Tes Covid-19 Calon Kada Bikin Reihana Was-Was

Redaksi

Senin, 31 Agustus 2020 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, menghadiri rapat koordinasi bersama KPU Lampung di Aula KPU setempat, Senin (31/8). Foto: Netizenku.com

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, menghadiri rapat koordinasi bersama KPU Lampung di Aula KPU setempat, Senin (31/8). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, mengaku sempat merasa was-was ketika menerima surat dari KPU Provinsi Lampung Nomor 146 pada 27 Agustus lalu.

Surat tersebut menyatakan pemilihan serentak lanjutan akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 di 8 kabupaten/kota yang ada di Lampung. Dimana salah satu pada persyaratan pencalonan adalah pemeriksaan swab test atau tes usap Covid-19.

\”Jujur saya malah agak was-was, karena tatkala ada salah satu paslon itu yang positif, berarti beliau ini kan harus diisolasi selama 14 hari,\” kata Reihana dalam rapat koordinasi bersama KPU Provinsi di Bandarlampung, Senin (31/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Kami tidak mau dari pihak kesehatan ini dianggap nanti gegara kami paslon ini tidak mulus melaju ke 9 Desember. Itu saya sangat was-was juga,\” lanjut dia.

Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) ini mengaku beberapa pasangan bakal calon kepala daerah (balon kada) menghubungi dirinya.

\”Beberapa paslon juga, jujur, sudah menghubungi saya secara pribadi, dan agak was-was juga \’Bagaimana kalau nanti saya positif?\’ Saya sampaikan enggak usah ragu Pak, ikuti saja prosedur,\” ujarnya.

Setelah menerima surat KPU, Reihana langsung menghubungi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

\”Saya bicara secara langsung dengan Bapak Gubernur. \’Pak kita enggak bisa menunggu sampai 4 September karena ini akan ada pemeriksaan swab. Kalau ini tidak kita mulai dari sekarang nanti akan merugikan paslon Pak,\” tutur dia.

Reihana memberikan saran kepada Gubernur Lampung agar balon kada membawa surat keterangan dari salah satu partai politik pengusung saat akan melakukan pemeriksaan PCR Covid-19 di RSUDAM.

\”Kenapa itu kami lakukan, karena saat ini Provinsi Lampung belum membuka swab test mandiri untuk masyarakat. Kami baru fokus kepada pasien-pasien tracing dan diagnosa pasti,\” jelasnya.

Saat ini Dinas Kesehatan hanya melakukan tes cepat atau rapid test untuk screening bagi masyarakat umum.

\”Saya takut semua datang ke RSUDAM karena ini ada swab test, tanpa surat minta swab semua. Walaupun mandiri secara berbayar kami belum melakukan itu,\” ujarnya.

Akhirnya saran Reihana diterima oleh Arinal Djunadi.

\”Disetujui oleh Pak Gub, untuk paslon silahkan secara mandiri ke Lab RSUDAM. Jadi sebenarnya sejak 2 hari yang lalu lab kami sudah siap.\”

\”Saya sudah minta ke Pak Wadir dipersiapkan, jangan sampai kalau ada calon yang datang kita tolak. Beliau melaporkan ada yang datang tapi cuma suratnya doang, orangnya enggak ada,\” tutup Reihana.

Ketua KPU Lampung Erwan Bustami mengapresiasi respon pemerintah provinsi terkait pelaksanaan tes usap atau PCR Covid-19 balon kada.

\”Karena di beberapa provinsi, sampai dengan hari ini, koordinasi terkait dengan pemeriksaan PCR Covid-19 belum finalisasi. Provinsi Lampung alhamdulilah responsifnya cepat,\” kata Erwan.

Pelaksanaan tes usap Covid-19 akan dilaksanakan secara mandiri di RSUDAM sebelum pendaftaran balon kada dimulai pada 4-6 September.

\”Atas dasar masukan Ikatan Dokter Indonesia, sebelum dilaksanakan pemeriksaan jasmani dan rohani, balon kada dan wakil kada harus dinyatakan negatif Covid-19,\” ujar Erwan. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:17 WIB

Menelisik Jejak Kaki-Tangan Dadan Cs di MBG Lampung

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:19 WIB

Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:39 WIB

Dramaturgi Geleng-Angguk MBG

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:53 WIB

Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:55 WIB

Sekber Pantau MBG Lampung, “Nggak Ada Gunanya?”

Rabu, 29 April 2026 - 13:27 WIB

Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api

Senin, 27 April 2026 - 10:28 WIB

Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?

Berita Terbaru

Bandarlampung

Jalan Sehat HUT Bandar Lampung Siapkan Hadiah Rumah dan Mobil

Kamis, 25 Jun 2026 - 13:32 WIB

Lampung Barat

POP III Lampung Barat Jadi Ajang Persiapan Porprov 2026

Kamis, 25 Jun 2026 - 11:55 WIB

Pringsewu

Pagelaran Budaya Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 di Pringsewu

Kamis, 25 Jun 2026 - 11:52 WIB

Pringsewu

DWP Pringsewu Gelar Rakor dan Pelatihan Wirausaha

Kamis, 25 Jun 2026 - 11:50 WIB