Dua Siswa di Pesawaran Dihentikan MBG Usai Orang Tua Kritik Program

Soheh

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya menjadi jaring pengaman pemenuhan gizi anak sekolah, justru diduga berubah menjadi alat hukuman.

Pesawaran (Netizenku.com): Dua murid di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, dilaporkan mengalami pemutusan MBG selama tiga hari setelah orang tua mereka mengkritik buruknya pelayanan program tersebut melalui media sosial.

Kedua murid tersebut merupakan kakak beradik, yakni Alfan, siswa kelas VI MI Al-Fatah, dan Arsya, murid TK RA MA Arif 1. Keduanya tidak lagi menerima jatah MBG yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program MBG Desa Trimulyo yang dikelola Yayasan Garanta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini memantik reaksi keras Wakil Ketua I DPRD Pesawaran, M. Nasir, bersama Komisi IV DPRD Pesawaran. Mereka turun langsung menemui kedua murid sekaligus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG MBG Trimulyo.

Dalam kunjungan ke sekolah kedua siswa tersebut, rombongan DPRD mendapati kondisi menu MBG yang dinilai tidak layak konsumsi. Salah satu temuan mencolok adalah buah salak dalam kondisi busuk yang tetap disajikan kepada siswa. Tak hanya itu, DPRD juga menilai telah terjadi diskriminasi terbuka terhadap dua anak tersebut sebagai dampak dari kritik orang tua mereka.

“Ini kan dampak dari orang tua siswa yang mengkritik. Kalau merasa dirugikan, seharusnya pihak dapur menempuh jalur hukum, bukan malah mengorbankan anaknya. Ini berdampak pada psikologis anak. Teman-temannya dapat, dia tidak. Ini kejam,” tegas M. Nasir.

Menurut Nasir, kritik yang disampaikan orang tua siswa merupakan kritik sosial yang wajar dan tidak bisa dijadikan alasan untuk menjatuhkan sanksi kepada anak. “Ini tidak bisa dibiarkan. Berdosa kita kalau diam. Anak-anak ini menjadi korban. Dari hasil diskusi kami, terbukti ada pemutusan MBG karena postingan orang tua yang memviralkan pelayanan buruk,” lanjutnya.

Komisi IV DPRD Pesawaran menyimpulkan bahwa pengelolaan dapur MBG Trimulyo telah melampaui batas kewenangan dan menunjukkan sikap arogansi.

“Kami melihat potensi gangguan psikologis serius terhadap anak. Ada juga intimidasi terhadap orang tua, serta upaya menakut-nakuti dengan salah tafsir undang-undang. Ini bukan hanya persoalan administrasi, tapi sudah masuk ranah hukum,” kata Nasir.

Atas dasar itu, DPRD secara tegas meminta dapur SPPG MBG Trimulyo segera ditutup dan diganti dengan pengelola lain. “Hari ini saya nyatakan, dapur MBG ini sudah layak ditutup. Saya minta PGN segera menutup dan menggantinya. Kalau tidak, akan terjadi gejolak di masyarakat. Pamong desa, pihak sekolah, semua sudah gerah,” ujarnya.

DPRD juga menyatakan akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi. “Kami akan merekomendasikan ini ke Presiden, Gubernur, Bupati, hingga PGN. Bahkan ada indikasi pelanggaran hukum karena intimidasi dan perundungan yang berdampak pada psikologis anak. Ini wilayah aparat penegak hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Dewi Ratih selaku penanggung jawab SPPG MBG Desa Trimulyo membantah tudingan tersebut. Ia menyebut keputusan yang diambil merupakan saran dari pusat.

“Kondisinya saat ini sedang panas. Nanti saya akan ke DPRD untuk menjelaskan secara detail dan membawa bukti. MBG itu dibagikan dari dapur, tidak selalu diantar ke sekolah,” ujarnya.

Ia juga mengklaim bahwa kedua anak tersebut sebenarnya tetap mendapatkan MBG. “Untuk dua anak itu, sebetulnya mereka dapat setiap hari. Jadi ada anak-anak yang tidak mampu itu diberikan ke yang bersangkutan. Saya punya buktinya. Sanksi yang saya berikan hanya satu periode, anggaran satu minggu memang tidak saya ajukan,” kata Dewi.

Namun demikian, ia menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam jika merasa diserang. “Kalau itu kritik atau saran kami terima. Tapi kalau sudah fitnah, ujaran kebencian, atau merusak nama baik, kami harus membela diri,” tambahnya.

Terkait permintaan DPRD untuk menutup dapur MBG, Dewi menyatakan pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan DPRD dan BGN pusat.

“Saya meminta maaf kepada semua pihak atas polemik yang terjadi di sini. Ke depan kami akan mengevaluasi program ini, memperbaiki diri, serta menerima saran dan kritik dari pihak mana pun. Untuk kedua anak yang sempat dilakukan pemberhentian MBG, per hari ini akan kami distribusikan kembali jatah MBG-nya,” janjinya. (*)

Berita Terkait

Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala
Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III IPSI Pesawaran Resmi Ditutup

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:42 WIB

Pemkot Bandar Lampung Rotasi Pejabat, Dua Camat Dilantik

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:35 WIB

Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Olok Gading

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:25 WIB

Eva Dwiana Siapkan Strategi Hadapi Banjir

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:20 WIB

Bandar Lampung Expo 2026 Jadi Inspirasi Peluang Usaha

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:15 WIB

Kebakaran Lahap Bengkel dan Toko Elektronik di Kedaton

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pemkot Bandar Lampung Targetkan PAD 2027 Rp1,164 Triliun

Senin, 20 Juli 2026 - 17:27 WIB

Konvoi 30 Jeep PPM Jadi Magnet Festival Budaya HUT ke-344 Kota Bandar Lampung

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Tubaba Gandeng Telkom University Bangun Pertanian Cerdas Berbasis AI dan IoT

Rabu, 29 Jul 2026 - 13:10 WIB

Oplus_131072

Tulang Bawang Barat

Kadisdikbud Tubaba Dorong Sekolah Perkuat Refleksi Program

Rabu, 29 Jul 2026 - 12:03 WIB

Bandarlampung

80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih

Rabu, 29 Jul 2026 - 11:45 WIB