KPU Lampung Bekali Kader DP3 Pendidikan Anti Politik Uang dan Kampanye SARA

Redaksi

Senin, 11 Oktober 2021 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Lampung, Antoniyus Cahyalana, memberikan pembekalan kepada kader DP3 di Tanggamus, Minggu (10/10). Foto: Dokumentasi

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Lampung, Antoniyus Cahyalana, memberikan pembekalan kepada kader DP3 di Tanggamus, Minggu (10/10). Foto: Dokumentasi

Tanggamus (Netizenku.com): Kader Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) di Pekon Gunung Kasih, Kecamatan Pugung, dan Pekon Suka Banjar, Kecamatan Gunung Alip Puku, Kabupaten Tanggamus, mendapatkan pembekalan dari KPU Provinsi Lampung dan akdemisi FISIP Universitas Lampung (Unila), Minggu (10/10).

Kegiatan pembekalan diikuti 25 kader DP3 di masing-masing lokus secara luring dan daring menerapkan protokol kesehatan <span;>dengan materi Modus Operandi dan Solusi Kampanye SARA.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Lampung, Antoniyus Cahyalana, menyampaikan materi tentang Pendidikan Pemilih dalam Upaya Pencegahan Politik Uang dan materi tentang kedua Teknik dan Metode Indentifikasi Berita Hoaks.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Antoniyus menjelaskan politik uang merupakan upaya menyuap pemilih dengan memberikan uang atau jasa agar preferensi suara pemilih dapat diberikan kepada seorang penyuap.

Dia juga memaparkan bentuk-bentuk politik uang, modus serta dampaknya, cara melaporkan praktik politik uang, dan upaya pencegahannya.

“Cara mencegah politik uang salah satunya adalah melalui Pendidikan Pemilih seperti yang kita laksanakan sekarang ini,” kata dia.

Sementara Teknik dan Metode Identifikasi Berita Hoaks, Antoniyus menjelaskan hoaks atau berita bohong atau palsu pada dasarnya adalah informasi yang sengaja dibuat seolah-olah sebagai kebenaran untuk menggiring opini publik.

“Internet menjadi kendaraan utama hoaks untuk menjangkau berbagai kalangan masyarakat dalam kecepatan dan jangkauan yang tak terbayangkan sebelumnya,” ujar dia.

KPU Lampung Bekali Kader DP3 Pendidikan Anti Politik Uang dan Kampanye SARA
Kegiatan daring pembekalan kader Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan di Tanggamus oleh anggota KPU Lampung Antoniyus Cahyalana dan akademisi FISIP Unila Darmawan Purba, Minggu (10/10). Foto: Dokumentasi

Saluran hoaks ini beragam, lanjut dia, yang tertinggi melalui Facebook disusul aplikasi chatting, situs web, televisi, media cetak, dan email.

“Aplikasi chatting ini contohnya, seperti WhatsApp (WA) yang biasanya menyebarkan informasi melalui gup WA alumni, keluarga, arisan dan lainnya,” kata dia.

Antoniyus juga menjelaskan cara mengidentifikasi berita hoaks seperti berhati-hati dengan judul provokatif, mencermati alamat situs, memeriksa fakta, mengecek keaslian foto serta dapat berpartisipasi dalam grup diskusi/forum antihoaks.

Akademisi FSIP Unila, Darmawan Purba, menjelaskan tentang kampanye SARA.

Menurut dia, kampanye SARA merupakan pandangan ataupun tindakan yang didasari dengan pikiran sentimen mengenai identitas diri yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan, dan golongan.

“Kampanye SARA adalah segala macam bentuk tindakan, baik itu secara lisan maupun bentuk lainnya, yang didasarkan pada pandangan sentimen tentang identitas diri atau golongan,” kata dia

Darmawan menjelaskan mengenai tiga kategori SARA, penyebab kampanye SARA terjadi, dampak negatif kampanye SARA, modus operandi kampanye SARA, serta aturan hukum, dan solusi mengatasi adanya kampanye SARA.

“Salah satu solusi mengatasi kampanye SARA adalah dengan meningkatkan peran tokoh masyarakat, baik para Agamawan, tokoh adat, pimpinan ormas untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas agar selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan,” ujar dia.

Program DP3 KPU RI merupakan sarana pendidikan pemilih kepada masyarakat secara berkesinambungan dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih di Indonesia. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:04 WIB

Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:56 WIB

TMMD ke-127 di Pesawaran Ditutup, Pangdam II/Sriwijaya Apresiasi Sinergi TNI dan Pemda

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:52 WIB

Bupati Nanda Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Pesawaran

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:57 WIB

Berkah Ramadan, NasDem Pesawaran Bagikan 1.000 Takjil

Senin, 2 Februari 2026 - 20:00 WIB

Viral Pelanggaran Etik, NasDem Pesawaran Beri Kesempatan Terakhir untuk TM

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:10 WIB

Dua Siswa di Pesawaran Dihentikan MBG Usai Orang Tua Kritik Program

Senin, 19 Januari 2026 - 18:29 WIB

Konflik Agraria Way Lima Memanas, Masyarakat Adat Tantang PTPN I

Senin, 12 Januari 2026 - 15:14 WIB

Diduga Bermasalah, FOKAL Soroti Proyek Irigasi BBWS Mesuji Sekampung

Berita Terbaru

Pesawaran

Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027

Sabtu, 14 Mar 2026 - 12:04 WIB