oleh

Puntung Rokok Habiskan 100an Hektar Ilalang Suoh

Liwa (Netizenku.com): Walaupun masyarakat bersama aparat sudah bekerja keras memadamkan api yang membakar ilalang yang terhampar luas di Pekon Sukamarga kecamatan Suoh Lampung Barat, sampai saat ini belum mampu dipadamkan.

Camat Suoh, Novi Andri, mengaku api sangat cepat merambat, selain hamparan ratusan hektar ilalang yang kering akibat kemarau dan hembusan angin, api semakin cepat merambat. Apalagi masyarakat dibantu aparat hanya melakukan pemadaman dengan manual.

\”Di Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) belum ada mobil pemadam kebakaran, maka kalau terjadi kebakaran seperti saat ini, harus dipadamkan dengan cara manual dan alat seadanya, maka kami sangat sulit memadamkan api yang dengan cepat merambat,\” kata Novi, Minggu (8/9).

Baca Juga  Dua Pelaku Curanmor Asal Sumsel Dibekuk Polisi

Dijelaskan Novi, upaya masyarakat saat ini selain berusaha memadamkan api, juga melakukan pemblokiran supaya tidak merambat ke arah pemukiman warga, walaupun jarak lokasi kebakaran dengan pemukiman cukup jauh.

\”Masyarakat, aparat kecamatan, Pekon, TNBBS, terus berusaha memadamkan api, tetapi yang menjadi fokus utama adalah melakukan pemblokiran supaya api tidak merambat ke arah pemukiman warga,\” jelasnya.

Baca Juga  TMMD Bangun Jiwa Gotong-royong Masyarakat

Menurut Novi, lahan kosong yang di tumbuhi ilalang yang sudah terbakar diperkirakan sekuas 100 hektar. Sementara penyebabnya kata dia kemungkinan berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.

\”Sekarangkan lagi musim kemarau, jadi banyak ilalang yang kering, sehingga api yang berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan saja bisa mengakibatkan kebakaran besar,\” ujarnya.

Sementara Sarwani, anggota DPRD Lampung Barat asal Suoh, mengaku kendala selama ini antisipasi akibat bencana kebakaran di kecamatan Suoh dan BNS, tidak adanya mobil pemadam kebakaran, sehingga setiap terjadi kebakaran sulit untuk diantisipasi.

Baca Juga  Kesehatan dan Pendidikan Jadi Konsentrasi APBD TA 2018 dan 2019

\”Suoh dan BNS itu wilayahnya sangat luas, jauh di jangkau dari ibukota kabupaten. Tetapi sampai sekarang belum ada mobil pemadam kebakaran yang khusus untuk dua kecamatan tersebut, untuk saya minta menjadi perhatian serius pemkab setempat untuk pengadaan mobil pemadam kebakaran yang khusus untuk wilayah Suoh dan BNS,\” harap Sarwani. (Iwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *