Nahas! Satu Warga Pekon Sidoharjo Tewas di Sawah saat Hujan Petir

Redaksi

Minggu, 12 September 2021 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat kepolisian dari Polsek Sukoharjo melakukan olah TKP di sawah tempat korban tewas diemukan saat memanen padi bersama istrinya, Minggu (12/9). Foto: Netizenku.com

Aparat kepolisian dari Polsek Sukoharjo melakukan olah TKP di sawah tempat korban tewas diemukan saat memanen padi bersama istrinya, Minggu (12/9). Foto: Netizenku.com

Pringsewu (Netizenku.com): Warga Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, digegerkan dengan warga yang tewas diduga akibat terkejut karena mendengar suara petir yang keras.

Korban Turino Rohadi (56) yang merupakan warga RT 07/RW 02 pekon setempat pertama kali ditemukan istrinya Mugiati dalam kondisi tergeletak di bawah tenda yang didirikan di tengah sawah miliknya di Pekon Sidoharjo pada Minggu (12/9) sore.

Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Atang Samsuri SH menuturkan kejadian meninggalnya warga tersebut terjadi pada Minggu (12/9) sekira pukul 14.30 Wib.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya korban bersama sang istri sedang beraktifitas memanen padi di sawah. Kemudian pada siang hari turun hujan lebat disertai kilat dan petir.

“Pada saat terjadi petir korban sedang berteduh di tenda yang terbuat dari terpal sedangkan isterinya sedang menggepyok padi di sawah yang berjarak kurang lebih lima meter,” tutur Kapolsek Pringsewu mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIk pada Minggu (12/9) sore.

Baca Juga  Jual Beli Titik Dapur MBG Terdeteksi

Setelah terjadi bunyi petir yang cukup keras tersebut istri korban masuk ke dalam gubuk. Namun betapa terkejutnya dia saat mendapati sang suami sudah dalam posisi tergeletak tidak bergerak di bawah tenda.

Mengetahui suaminya dalam kondisi tidak baik tersebut lantas saksi meminta pertolongan warga, dan kemudian warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Setelah menerima laporan terkait tewasnya warga, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap korban.

“Setelah kejadian korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada untuk dilakukan pemeriksaan, namun korban diketahui sudah dalam kondisi tidak bernyawa lagi,” sambung Kapolsek.

Baca Juga  KPK Temui KSP, Ancang-ancang Bersih-bersih MBG?

Kapolsek mengungkapkan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa meninggalnya korban, namun dugaan sementara penyebab meninggalnya korban akibat terkejut mendengar suara petir yang keras.

Dugaan sementara tersebut diperkuat dengan tidak ditemukannya bekas luka akibat sambaran petir di tubuh korban.

Atas kejadian tersebut keluarga korban mengaku menerima dan mengikhlaskan kepergian korban untuk selama-lamanya dan menolak untuk dilakukan proses outopsi terhadap jenazah.

“Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman,” tandasnya.

Turino Rohadi (56) diduga tewas karena mendengar suara petir yang keras. Adapun Saksi mata yang melihat Mugiyati istri korban (53), petani setempat Satiyo (57).

Mugiyati istri korban mengatakan sekira pukul 13.30 Wib korban bersama dirinya memanen padi di sawah belakang rumah, sekitar 200 m jarak dari rumah.

Dia menuturkan sekira pukul 15.00 Wib,terjadi hujan lebat disertai petir.

Baca Juga  Jual Beli Titik Dapur MBG Terdeteksi

“Kami berdua berteduh di gubuk sawah. Pada saat petir yang kedua suara sangat keras disertai kilatan. Tidak lama setelah terjadi petir, saya minta tolong, melihat keadaan Bapak Turino. Sudah tidak sadarkan diri,” kata dia.

Setelah itu, lanjut dia, Satiyo datang berteduh tidak jauh dari korban sekitar 7 meter.

Kemudian membantu korban dan memanggil beberapa warga untuk dibawa ke rumah korban.

“Setelah itu pukul 15.30 wib warga dan kerabat membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Husada di Ruang UGD. Pada saat di ruangan UGD, korban sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Saat pemeriksaan medis tidak ditemukan luka bakar, kondisi muka korban agak membiru. Sekira pukul 16.20 Wib korban dibawa kembali  ke rumah duka dan dimakamkam di TPU Sidoharjo. (Reza)

Berita Terkait

KPK Temui KSP, Ancang-ancang Bersih-bersih MBG?
Jual Beli Titik Dapur MBG Terdeteksi
Dewan Pers Desak Diplomasi Luar Biasa untuk Bebaskan Jurnalis RI
Ketum ABR-I: Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Tak Perlu Dikriminalisasi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
“Pidsus Cerdas Pasti Bisa” Tangkap 3 Elit PT LEB dalam Skandal PI Rp271 Miliar
CSR BI: Triga LSM Lampung Desak KPK Periksa Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah
Warga Way Kanan Menggulung Tambang Emas Ilegal di PTPN 1, Temuannya Mencengangkan!

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:59 WIB

Jihan Pimpin Rakor Percepatan Eliminasi TBC di Lampung Selatan

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:18 WIB

Genjot Roda Ekonomi, DPRD Lampung Desak OPD Percepat Serapan Anggaran 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:43 WIB

Setahun Kepengurusan IJP Lampung, Dari Solidaritas Menuju Kontribusi

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:25 WIB

Budhi Condrowati Minta Pemprov Lampung Cicil Utang BPJS Rp105 Miliar

Senin, 22 Juni 2026 - 18:29 WIB

Warning Keras Ketua DPRD Lampung, Jangan Main-main dengan Program Makan Bergizi Gratis

Senin, 22 Juni 2026 - 17:28 WIB

APPMBGI Lampung Dikukuhkan, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis di 15 Kabupaten/Kota

Senin, 22 Juni 2026 - 17:26 WIB

Sekber Lampung Soroti Pihak yang Teriak Paling Kencang Saat MBG Dibenahi

Senin, 22 Juni 2026 - 12:26 WIB

Massa Turun ke Jalan Membawa Pesan Sederhana, Koruptor Masuk Penjara, MBG Tetap Jalan

Berita Terbaru

Pringsewu

Wabup Pringsewu Buka Penetrasi Pasar di Sukoharjo

Selasa, 23 Jun 2026 - 22:53 WIB

Pringsewu

Bupati Pringsewu Bekali Mahasiswa ITERA Jelang KKN 2026

Selasa, 23 Jun 2026 - 22:50 WIB