Warga Tolak Pembangunan Menara BTS di Pringsewu

Redaksi

Jumat, 16 Maret 2018 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu (Netizenku): Sejumlah masyarakat Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu menolak rencana pembangunan menara BTS milik PT Excelcomindo Pratama Tbk di wilayah mereka.

Hal itu dibuktikan warga dengan membentangkan spanduk berisi tulisan penolakan pembangunan menara tersebut.

Dari pantauan Netizenku.com, masyarakat yang merasa berkeberatan dan tidak setuju dengan rencana pembangunan menara BTS tersebut, dikumpulkan di rumah Kepala Dusun (Kadus) 7 Pujosari, Rudiyanto.

Baca Juga  Konflik Agraria Way Lima Memanas, Masyarakat Adat Tantang PTPN I

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\"\"

Dalam rapat yang dihadiri jajaran Polsek Gadingrejo dan Babinsa tersebut, sejumlah warga nampak dimintai keterangan atas apa yang menjadi keberatan atas rencana pembangunan tersebut.

Saat diwawancarai, Kepala Pekon Mataram Wagino mengatakan jika alasan warga menolak berdirinya menara BTS tersebut karena akan menimbulkan radiasi.

Baca Juga  DPRD Pesawaran Tolak Pemanfaatan Lahan Sekolah untuk Program KMP

\”Pemilik lahan yang disewa lahannya oleh pihak XL datang ke kantor dengan membawa lembaran foto kopi dan tandatangan. Memang awalnya, baik pihak pengembang dan juga pemilik lahan sudah sempat menyampaikan perihal rencana pembangunan menara BTS ini,\” ucap Wagino, Jumat (16/3) petang.

Untuk selanjutnya, Wagino mengatakan jika pihaknya bersama Kadus 7 akan berusaha mengumpulkan masyarakat untuk diberi penjelasan.

Baca Juga  Diduga Bermasalah, FOKAL Soroti Proyek Irigasi BBWS Mesuji Sekampung

Diketahui, lahan yang diatasnya akan dibangun menara BTS ini merupakan lahan milik warga setempat yakni Sindom Riyanto.Lahan tersebut merupakan ladang yang ditumbuhi pohon kelapa dan kakao.

Sementara, di sebalah kanan dan kiri serta seberang lokasi berdiri rumah warga, termasuk tempat ibadah Umat Hindu. (Darma)

Berita Terkait

Dua Siswa di Pesawaran Dihentikan MBG Usai Orang Tua Kritik Program
Konflik Agraria Way Lima Memanas, Masyarakat Adat Tantang PTPN I
Diduga Bermasalah, FOKAL Soroti Proyek Irigasi BBWS Mesuji Sekampung
PPL bersama Petani Desa Bernung Rayakan Swasembada Pangan
DPRD Pesawaran Pertanyakan Kejelasan Status KMP
DPRD Pesawaran Tolak Pemanfaatan Lahan Sekolah untuk Program KMP
DPD NasDem Pesawaran Rayakan HUT ke-14 dengan Semangat Kebersamaan
Insentif RT di Pesawaran Pakai Dana Desa, AMP Angkat Bicara

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 14:11 WIB

Pemprov Lampung Gaungkan Budaya K3 di 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:34 WIB

PKB Tetapkan Chusnunia sebagai Ketua DPW Lampung 2026–2031

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:52 WIB

Pemprov Lampung Siapkan PKN Tingkat II 2026

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:06 WIB

Kominfo dan PPPA Lampung Perkuat Sinergi PUSPAGA

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:59 WIB

HGU SGC Dicabut, Triga Lampung, Negara Harus Pastikan Tak Ada Kelebihan Lahan

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:52 WIB

Yozi Rizal Minta Pemerintah Pusat Transparan soal Pencabutan HGU Anak Usaha SGC di Lampung

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:41 WIB

Rokok Ilegal Marak, DPRD Lampung Dorong Penindakan Menyeluruh

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:27 WIB

Konflik Gajah-Manusia, DPRD Lampung Sambut Baik Langkah Presiden

Berita Terbaru

Lampung

Pemprov Lampung Gaungkan Budaya K3 di 2026

Senin, 26 Jan 2026 - 14:11 WIB

Lampung

PKB Tetapkan Chusnunia sebagai Ketua DPW Lampung 2026–2031

Sabtu, 24 Jan 2026 - 15:34 WIB

Lampung Selatan

Lampung Selatan Raih Predikat “Sangat Baik” ITKP 2025

Sabtu, 24 Jan 2026 - 10:35 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Siapkan PKN Tingkat II 2026

Jumat, 23 Jan 2026 - 16:52 WIB

Lampung

Kominfo dan PPPA Lampung Perkuat Sinergi PUSPAGA

Jumat, 23 Jan 2026 - 13:06 WIB