Liwa (Netizenku.com): Jebolnya talud bendungan Way Haru Pekon Bandar Agung Kecamatan Suoh, Lampung Barat akibat hujan bukan hanya merendam rumah warga tapi juga merendam puluhan hektar sawah siap panen warga Pekon Bandar Agung dan Pekon Sri Mulyo.
Anggota DPRD Lampung Barat Sarwani, mengatakan akibat jebolnya bendungan Way Haru tersebut menyebabkan puluhan warga terancam mengalami kerugian dalam jumlah besar, akibat 49 hektar sawah siap panen warga Bandar Agung dan 2,5 hektar sawah warga Sri Mulyo terendam.
\”Akibat meluapnya Way Haru, yang merendam puluha hektar sawah warga, mengakibatkan kerusakan tanaman padi yang siap panen, untuk itu kami minta dinas terkait untuk mengambil langkah-langkah yang dapat meminimalisir kerugian,\” harap Sarwani, Kamis (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, sawah tersebut merupakan penopang utama hidup warga setempat, jadi kalau tidak dapat penanganan secepatnya, dikhawatirkan akan mengakibatkan kerawanan pangan.
Selain penanganan sawah warga kata Sarwani, pihaknya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk menangani bendungan way haru khususnya bagian talud yang jebol, sehingga tidak akan mengakibatkan kerusakan semakin parah.
\”Pihak terkait seperti Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, diminta segera membantu petani, untuk mengurangi kerugian warga akibat terendamnya tanaman padi. Sementara dinas PUPR diharapkan segera menangani bendungan yang taludnya jebol, sehingga kerusakan tidak semakin parah,\” ujar Sarwani.
Terpisah, Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung Barat, Yedi Ruhyadi, mengatakan tim dari dinas sudah turun lapangan secara langsung, dan membenarkan ratusan hektar sawah warga terancam gagal panen.
\”Setelah mendapat laporan, tim kami segera turun lapangan, dan benar sekitar 51 hektar sawah siap panen dipastikan gagal, sementara 120 hektar mengalami ancaman yang sama, dari 450-582 hektar sawah yang sumber airnya dari bendungan way haru,\” kata Yedi.
Langkah yang sudah diambil kata Yedi Ruhyadi, pihaknya sudah melaporkan ke Kementerian Pertanian RI, dan kemungkinan kedepan lahan sawah tersebut akan ditanam padi gogo dan jagung.
\”Selama bendungan belum mendapat penanganan secara permanen, yang paling memungkinkan adalah ditanam padi gogo dan jagung di lahan yang terendam banjir saat ini dan itu sudah kita sampaikan dengan pemerintah pusat,\” kata Yedi Ruhyadi seraya mengatakan akibat bencana tersebut petani mengalami kerugian mencapai Rp4 miliar lebih. (Iwan)








