Jaga Keasrian TNBBS Lewat Program Kemitraan Konservasi

Redaksi

Rabu, 10 Juli 2019 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liwa: Masyarakat Kabupaten Lampung Barat (Lambar), yang saat ini menggantungkan hidup dari hasil perkebunan di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), bisa menarik nafas lega. Pasalnya Pemerintah Daerah setempat bekerjasama dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem menerapkan terobosan baru agar kawasan TNBBS yang sudah dijadikan sebagai lahan perkebunan oleh warga, tetap dapat dimanfaatkan, namun keasrian hutan tetap dapat terpeliharan, melalui program Kemitraan Konservasi.

Melalui program Kemitraan Konservasi ini, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, memberikan izin atas pengelolaan lahan bagi masyarakat yang berkebun di kawasan TNBBS. Setidaknya terdapat 21 ribu hektar kawasan TNBBS yang sudah mendapatkan izin pengelolaan selama lima tahun. Puluhan ribu hektar yang sudah diizinkan dikelola oleh masyarakat tersebut diantaranya terletak di Kecamatan Lumbok Seminung, Sekincau, Suoh, dan Way Tenong.

Baca Juga  Punya Golden Tiket ke Istana, Mukhlis Malah Pilih Upacara Bersama Rakyat

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Wiratno, saat menjadi pembicara pada kegiatan Lokakarya Konservasi dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup, di Kebun Raya Liwa, mengatakan, tentunya harus ada konsekuensi dari adanya program kemitraan tersebut. Masyarakat sebagai penerima manfaat dari hutan tersebut, harus memiliki komitmen yang tinggi untuk menjaga hutan. Komitment tersebut harus ditunjukkan dengan kegiatan penanaman tanaman-tanaman yang dapat mengembalikan fungsi hutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  10 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Lampung Barat

“Wajib juga turut menjaga satwa liar yang ada di dalam kawasan TNBBS,” tutur Wiratno dihadapan ribuan masyarakat yang berkebun di kawasan TNBBS.

Dikatakannya lebih lanjut, pihaknya tidak ingin melihat praktik-praktik pemasangan perangkap-perangkap yang dapat membahayakan bukan saja bagi manusia, melainkan juga satwa yang ada di TNBBS.

“Satwa itu diciptakan tuhan tentu ada juga manfaatnya. Jangan sampai seperti kejadian kemarin, ada harimau yang terkena jerat masyarakat dan kakinya terpaksa dipotong karena sudah membusuk,” tutur Wiratno.

Menurut dia, pemerintah melalui Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem akan terus memberikan izin bagi masyarakat yang sudah terlanjur berkebun di kawasan TNBBS dengan kriteria-kriteria tertentu. Sangat mungkin izin pemanfaatan lahan akan diperpanjang jika masyarakat dengan patuh mengikuti persyaratan yang sudah ditetapkan pada program kemitraan konservasi.

Baca Juga  Reses di Pesisir Barat, Mukhlis Basri Kawal dan Awasi Program Pembangunan APBN

Lebih lanjut Wiratno berharap, agar pemanfaatan kawasan tersebut juga lebih diarahkan pada sertor pariwisata. Insinyur asal Tulung Agung tersebut mencontohkan ada dua desa yang memanfaatkan lokasi wisata di kawasan Hutan TNBBS dan saat ini mendapatkan penghasilan sekitar 1o milyar lebih setiap tahunnya. Hal tersebut menurut dia, dapat juga dilaksanakan di Lampung Barat, terlebih Lambar merupakan daerah yang sangat kaya akan potensi wisata, mulai dari air terjun, air panas, serta potensi wisata lainnya. (Iwan/Vic)

Berita Terkait

Dari Senam Bareng Ribuan Warga hingga Bagikan Alsintan, Parosil Mabsus: Jangan Jadi Pajangan
10 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Lampung Barat
Punya Golden Tiket ke Istana, Mukhlis Malah Pilih Upacara Bersama Rakyat
Dorong Kawasan Kuliner Makin Hidup, Bambang Kusmanto Usulkan Parkir Resmi
Reses di Pesisir Barat, Mukhlis Basri Kawal dan Awasi Program Pembangunan APBN
Henry Yosodiningrat Khawatir Keselamatan Tersangka Febri Adriansyah
Mukhlis Basri Perjuangkan Peningkatan Bandara M. Taufiq Kiemas dan Pelabuhan Kuala Stabas di DPR RI
Anak Kembar dari Keluarga Kurang Mampu Asal Krui Lolos ke UI, Mukhlis Basri Berikan Apresiasi Langsung

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 14:12 WIB

Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba

Jumat, 11 September 2026 - 20:41 WIB

Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027

Kamis, 10 September 2026 - 17:19 WIB

DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Selasa, 1 September 2026 - 20:09 WIB

Pramuka Tubaba Diminta Jadi Teladan, Bupati Novriwan Soroti Pangan, Disiplin, dan Penanganan Sampah Plastik

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Kapolres Tubaba Ajak Pers Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:24 WIB

PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:24 WIB

HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Bupati Tubaba: Hilangkan Sekat, Satukan Komando untuk Percepat Pembangunan

Berita Terbaru

Lampung

Sengketa Tanah Menumpuk, Reza Berawi Serukan Mediasi

Senin, 21 Sep 2026 - 14:26 WIB

Lampung

Kwarda Lampung Siapkan Rangkaian Kegiatan Hari Pramuka ke-65

Senin, 21 Sep 2026 - 11:57 WIB

Bandarlampung

Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan

Minggu, 20 Sep 2026 - 17:31 WIB