Lagi, Abi Penderita Hydrocephalus Tidak Miliki Biaya Berobat

Redaksi

Kamis, 19 Desember 2019 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Talangpadang (Lentera SL): Lagi, penderita Hydrocephalus dialami Alfakiah Abiansyah (4), putra pasangan Darussalam dan Ina, warga RT 01 RW 005, Dusun Sukamandi III, Pekon Talangpadang, Kecamatan Talangpadang, Kabupaten Tanggamus.

Beruntung meski penyakit Hydrocephalus yang diketahui sejak Alfakih Abiansyah berusia empat bulan tersebut tidak ditangani secara medis karena ketiadaan biaya dan hanya dilakukan pengobatan secara tradisional/herbal, penyakit yang mendera bagian kepala ini berangsur membaik.

\”Pengobatan herbal kami lakukan selama hampir dua tahun sejak ia (Alfakih) berusia empat bulan,\” kata Darussalam didampingi Ina istrinya, Kamis (19/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya, lanjut Darussalam, penyakit yang diderita Abi (panggilan Alfakih Abiansyah) diketahui usai ia dan istri memeriksakan anaknya ke seorang bidan,\” tapi untuk lebih memastikan diagnosisnya bidan tersebut menyarankan kami untuk melakukan pemeriksaan lanjutan kerumah sakit, lalu berbekal saran tersebut kami langsung membawa Abi kesalah satu rumah sakit di Kabupaten Pringsewu. Dan benar Abi menderita Hydrochepalus, lalu kami disarankan untuk dilakukan operasi sedot cairan di kepala Abi, namun karena ketiadaan biaya dan tak miliki kartu bantuan apapun dari pemerintah dengan terpaksa kami membawanya pulang,\” ucapnya lirih, sembari mengenang kejadian tersebut.

Meski demikian, kedua orang tua Abi tak lantas pasrah atas keadaan yang dialami, keduanya terus berupaya dan berusaha mencari cara agar buah hatinya bisa terbebas dari penyakit yang diderita.

\”Segala cara kami lakukan, hingga kami disarankan oleh beberapa sanak saudara untuk mencoba mengobati Abi dengan obat herbal berbentuk jeli yang berbahan tumbuhan laut yang dikemas dalam botol, lalu obat yang kami dapat dan beli diapotek tersebut diberikan ke Abi sejak usianya empat bulan sampai usia dua tahun lebih, dan Alhamdulillah meski hanya mengkonsumsi obat herbal keadaan Abi berangsur membaik dan bisa bermain dengan anak-anak seusianya, meski hingga kini belum sekalipun dilakukan pengobatan secara medis,\” jelasnya.

Terpisah, Kepala KUPT Puskesmas, Hi. Emwinarto, SKM.MM, saat dikonfirmasi terkait penyakit Hydrochepalus yang dialami Alfakih Abiansyah mengatakan, guna memastikan tingkat kesembuhan bagi penderita Hydrochepalus, harus dilakukan cek secara medis melalui dokter spesialis, apa masih ada cairan yang menggumpal dibagian kepala, dan perlu adanya tindakan medis dengan cara operasi pasang pipa untuk sedot cairan ataukahemang sudah tidak ada.

\”Jadi untuk Hydrochepalus, memang untuk awal mungkin tidak menimbulkan gejala. Namun, lama-kelamaan jika cairan bertambah, dapat menekan bagian otak, sehingga dapat menimbulkan gejala-gejala, baik itu neurologis maupun motoris. Jadi meski sudah dilakukan pengobatan secara herbal, namun kami masih menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan secara medis. Dan langkah awal kami (Puskesmas), akan melakukan kunjungan kerumah orang tuanya akan melakukan pemeriksaan kesehatan, serta melakukan pendekatan ke keluarga supaya mau dirujuk ke puskesmas dan dokter spesialis, agar pasien tersebut dalam lingkup pemantauan Puskesmas,\” jelasnya.

Setelah mengetahui informasi tersebut, KUPT langsung melakukan kordinasi ke pihak terkait,\” saya langsung perintahkan bidan Desa, dalam hal ini pekon Talangpadang untuk jemput bola, dengan mendatangi kediaman pasien di Sukamandi III, nanti kami akan meminta kelengkapan kependudukannya, seperti Kartu Keluarga (KK), jika sudah ada kami akan langsung berkordinasi ke pemerintah Pekon dan Kecamatan untuk memproses pembuatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) nya,\” imbuh Emwinarto, via WhatsApp. (Jeni/Arj)

Berita Terkait

TTE Masuk Pekon: Tugu Rejo Jadi Pelopor Digitalisasi Administrasi di Semaka
IWO Luncurkan ‘Gerakan 20 Ribu Rupiah’ Bantu Anggota Terdampak Banjir Bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Pekon Margodadi Gandeng AMSI Lampung Gelar Pelatihan SID dan Jurnalistik
Kapolsek Baru Talang Padang Siap Lanjutkan Pengabdian
SMAN 1 Abung Tengah Rayakan Kreativitas Siswa Lewat Festival Seni “Persensa”
Polres Tanggamus Terapkan Layanan SKCK Full Online
Tanggamus Resmi Tambah Tiga Pekon Baru
Jembatan Penghubung Empat Pekon di Pugung Nyaris Ambruk, Akses Warga Terancam Putus

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 08:32 WIB

Kejari Tubaba Tutup Tahap I SIKEBUT

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:28 WIB

Delapan Tiyuh di Tubaba Gagal Cairkan Dana Desa Tahap II

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:16 WIB

Pastikan Pelayanan Prima, Kapolres Tubaba Tinjau Langsung SPKT

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:57 WIB

BPBD Tubaba Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Sabtu, 29 November 2025 - 15:59 WIB

Kwarcab Tubaba Gelar Bimtek Pengelolaan Gugus Depan

Kamis, 27 November 2025 - 17:10 WIB

Ketua TP PKK Lampung Tetapkan Tiyuh Margomulyo sebagai Desa Tapis

Selasa, 25 November 2025 - 21:18 WIB

Lantik 101 Pejabat, Bupati Tubaba Tekankan Integritas dan Etika

Selasa, 25 November 2025 - 17:45 WIB

HGN ke-80 di Tubaba, Pemerintah Tegaskan Sentralisasi Tata Kelola Guru

Berita Terbaru

Bandarlampung

Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG

Sabtu, 6 Des 2025 - 21:32 WIB

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Bentuk Panitia Konferkab IX 2026

Sabtu, 6 Des 2025 - 14:29 WIB

Grand Mercure Lampung, hotel berbintang 5 tertinggi di Pulau Sumatra yang terletak di pusat Kota Bandar Lampung.

Ekonomi

Hotel Lampung Ramai Lagi, Tapi Tamu Cuma Singgah Sebentar

Sabtu, 6 Des 2025 - 02:05 WIB