Pemprov Lampung Dorong UMKM Sub Peternakan Tembus Pasar Modern

Luki Pratama

Selasa, 19 Desember 2023 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Anwar Fuadi, ketika mencoba produk olahan UMKM sub peternakan. Foto: Luki.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Anwar Fuadi, ketika mencoba produk olahan UMKM sub peternakan. Foto: Luki.

Bandarlampung (Netizenku.com): Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Anwar Fuadi, berharap produk UMKM sub peternakan dapat menembus pasar modern, seperti toko retail.

“Kita berharap produk UMKM Kita dapat dipasarkan di toko-toko retail maupun di pasar modern, bukan hanya di pasar tradisional saja,” kata Anwar saat ditemui usai sambutan acara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung yang bertajuk business matching sektor peternakan di Hotel Horison, Selasa (19/12).

Menurut Anwar, dengan menembus pasar modern, daya jual produk UMKM sub peternakan akan meningkat, sehingga perekonomian pelaku UMKM akan membaik.

Baca Juga  Rotasi Kadis ESDM dan PSDA, Pemprov Lampung Tekankan Integritas Pengelolaan SDA

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Anwar mengakui bahwa terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM sub peternakan dalam menembus pasar modern.

Kendala tersebut antara lain kurangnya literasi digital, sehingga menyulitkan pemasaran melalui media digital. Selain itu, kualitas produk UMKM sub peternakan yang belum konsisten juga menjadi salah satu kendala. Hal ini membuat pelaku UMKM kesulitan mendapatkan sertifikasi bertaraf nasional.

“Melalui acara business matching sektor peternakan ini, kita berharap dapat menemukan solusi yang tepat, karena di sini ada dari perbankan, asosiasi, pelaku UMKM, maupun pengusaha toko retail,” lanjutnya.

Baca Juga  Anak Sekolah Terdampak, DPRD Lampung Soroti Jembatan Putus di Way Pengubuan

Kemudian, Kepala Bidang Usaha Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, Abdul Salam Nasrudin, membenarkan atas kesulitan pemasaran produk UMKM sub peternakan pada toko retail di Provinsi Lampung. Dari sekian banyak pelaku UMKM sub peternakan, hanya beberapa saja yang dapat memasarkan produk turunannya di toko retail.

“Faktor kurangnya modal menjadi salah satu permasalahan, selain itu masih banyak produk sub peternakan yang kesulitan melengkapi sarat sertifikasi produk,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, pelaku UMKM sub peternakan, Eva, mengatakan bahwa kendala kurangnya modal menjadi permasalahan utama untuk menembus pasar retail. Hal ini lantaran, pada toko retail diberlakukan pembayaran setiap satu bulan sekali. Sehingga dengan rentan waktu yang pendek tersebut membutuhkan modal yang besar untuk stok produk pada toko retail.

Baca Juga  Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Selain itu, Eva juga menjelaskan bahwa masyarakat Lampung masih kurang sadar ihwal pentingnya membeli produk UMKM lokal.

Seperti produk bubuk susu kambing, misalnya, meskipun memiliki segudang manfaat dan terjamin keamanannya, tetap saja masyarakat Lampung lebih memilih susu kental manis atau susu bubuk dengan harga yang lebih murah.

“Untuk pembelinya hanya orang-orang yang sudah mengerti-ngerti saja,” tutupnya. (Luki) 

Berita Terkait

Wahrul Fauzi Silalahi Masuk Radar Calon Ketua Karang Taruna Lampung
Koni, Tenis Meja Jadi Cabor Andalan Lampung
SMAN 12 Bandar Lampung Loloskan 244 Siswa ke PTN dan Kampus Australia
Jihan Nurlela Lantik Mabicab dan Kwarcab Pramuka Mesuji, Dorong Peran Strategis Pemuda
Gubernur Mirzani Gandeng PTS Tingkatkan SDM Lampung
Menunggu Evaluasi Kemendagri, Perda WIUP Lampung Siap Atur Pertambangan Rakyat
Lampung Perkuat Sinergi Tingkatkan Keaktifan Peserta JKN
Pemprov Lampung Perkuat SAKIP dan Zona Integritas 2026

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:19 WIB

Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:39 WIB

Dramaturgi Geleng-Angguk MBG

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:53 WIB

Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:55 WIB

Sekber Pantau MBG Lampung, “Nggak Ada Gunanya?”

Rabu, 29 April 2026 - 13:27 WIB

Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api

Senin, 27 April 2026 - 10:28 WIB

Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?

Minggu, 26 April 2026 - 13:20 WIB

Saat Keputusan Gubernur Tentang MBG Lampung Diteken, Ratusan Siswa Keracunan

Berita Terbaru

Lampung

Koni, Tenis Meja Jadi Cabor Andalan Lampung

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:38 WIB

Lampung

Gubernur Mirzani Gandeng PTS Tingkatkan SDM Lampung

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:47 WIB