Kata BMKG, Indonesia Tidak Lagi Gunakan Alat Deteksi Tsunami Sejak 2008

Avatar

Minggu, 7 Oktober 2018 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat pendeteksi tsunami yang disebut Buoy (Foto: Istimewa)

Alat pendeteksi tsunami yang disebut Buoy (Foto: Istimewa)

Lampung (Netizenku.com): Tercatat sejak 2008, Indonesia tidak lagi menggunakan buoy sebagai alat deteksi dini tsunami.

Buoy merupakan sistem peringatan dini tsunami (sistem pelampung) yang dipasang di tengah laut. Buoy merupakan salah satu opsi teknologi pendeteksi dini tercepat mengenai potensi tsunami.

Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, Indonesia menggunakan basis pemodelan komputer saat mendeteksi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Peringatan dini tentang tsunami di Indonesia dibangun tahun 2008. Sejak dibangun, sudah 10 tahun tidak pernah menggunakan buoy,\” ujar Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati dalam diskusi Palu Retak, Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2018).

Jadi, untuk peringatan dini itu, lanjut dia, menggunakan beberapa metode atau cara.

Baca Juga  Media Berperan Bangun Masyarakat Sadar Vaksin

\”Negara lain memang ada yang pakai buoy. Tapi saat itu, pimpinan atau pemerintah 2008, khususnya untuk BMKG, diputuskan menggunakan sistem peringatan dini berbasis pemodelan komputer dengan perhitungan matematika,\” jelas Dwikorita.

Dia mengatakan, sistem pemodelan komputer ini merekam data gelombang gempa dari ratusan sensor gempa yang dipasang di seluruh wilayah Indonesia.

Sensor itu mengirimkan data berupa pusat gempa dan berapa besar guncangan ke BMKG.

\”Sensor ini mengirim data ke BMKG, kemudian dalam dua menit data gelombang gempa segera dihitung oleh komputer untuk menetapkan, mengetahui di mana pusat gempa, pada kedalaman berapa, magnitudo berapa, dan terjadi kira-kira pukul berapa. Data perlu diketahui, kalau tahu pusat gempa di mana, komputer bisa terus bekerja, memodelkan apa gempa itu memicu tsunami apa tidak,\” urai Dwikorita.

Baca Juga  Sidang Umum ke-20 Konfederasi Wartawan ASEAN Resmi Dibuka

Diterangkannya, saat kejadian gempa Sulteng, awalnya sistem tersebut mendeteksi pusat gempa berada di Donggala dan mendeteksi akan ada tsunami.

Namun data tersebut tidak langsung dikirimkan ke masyarakat, tetapi diverifikasi oleh pakar terlebih dulu paling lama lima menit setelah gempa.

\”Diverifikasi oleh operator dan pakar, meski nggak ada gempa, kita itu berjaga terus, hingga sekitar empat menit menjelang 18.07 Wita bisa kita umumkan peringatan dini berbasis perhitungan komputer yang diverifikasi oleh expert,\” ungkap Dwikorita.

Setelah data diverifikasi para pakar, BMKG langsung menginformasikan kepada masyarakat tentang potensi tsunami itu.

Baca Juga  PC IMM Metro Lampung Galang Dana Gempa-Tsunami Sulteng

BMKG menegaskan Indonesia tak menggunakan buoy lagi untuk mendeteksi tsunami. Meski begitu, lembaga itu masih dapat mendeteksi secara dini tsunami.

\”Jadi kami sejak awal nggak pakai buoy. Ini ada kesalahpahaman seakan-akan nggak ada buoy, jadi nggak bisa peringatan dini,\” ungkapnya.

Sebelumnya, alat deteksi tsunami Indonesia atau tsunami buoy tak beroperasi sejak 2012. Meski alat itu tak beroperasi, BNPB menyatakan Indonesia masih bisa melakukan deteksi dini tsunami.

\”Hilangnya buoy tsunami itu hanya satu bagian dari Indonesia tsunami early warning system,\” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di kantor Kemenkominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018). (dtc/lan)

Berita Terkait

PWI Pusat dan KIP Mantapkan Kerja Sama Bidang Informasi
Yoga, Bukti Popok Dewasa Parenty Peduli dengan Lansia
Desa Kelawi Ukir Prestasi Sebagai Desa Wisata Maju ADWI 2023
MAKUKU Pecahkan Rekor Brand of the Month TikTok  
Shopee 7.7 Live Bombastis Sale, Seradia X Adelia Pasha Diskon Hingga 60 Persen
PWI Jatim Lamar Akhmad Munir Maju Jadi Ketum PWI 
Bantu Stimulus Berjalan Si Kecil, MAKUKU SAP Diapers Hadirkan Promo Menarik di Bulan Juni
Liga Champions UEFA 2023, Oppo Tunjuk Kaká Jadi Brand Ambassador 

Berita Terkait

Jumat, 19 April 2024 - 20:05 WIB

Disnaker Lampung Bakal Turunkan Tim Pengawas dan Mediator untuk Selesaikan Permasalahan THR

Jumat, 19 April 2024 - 19:59 WIB

Disnaker Lampung Catat 13 Pengaduan Ikhwal THR

Jumat, 19 April 2024 - 19:49 WIB

Realisasi penyaluran KUR Peternakan Lampung Capai Rp1,51 triliun

Kamis, 18 April 2024 - 21:58 WIB

Umar Ahmad dan Sinyalemen Dukungan PDI Perjuangan

Kamis, 18 April 2024 - 20:42 WIB

Gubernur Arinal Ajak Semua Pihak Wujudkan Lampung Sebagai Lumbung Ternak Nasional

Kamis, 18 April 2024 - 19:49 WIB

DPD PDI Perjuangan Santai Tanggapi Rumor Umar Ahmad-Edi Irawan

Kamis, 18 April 2024 - 13:38 WIB

Lampung Memperkaya Kalender Pariwisata dengan 90 Kegiatan Tahun 2024

Kamis, 18 April 2024 - 12:42 WIB

6 Trayek Baru Angkutan Perintis Lampung Diajukan

Berita Terbaru

Ilustrasi THR. Foto: Ist.

Lampung

Disnaker Lampung Catat 13 Pengaduan Ikhwal THR

Jumat, 19 Apr 2024 - 19:59 WIB