“Korban pemerkosaan wajib mendapat layanan visum tanpa dibebani biaya. Namun, keterbatasan anggaran di rumah sakit umum masih menjadi kendala dalam memberikan layanan visum bagi korban kekerasan,” tegasnya.

Baca Juga  Pemprov Lampung dan Kejati Perkuat Sinergi Kawal Program Pemerintah dan Pelayanan Publik

Ia berharap pemerintah pusat turut memperkuat dukungan pembiayaan bagi pemerintah daerah sehingga keterbatasan APBD tidak menghambat pelayanan dan pemulihan korban.

Di sisi lain, Elly mengakui keterbatasan anggaran turut memengaruhi rencana pembentukan posko pengaduan baru. Meski demikian, masyarakat tetap dapat melaporkan kasus kekerasan melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Lampung.

Elly menegaskan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Penguatan ketahanan keluarga, keterlibatan aktif orang tua, serta dukungan pemerintah melalui layanan perlindungan harus berjalan beriringan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. (*)

Berita Terkait

BPK Periksa Pemprov Lampung, Lima Aspek Jadi Fokus Semester II 2026
Wagub Jihan Aktifkan Destana Hadapi Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berpotensi Meluas, Komisi II DPRD Lampung Minta Mitigasi Diperkuat
Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
PDI Perjuangan Lampung Selatan Bagikan Masker dan Bentuk Tim Mitigasi Gunung Anak Krakatau
ANTARA Dukung Penguatan Kerja Sama Media Asia-Pasifik Hadapi Disrupsi Digital
Warga Bandar Lampung Diimbau Waspada Paparan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BULOG Turun Serentak ke Pasar, Stok Beras Lampung Capai 264.884 Ton

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:14 WIB

Mendes PDT Soroti Kebun Anggur BUMDes Merak Berseri di Lampung Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 18:21 WIB

Komisi X DPR RI Dorong Pemerataan Sarana Pendidikan melalui Program Revitalisasi Sekolah

Minggu, 6 September 2026 - 18:18 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Siapkan Langkah Antisipasi

Minggu, 6 September 2026 - 18:16 WIB

Gunung Anak Krakatau Level III, Pemkab Lampung Selatan Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Sabtu, 5 September 2026 - 14:44 WIB

Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:45 WIB

PWI Lampung Selatan Audiensi dengan DPRD, Bahas HPN dan Porwanas 2027

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Kapolres Lamsel Komitmen Perkuat Keamanan untuk Dukung Pariwisata dan Kesejahteraan Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Mendes PDT Soroti Kebun Anggur BUMDes Merak Berseri di Lampung Selatan

Minggu, 6 Sep 2026 - 19:14 WIB