Nelayan Temukan Mayat Pria Terombang-ambing di Pantai Cinta Damai

Redaksi

Jumat, 24 September 2021 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Inafis Polres Tanggamus dan pihak medis RSUD Batin Mangunang mengidentifikasi jenazah anonim yang ditemukan di Pantai Cinta Damai, Pekon Guring, Kecamatan Pematangsawa, Tanggamus, Kamis (23/9). Foto: Netizenku.com

Tim Inafis Polres Tanggamus dan pihak medis RSUD Batin Mangunang mengidentifikasi jenazah anonim yang ditemukan di Pantai Cinta Damai, Pekon Guring, Kecamatan Pematangsawa, Tanggamus, Kamis (23/9). Foto: Netizenku.com

Tanggamus (Netizenku.com): Polsek Pematangsawa, Inafis Polres Tanggamus dan pihak medis RSUD Batin Mangunang telah menyelesaikan identifikasi serta visum luar jenazah anonim yang ditemukan di Pantai Cinta Damai, Pekon Guring, Kecamatan Pematangsawa, Tanggamus.

Hasil identifikasi diketahui sejumlah ciri-ciri dan tanda khusus yang menempel pada mayat pria yang juga diketahui berjenis kelamin pria diperkirakan berusia 35 – 50 tahun tersebut.

Kapolsek Pematangsawa Polres Tanggamus Ipda Ahmad Junaidi mengungkapkan, ciri-ciri jenazah menggunakan celana PDLT Satpam, ikat pinggang berbahan kain bertuliskan Epidey, jaket parasut polos warna hitam, kaos tanpa kerah polos warna hitam dan ditemukan uang Rp2.000 di kantong celana kanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain ciri pakaian, ciri rambut botak bagian kulit kepala belakang masih utuh tidak ada rambut, tinggi badan 165 cm, perkiraan umur 35 – 40 tahun,” ungkap Kapolsek Pematangsawa dalam keterangannya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, SIK., Jumat (24/9) pagi.

Baca Juga  Jembatan Gantung Garuda Bantuan Presiden Republik Indonesia

Sambungnya, hasil visum luar pihak medis juga diketahui kondisi separuh muka depan telah menjadi tengkorak dan rusak pada bagian dada, karena saat ditemukan kondisi mayat dalam kondisi tengkurap sehingga terendam air.

“Mayat sudah berbau busuk diperkirakan telah meninggal dunia selama 7 hari lamanya,” ujarnya.

Ipda Ahmad Junaidi menjelaskan, mayat tersebut ditemukan mengapung terombang-ambing di pinggir Pantai Cinta Damai, Pedukuhan, Guring Utara oleh Ngadirun (35), Cahyono (40) dan Mat Yani (33) saat nelayan tersebut memasang jaring di perairan pantai setempat.

“Mayat ditemukan sekitar pukul 19.30 WIB oleh 3 warga beraktifitas memasang jaring di sekitar lokasi penemuan mayat,” jelasnya.

Baca Juga  Polres Tanggamus Tetapkan Dua Tersangka Pembunuhan Berencana di Pugung

Kapolsek mengatakan, langkah-langkah yang telah diambil pihaknya dengan melaporkan kepada pimpinan dan berkoordinasi UPTD Puskesmas Waynipah Kecamatan Pematangsawa, Pos TNI AL, Polair dan Basarnas.

“Tadi malam, dilakukan identifikasi di lokasi, lalu mayat dievakuasi ke RSUD Batin Mangunang untuk dilakukan visum luar,” katanya.

Kesempatan itu, Kapolsek mengimbau masyarakat yang mengetahui ciri-ciri pakaian yang digunakan dengan merk tersebut, atau keluarga yang kehilangan anggota keluarga agar segera melaporkan ke Polres Tanggamus guna pencocokan.

“Diimbau yang mengetahui ciri-ciri jenazah tersebut agar segera menginformasi kepada kami atau melapor ke Polres Tanggamus,” imbaunya.

Untuk diketahui, dugaan mayat tersebut adalah mayat yang ditemukan oleh nelayan di perairan Kotaagung pada Kamis (23/9) pagi. Namun saat dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan TNI AL, Polair dan Polsek Kota Agung namun tidak ditemukan.

Baca Juga  FBKOP Tanggamus Desak Transparansi Anggaran Publikasi Advertorial

Adapun laporan adanya dugaan mayat pada pagi kemarin dilaporkan oleh Sukma (80), warga lingkungan Kapuran, Kecamatan Pasar Madang, Kotaagung. Ketika dia sedang melaut dengan cara memancing. Lalu melihat sesosok mayat terapung di perairan Teluk Semaka pada pukul 07.30 WIB.

Setelah itu nelayan tersebut menepi dan melaporkan temuan tersebut ke Pos TNI AL pada pukul 9.15 WIB. Sedangkan sosok mayat dibiarkan mengapung di laut.

Dari keterangan nelayan tersebut, mayat mengenakan baju hitam lengan panjang, celana hitam panjang, dan posisi mayat telungkup. Sehingga tidak bisa dipastikan jenis kelaminnya. (Rapik)

Berita Terkait

FBKOP Tanggamus Desak Transparansi Anggaran Publikasi Advertorial
Jembatan Gantung Garuda Bantuan Presiden Republik Indonesia
Polres Tanggamus Tetapkan Dua Tersangka Pembunuhan Berencana di Pugung
Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Kakon Atar Lebar Diciduk Tipikor Polres Tanggamus
Belanja Advertorial DPRD Tanggamus 2025 Dipastikan Tidak Dicairkan
APDESI Tanggamus Siap Ikuti Aksi Damai Nasional di Jakarta
TTE Masuk Pekon: Tugu Rejo Jadi Pelopor Digitalisasi Administrasi di Semaka
IWO Luncurkan ‘Gerakan 20 Ribu Rupiah’ Bantu Anggota Terdampak Banjir Bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:02 WIB

Pemprov Lampung Luruskan Isu Supply–Demand Daging Sapi

Senin, 2 Februari 2026 - 21:18 WIB

Triga Lampung Temui Kemenhan, Bahas Keberlanjutan Lahan Tebu Eks SGC

Senin, 2 Februari 2026 - 17:28 WIB

Kempeskan Ban Mobil Mahasiswa, Anggota DPRD Lampung Terancam Sidang Etik

Senin, 2 Februari 2026 - 13:53 WIB

KONI Lampung Intensif Pantau Atlet Berprestasi Jelang PON 2028 dan Persiapan Tuan Rumah PON 2032

Senin, 2 Februari 2026 - 13:38 WIB

KONI Riau Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah PON 2032

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:51 WIB

Yusnadi, Sesalkan Kebijakan RSUD Sukadana yang Wajibkan Pasien Gunakan Ambulans Rumah Sakit Saat Rujukan

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:18 WIB

TRIGA Lampung Kepung Kejaksaan Agung–KPK, Bongkar Dugaan Oligarki Gula, Pajak, dan Politik Uang

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:13 WIB

Bapenda Lampung dan GGPC Perkuat Sinergi Optimalisasi PAD

Berita Terbaru

Lampung

Pemprov Lampung Luruskan Isu Supply–Demand Daging Sapi

Selasa, 3 Feb 2026 - 00:02 WIB

Lampung

KONI Riau Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah PON 2032

Senin, 2 Feb 2026 - 13:38 WIB