Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026

Tauriq Attala Gibran

Senin, 12 Januari 2026 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya mengendalikan inflasi daerah. Sepanjang tahun 2025, tingkat inflasi Provinsi Lampung tercatat dalam kondisi stabil.

Lampung (Netizenku.com): Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara daring dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (12/1/2026).

Bani menjelaskan, stabilitas inflasi didorong oleh terkendalinya harga sejumlah komoditas pangan bergejolak (volatile food) yang sebelumnya sempat menyumbang inflasi. Komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, hingga telur ayam terpantau mengalami penurunan harga atau relatif stabil. Namun demikian, Pemerintah Provinsi Lampung masih memberikan perhatian khusus terhadap komoditas minyak goreng yang harganya terpantau cukup tinggi.

Baca Juga  Bapenda Baru Siapkan 45 Water Meter, Munir Minta Seluruh Wajib Pajak Air Permukaan Terukur

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menindaklanjuti arahan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam Rakor tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mulai mengalihkan fokus pada persiapan menjelang bulan suci Ramadan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026.

“Sesuai arahan Kemendagri, mulai minggu ini kita harus mempersiapkan ketersediaan stok dan pengendalian harga. Langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar tidak terjadi gejolak harga signifikan menjelang Ramadan hingga Idulfitri, sebagaimana tren tiga tahun terakhir,” ujar Bani.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Lampung melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan, telah memperkuat koordinasi dengan para off-taker dan distributor besar di Lampung, termasuk Bulog dan ID Food. Koordinasi juga dilakukan dengan PPN Pinsar guna memastikan pasokan telur dan daging ayam tetap aman.

Baca Juga  Fraksi PKB Soroti Struktur APBD, Dorong Anggaran Lebih Berpihak ke Masyarakat

Terkait potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan, Bani menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan skema mobilisasi stok antardaerah.

“Jika terjadi kendala panen akibat hujan, misalnya pada komoditas cabai, pasokan akan dimobilisasi dari kabupaten lain di Lampung yang tidak terdampak. Bila diperlukan, kami juga siap melakukan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Jawa Tengah atau Jawa Barat,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir yang memimpin Rakor secara daring meminta perhatian khusus pemerintah daerah terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis pada minggu kedua Januari 2026, seperti bawang putih, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng.

Baca Juga  Pemprov Lampung Kembangkan Ekonomi Biru-Hijau melalui Potensi Nilai Ekonomi Karbon

“Bawang putih harganya naik luar biasa, tolong dicek importirnya. Kemudian daging ayam dan minyak goreng juga perlu diwaspadai. Jangan menganggap remeh, segera lakukan intervensi melalui operasi pasar dan perkuat Kerja Sama Antar Daerah,” tegas Tomsi.

Tomsi juga mengingatkan bahwa bulan Januari merupakan periode krusial untuk persiapan menghadapi Ramadan. Ia meminta seluruh kepala daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bekerja lebih optimal dan tidak menjalankan pola kerja rutin semata. (*)

Berita Terkait

Survei Rakata: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Mirza-Jihan di Atas 80 Persen
Gubernur Lampung, Penguatan SDM Jadi Fondasi Pembangunan Lampung
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Kementerian PKP Percepat Penanganan RTLH
HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Budaya Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan Bencana
405 ASN Pemprov Lampung Dilantik, Gen Z Didorong Jadi Energi Baru Birokrasi
Pemprov Lampung Kembangkan Ekonomi Biru-Hijau melalui Potensi Nilai Ekonomi Karbon
DPRD Lampung Khawatir Antrean Solar Ganggu Panen dan Distribusi Hasil Pertanian
Asap Pabrik Gula Bunga Mayang Dikeluhkan, Mikdar Desak DLH Periksa Emisi

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 13:51 WIB

Survei Rakata: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Mirza-Jihan di Atas 80 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 11:52 WIB

Gubernur Lampung, Penguatan SDM Jadi Fondasi Pembangunan Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 11:48 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Kementerian PKP Percepat Penanganan RTLH

Jumat, 18 September 2026 - 11:45 WIB

HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Budaya Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Kamis, 17 September 2026 - 20:44 WIB

405 ASN Pemprov Lampung Dilantik, Gen Z Didorong Jadi Energi Baru Birokrasi

Kamis, 17 September 2026 - 17:42 WIB

DPRD Lampung Khawatir Antrean Solar Ganggu Panen dan Distribusi Hasil Pertanian

Kamis, 17 September 2026 - 11:04 WIB

Asap Pabrik Gula Bunga Mayang Dikeluhkan, Mikdar Desak DLH Periksa Emisi

Rabu, 16 September 2026 - 19:08 WIB

Pemprov Lampung Komitmen Selesaikan Konflik Agraria yang Berlarut-larut

Berita Terbaru