Hati-Hati Minyak Goreng Oplosan Jangan Tergiur Harga Murah

Redaksi

Rabu, 23 Maret 2022 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perdagangan Bandarlampung, Wilson Faisol (kiri), bersama Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung Socrat Pringgodanu (kanan) usai merelokasi PKL di Jalan Imam Bonjol ke Pasar SMEP, Senin (15/11). Foto: Netizenku.com

Kepala Dinas Perdagangan Bandarlampung, Wilson Faisol (kiri), bersama Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung Socrat Pringgodanu (kanan) usai merelokasi PKL di Jalan Imam Bonjol ke Pasar SMEP, Senin (15/11). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung, Wilson Faisol, mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap minyak goreng oplosan.

Wilson ketika dihubungi menjelaskan timnya melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap minyak goreng curah yang dikhawatirkan dikemas ulang menjadi minyak goreng kemasan.

Pemerintah mencabut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian Kementerian Perdagangan merilis Permendag Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Curah sebesar Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram.

Menurut Wilson dengan diaturnya HET minyak goreng curah, masyarakat punya alternatif untuk mendapatkan minyak goreng murah. Namun hal ini diduga akan memicu peredaran minyak goreng oplosan.

“Jangan mentang-mentang murah langsung dibeli. Berhati-hatilah karena dari tampilan dan warnanya juga berbeda,” ujar dia.

Wilson mengajak masyarakat untuk lebih teliti dan mencermati setiap minyak goreng kemasan agar terhindar dari minyak goreng oplosan.

“Kita lihat yang merek terdaftar lah. (Jangan) membeli minyak goreng kemasan yang mereknya jarang kita lihat,” kata dia.

Namun sejauh ini, Wilson Faisol mengakui dari hasil pengawasan dan pemantauan, timnya belum menemukan peredaran minyak goreng oplosan di pasar. (Josua)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 07:25 WIB

Bupati Pringsewu Buka Seminar Nasional “How To Be A Great Teacher”

Jumat, 3 April 2026 - 07:21 WIB

17 Tahun Kabupaten Pringsewu, Progres Pembangunan Semakin Positif

Rabu, 1 April 2026 - 17:28 WIB

300 Industri Genteng Terancam Tutup, Kapolres Pringsewu Ambil Diskresi Bantu Pengrajin

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:29 WIB

Usai Mudik Lebaran, Warga Mulai Ambil Kendaraan Titipan di Polres Pringsewu

Senin, 30 Maret 2026 - 18:39 WIB

Apel dan Halal Bihalal 2026, Bupati Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:14 WIB

PWI Pringsewu Bagikan Daging dan THR Jelang Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:02 WIB

PSI Pringsewu Bagikan Takjil dan Kunjungi Ponpes

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:45 WIB

Rahayu Sri Astutik Riyanto Dikukuhkan Jadi Duta Peduli Stunting Kabupaten Pringsewu

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Bupati Egi Tinjau Longsor Gunung Rajabasa

Sabtu, 4 Apr 2026 - 15:39 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Mulai Perbaikan Jalan Prioritas 2026

Jumat, 3 Apr 2026 - 20:56 WIB