Menkop dan UKM Teten Masduki Dorong Lampung Kembangkan Koperasi Pangan

Redaksi

Sabtu, 25 Juli 2020 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki mendorong Provinsi Lampung mengembangkan koperasi pangan dengan melihat potensi yang besar di sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan.

Dorongan Menkop ini disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Lampung yang siap mengembangkan koperasi produksi berbasis komoditas.

Hal ini terungkap dalam kunjungan Menkop Teten Masduki ke KSP Kopdit Mekar Sai, Jl. Juanda Pahoman, Sabtu (25/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Teten menyampaikan jika Indonesia ingin membangun koperasi pangan seperti di beberapa negara tersebut, Lampung mendapat gilirannya oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Sejauh ini, Lampung sudah memiliki modal untuk koperasi, seperti Kopdit Lampung Sai. Jika dikembangkan di berbagai sektor, seperti sektor perdagangan, sektor pertanian , perikanan, sektor peternakan.

“Karena kita melihat kekuatan peluang ekonomi yang cukup besar. Ini menjadikan koperasi bukan hanya sekedar rantai dari industri besar, namun menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” ujar Teten.

Baca Juga  Pemprov Lampung Dorong ITERA Jadi Pusat Inovasi dan Hilirisasi Komoditas Unggulan

Teten mengatakan Lampung memiliki potensi ekonomi yang luar biasa bahkan dia melihat Provinsi Lampung mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera setelah Sumatera Utara.

Menurut Teten, di Pulau Sumatera Lampung mempunyai potensi di sektor pangan yang cukup besar, termasuk holtikultura, perikanan dan peternakan.

“Banyak koperasi luar negeri seperti Eropa, New Zealand, Australia di sektor sektor seperti ini. Justru unit usahanya adalah koperasi,” ujar Teten.

Sementara itu, Wagub Chusnunia Chalim, menyampaikan bahwa Pemprov Lampung berharap dapat membuat koperasi produksi di daerah-daerah pertanian, seperti negara negara di eropa, di mana petaninya didorong bersatu membuat koperasi produksi.

“Gubernur Lampung mendorong wilayah atau daerah mempunyai basis komoditas yang spesifik atau kekhasan yang bisa didorong secara maksimal. Misalkan kopi, kita dorong Gisting dan Tanggamus sampai dengan Lampung Barat. Untuk padi kita dorong Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Mesuji agar fokus pada perikanan tawar. Untuk Udang di seluruh pantai timur sampai Dipasena dan seterusnya,” kata Wagub Nunik.

Baca Juga  Manajer Minisocer PWI Lampung Dorong Tim Perkuat Fisik dan Mental Jelang Porwanas

Namun demikian Nunik menyampaikan, Pemprov akan terus mendorong sisi koperasi produsen atau para petani membuat komoditas yang akhirnya di dorong ke arah koperasi produksi.

“Kami juga sudah berkeliling hampir 2 sampai 3 kali ke pasar untuk mendorong terciptanya koperasi pemasaran. Umumnya koperasi yang ada merupakan simpan pinjam. Walau begitu, bersyukur koperasi ini masih survive dan menunjukkan bukti kinerja yang baik,” kata Nunik.

Pemprov Lampung berharap di situasi apapun ekonomi Lampung tetap bisa survive. karena produksi pertanian Lampung merupakan salah satu yang menyokong kebutuhan pangan Jakarta, Bandung, Sumatera selatan dan sekitarnya.

“Meskipun produksinya bagus tapi kalau kesejahteraan petaninya tidak diperhatikan, generasi yang akan dating akan lari tidak akan jadi petani lagi karena melihat orang tuanya susah tidak sejahtera. dan kita berharap koperasi produksi pertanian dan koperasi pemasaran hasil tani menjadi jawaban untuk mensejahterakan petani,” ujar Nunik.

Baca Juga  Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung

Pada bagian Nunik mengucapkan selamat datang kepada Menteri Teten dan seluruh jajarannya di Provinsi Lampung. Nunik mohon doa semoga Lampung dan warganya selamat dari Covid-19 dan ekonominya segera pulih kembali.

Pemprov Lampung sangat berharap dukungan, arahan dan bimbingan dari Kementerian Koperasi terkait apa yang sudah dirintis sekarang ini.

“Akhir kata kita juga perlu membicaran koperasi kepada anak anak muda. Karena yang paling sulit iti menggarap pelatihan kepada anak muda rentan usia 20-30 tahun. Supaya mindset keinginan mereka menjadi wirausaha yang rendah dan banyak nya yang maunya hanya menjadi karyawan dengan gaji besar it dapat berubah,”ujar Nunik. (rls)

Berita Terkait

Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer
Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung
Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota
Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung
BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026
IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur
Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Mikdar Apresiasi Kinerja Gubernur
Gubernur Mirza Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Berbasis Desa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB