Partai Politik Harus Berbenah Manfaatkan Bonus Demografi

Redaksi

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Prodi Magister Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung, Hertanto Ph.D menjadi narasumber dalam acara Bawaslu Bandarlampung di Hotel Arnes, Rabu (20/10). Foto: Netizenku.com

Ketua Prodi Magister Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung, Hertanto Ph.D menjadi narasumber dalam acara Bawaslu Bandarlampung di Hotel Arnes, Rabu (20/10). Foto: Netizenku.com

“Kita berharap pada, apa yang kemudian sekarang sedang ramai disebut dengan bonus demografi,” kata dia.

Hertanto menjelaskan bonus demografi adalah munculnya generasi yang tidak pernah mengalami sejarah masa lalu yang buruk.

“Artinya mereka punya perspektif lebih banyak ke depan dengan idealisme bagaimana menciptakan hidup dan kehidupan lebih baik dalam kenegaraan, kebangsaan, dan kemasyarakatan,” ujar dia.

Baca Juga  Kekuasaan dalam Dunia Fiksi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil Sensus Penduduk Tahun 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mayoritas penduduk Indonesia didominasi oleh Generasi Z (lahir pada tahun 1997 – 2012) dan Generasi Milenial (lahir pada tahun 1981 – 1996).

Proporsi Generasi Z sebanyak 27,94 persen dari total populasi dan Generasi Milenial sebanyak 25,87 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270,20 juta jiwa. BPS memprediksi bonus demografi ini akan berakhir pada 2036.

Baca Juga  Kekuasaan dalam Dunia Fiksi

“Oleh karena itu saya menganggap generasi ke depan paska 2024 akan ada perubahan terhadap struktur kepartaian di Indonesia yang punya prospek lebih bersifat universal terhadap ide-ide demokrasi nasionalisme,” ujar Hertanto. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:28 WIB

DPRD Lampung, Jangan Klaim Wisata Besar Jika Tak Berdampak ke PAD

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:24 WIB

Komisi V DPRD Lampung Dukung Pergub Perlindungan Guru

Senin, 12 Januari 2026 - 20:04 WIB

Mirzani Tekankan Bank Lampung Harus Berdampak bagi Ekonomi Daerah

Senin, 12 Januari 2026 - 16:57 WIB

Warga Way Dadi Desak Penyelesaian Lahan dalam RDP DPRD Lampung

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:52 WIB

KETUM JPPN MENGHIMBAU PEMERINTAH UNTUK MEMBELI HASIL PANEN JAGUNG PETANI SESUAI HPP

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:42 WIB

Wagub Jihan Apresiasi Penggalangan Bumbung Kemanusiaan Pramuka Lampung

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:42 WIB

Komisi V DPRD Lampung Dukung Inisiatif Perda Anti LGBT

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:59 WIB

Gubernur Lampung Tutup AI Ideathon 2025, Lahirkan Inovasi untuk Desa

Berita Terbaru

Lampung

Komisi V DPRD Lampung Dukung Pergub Perlindungan Guru

Selasa, 13 Jan 2026 - 12:24 WIB