Hmmm…Ditimpa Karma Kualat pada Anak Muda

Redaksi

Sabtu, 5 Mei 2018 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto Ilustrasi: Netizenku.com)

(Foto Ilustrasi: Netizenku.com)

Sepenting apa anak muda di mata para calon pemimpin. Seberapa banyak waktu yang disediakan para kandidat pilgub Lampung untuk sekadar mendengar curhatan para pemilih pemula atau anak muda lainnya? Jangan-jangan hanya sebatas selfie bareng, tok. Dan itu langsung diklaim sebagai kepedulian. Naif!

Kalau ini yang memang terjadi, hati-hati. Para calon pemimpin itu bakal ditimpa karma kualat. Bisa jadi sesalan dibelakang hari. Tapi itu akan percuma, meski sampai curhat pada Roy Kiyoshi di acara Karma sekalipun.

Paling-paling sang indigo yang sedang naik daun itu bakal menanggapinya dengan enteng, sambil tangan kanannya ditempelkan ke kepala seakan benar-benar bisa menerawang nasib orang, lalu bilang, \”Saya mencium aroma kualat karena Anda meremehkan bahkan mengecilkan peran anak muda di Lampung.\”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anak muda memang bukan barang keramat yang mesti diperlakukan serba istimewa sambil disanjung-sanjung setinggi langit, misalnya. Tak perlu pula sampai harus diajak nobar atau kongkow sambil ngopi di starbuck. Tak usah juga sampai lebay, seromatis Dilan ngegombali Milea, untuk berbaik-baik pada anak muda. Dan tak harus pula amplopin duit cepek ceng buat nyawer anak-anak muda. Karena memang harga diri mereka tak semurah itu.

Baca Juga  Bukan Sekadar Bantuan, Tubaba Bangun Ekosistem Usaha Warga dari Modal hingga Perlindungan

Bukan yang begitu yang ditunggu anak muda dari calon pemimpinnya. Anak muda zaman now lebih bersikap terbuka. Mereka sudah pandai memilah mana fiksi dan mana fakta. Maka bersikap saja apa adanya.

\"\"

Yakinlah anak-anak muda akan sangat mafhum bahwa manusia adalah manusia dan bukan malaikat yang bersih dari kesalahan. Sikap manusiawi dan memanusiakan anak muda akan diganjar bentangan tangan terbuka oleh anak-anak muda pewaris masa depan daerah dan bangsa ini.

Para pemimpin besar dalam sejarah peradaban dunia juga telah menunjukkan, sekaligus mengajarkan pada kita untuk dapat menghargai dan mampu mengapresiasi eksistensi anak muda. Singkat kata jangan pernah memandang sebelah mata pada anak muda, karena mereka bisa menyatukan barisan dan melakukan perlawanan bergelombang yang bakal sulit dibendung.

Sejarah menunjukkan spirit anak muda mampu mengejawantah menjadi kekuatan tak terkira, bahkan untuk sekadar mengguncang dunia sekalipun. \”Beri aku 10 pemuda niscaya kuguncang dunia,\” begitu Bung Karno pernah bilang.

Boleh jadi penghargaan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, terhadap pemuda turut menginspirasi Barack Hussein Obama II, Presiden Negeri Abang Sam yang memerintah sejak 2009 sampai 2017. Sebab presiden Amerika ke-44 ini, pada kurun waktu 1967-1971, pernah melewati masa kanak-kanaknya di Menteng, Jakarta.

Baca Juga  Tubaba Memikat Desainer Dunia Naoto Fukasawa "Tubaba Bak Syurga"

Tak ada yang mustahil, termasuk menduga bila inspirasi dari Bung Karno itu, lantas diimplementasikan Obama saat dirinya memutuskan masuk gelanggang pemilihan Presiden USA. Setidaknya antara Soekarno dan Obama memiliki kesamaan dalam sudut pandang memaknai eksistensi pemuda.

Keduanya dikenal sama-sama menghargai anak muda, bahkan Obama menjadikan kalangan muda sebagai tumpuan dalam penggalangan dana kampanye dan guyuran suara dukungan. Siapa nyana, Obama yang dianggap anak bawang, justru mampu membalikkan keadaan politik negara adidaya itu bersama kekuatan anak muda.

Pengakuan Obama terhadap kekuatan spirit anak muda yang bisa dihimpun menjadi kekuatan baru agen perubahan tersebut, seakan tercermin pada pidato pertama Obama di mimbar perpolitikan nasional di negerinya. Ketika itu teks pidatonya diberi tajuk \’Menerjang Harapan\’. Belakangan rangkaian dua kata ini dijadikan judul otobiografi Obama yang best seller itu.

Kalau kini ada kandidat Pilgub Lampung yang mengaku sudah melibatkan kekuatan anak muda yang sudah menggenggam hak pilih di dalam gerakan politiknya, ini masih perlu diragukan sejauh mana pelibatannya?

Apa hanya sebatas dikumpulkan karena diorganisir secara dadakan, tanpa diedukasi perihal maksud dan tujuan keberadaan mereka di kegiatan tersebut. Atau hanya sebatas mengenakan kaos bergambar wajah pasangan calon yang dibagi-bagikan, lalu setelah acara rampung disalami sambil menyelipkan amplop duit transportasi?

Baca Juga  Enam Pelajar Tubaba Berangkat ke Sekolah Rakyat, Pemkab dan BAZNAS Siapkan Dukungan Pendidikan

Bukan itu yang dimaksud. Karena tanpa disadari, atau malah tim sukses paslon justru melakukannya secara sadar atas dasar pragmatisme, cara-cara demikian sesungguhnya telah mengotori alam pikir anak muda yang baru ingin menjadi bagian dari politik berdemokrasi di negeri ini.

Pengalaman politik Jokowi sebelum resmi memasuki istana kepresidenan kembali menunjukkan bagaimana saktinya kekuatan anak muda. Saat puluhan musisi dan artis pendukung Jokowi-JK menggelar Konser Revolusi Mental pada 11 Juni 2014 silam, lokasi konser Parkir Timur Senayan sesak dipenuhi anak muda yang mengacungkan dua jari sebagai simbol \’Salam Dua Jari\’.

Konser ini lalu dianggap sebagai pemantik yang mampu menarik dukungan dari para pemilih pemula dan kalangan muda yang sebelumnya masuk dalam kategori swing voter alias pemilih yang masih labil. Sejak kesuksesan besar itu hubungan Jokowi yang telah menjadi presiden semakin mesra dengan kalangan muda. Pakai jaket Dilan dan naik motor Chopper adalah sedikit dari cerminan kedekatan itu.

Pengalaman adalah guru terbaik. Sebelum terlambat mestinya para kandidat peserta Pilgub Lampung bisa belajar dari pengalaman Soekarno, Obama dan Jokowi. Masih juga sanksi? awas ditimpa karma kualat sama anak muda. (Hendri Std)

Berita Terkait

Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026
Tubaba Gandeng ATR/BPN Integrasikan Data Pertanahan, Bidik Optimalisasi PAD
Sekolah Rakyat Tubaba Siap Dibangun, 2.520 Anak Keluarga Kurang Mampu Bakal Dapat Pendidikan Gratis
Tubaba Masih Nol Kasus PMK, Tapi Vaksinasi Ternak Baru Capai 30 Persen
Tubaba Gandeng Tel-U, Sulap Sampah dan ZISWAF Jadi Kekuatan Ekonomi Berbasis AI
Bukan Sekadar Bersih, Tubaba Ingin Ubah Kebiasaan Pelajar Peduli Lingkungan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Lampung Dorong Produk Desa Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Mirzani Dorong IWAPI Hilirisasi Pangan dan Digitalisasi Usaha

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Garinca Soroti 540,78 Hektare Aset Pemprov Bermasalah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Lampung Mulai Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:40 WIB

Ketua PP PMKRI Temui Massa Pati Melawan Jelang Aksi 27 Agustus

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Angkasa Pura Indonesia Siap Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Yozi Rizal Soroti Lemahnya Perhatian Pemprov Lampung terhadap Dunia Sastra

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:55 WIB

203 Titik Hotspot Terdeteksi, Karang Taruna Desa Diminta Waspada Karhutla

Berita Terbaru

Bandarlampung

PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP

Jumat, 28 Agu 2026 - 17:20 WIB

Lampung

Lampung Dorong Produk Desa Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:26 WIB

Tulang Bawang Barat

Kapolres Tubaba Ajak Pers Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:11 WIB