Pringsewu (Netizenku.com): DPRD Kabupaten Pringsewu gelar hearing terkait lanjutan sidak komisi 2, bersama pemerintah kabupaten tentang kelangkaan minyak goreng yang dijual di pasar, mini market, maupun super store, di Ruang Rapat DPRD setempat, Rabu (16/02).
Dalam hearing tersebut Ketua Komisi 2, Maulana, mengatakan sudah beberapa hari ini pihaknya bersama Pol PP sidak ke Pasar Sari Nongko, mini market dan store.
Ia menambahkan tujuan sidak berdasarkan adanya laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi kelangkaan minyak goreng. Meski tersedia namun dijual dengan harga mahal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lanjutnya pada saat sidak ke beberapa mini market Alfamart tidak ditemukan minyak goreng baik di pajangan maupun di gudang sedikit pun, sedangkan untuk Indomart ada sedikit temuan di pajangan tidak ada minyak goreng, di gudang juga tidak ada, tetapi di tempat lain ada simpanan minyak goreng yang di tutupi dengan dus dan ada juga beberapa liter minyak goreng yang tersimpan di tempat lainnya, jumlah minyak goreng yang ditemukan sebanyak 56 liter
“Adapun keterangan pihak Indomaret pada saat itu minyak tersebut untuk penggorengan fried chiken yang dipakai 8 liter setiap tiga hari sekali, sehingga dari hasil penemuan tersebut minyak goreng tersebut di simpan oleh pihak Pol PP,” terangnya.
Lanjutnya tujuan diadakan hearing hari ini agar bisa mencari titik temu, mengapa minyak goreng langka, siapa pelakunya, untuk pihak Indomaret juga akan menjelaskan tentang penyimpanan minyak goreng yang ditemukan pada sidak kemarin.
“Pihak UMKM bisa menyampaikan keluhan/dampak tentang kelangkaan minyak goreng, dan untuk pihak Koperindag apa langkah kedepan untuk menyikapi kelangkaan minyak goreng tersebut,” ujarnya.
Di tempat yang sama pihak UMKM Rafin Snack Rus mengatakan, UMKM sangat berdampak, karena industrinya bahan keripik, jadi bila minyak kosong banyak barang yang tidak bisa diproduksi sehingga stok rafin kosong.
“Terkadang untuk mengatasinya kami pihak UMKM membeli minyak goreng ke toko yang mempunyai stok dengan harga mahal. Perlu diketahui kebutuhan minyak goreng di Rafin Snack perhari 36 liter, tetapi sementara sekarang minyak goreng hanya dapat satu dus perminggunya, itupun dibeli dengan harga mahal,” ujarnya.
Sedangkan Bambang Robani dengan merek dagang Robani mengatakan, produk jenis dagang Robani terdiri dari klanting, getuk, rengginang, zipang, ondel-ondel, dan lainnya, semua jenis industri tersebut harus menggunakan minyak goreng.
Ia menambahkan karena kelangkaan minyak goreng tersebut, orderan untuk ke Taiwan 1 ton klanting belum bisa diproduksi.
“Kami juga sudah 10 hari tidak bisa produksi, karena nggak ada minyak goreng, sehingga 80 pegawai stop kerja selama 10 hari. Untuk kebutuhan minyak goreng perhari di UMKM Robani sebanyak 150 liter, selama ini minyak goreng memakai merek Fortune pesan ke Teluk Bandarlampung sampai sekarang belum ada stok,” jelasnya.
Sementara Kabid Koperindag, Reka, menerangkan berdasarkan jumlah penduduk Kabupaten Pringsewu 293.510 KK, IKM 214, UMKM 196 sehingga dari hitungan tersebut kabupaten ini membutuhkan minyak goreng sebanyak 22.066 liter/hari
Adapun langkah dari Dinas Koperindag Kabupaten Pringsewu akan mengadakan operasi pasar murah minyak goreng dengan het 14.000/liter.
“Hal tersebut sedang dalam proses pihak Dinas Koprindag telah dianjurkan untuk kerja sama dengan PT Tunas Baru Lampung, dan sudah dilakukan kerja sama, dengan jawaban dari pihak PT Tunas Baru Lampung bila ada stok minyak goreng baru bisa dilaksanakan,” ujar Reka.
Dari pihak Alfamart, Penti, mengatakan untuk minyak goreng kesulitannya karena belum disuplay sehingga pihaknya kesulitan untuk mengisi ke retail, oleh karena pihak Alfamart tidak bisa menentukan stok minyak goreng dalam pengiriman
“Tetapi pagi ini merek minyak m dan n produk baru, pihak Alfamart dikirim sebanyak 2000 karton yang ukuran minyak 900 ml dan 1 liter, barang tersebut akan dikirim ke seluruh Alfamart yang ada di Lampung dengan dibagi dua sampai 3 karton per Alfamart,” jelasnya.
Sementara dari pihak Indomart yakni Manejer Cabang Lampung, Aji, mengatakan pihaknya memang ada beberapa cabang yang menjual produk fried chiken, sehingga ada teknik khusus untuk pengorengannya, untuk stok minyak gorengnya berbeda dengan stok minyak goreng yang akan dijual.
“Karena untuk ketentuan setiap penggorengan 200 PC fried chiken minyak gorengnya diganti selama dua hari. Untuk satu camber perlu minyak 8 liter, dan di Indomaret mempunyai dua camber penggorengan, adapun untuk stok menurut SOP Indomaret untuk penggorengan fried chiken hanya boleh menyimpan stok minyak goreng maksimal 60 liter,” jelasnya.
Adapun kaban pol PP Ibnu menanggapi, pihaknya sebagai pelindung masyarakat, akan menampung tentang keresahan masyarakat, apalagi tentang langkanya minyak goreng yang diperlukan setiap harinya.
“Bila mana pihak Indomaret bisa memberikan keterangan yang bisa di pertanggung jawabkan minyak gorengnya kami kembalikan, tetapi bila tidak sesuai dan meragukan minyak goreng tersebut kami tahan dan akan kami lakukan tindakan selanjutnya,” jelasnya. (Rz/len)








