Harga Bantuan Tak Sesuai, KPM Kembalikan Bantuan ke Dinsos dan Pemkab Pringsewu

Redaksi

Rabu, 21 Juli 2021 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu (Netizenku.com): Dinas Sosial Pringsewu monitoring evaluasi atas laporan 4 warga Tulungagung yang terdaftar di Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tentang tidak sesuainya barang yang diberikan dengan harga yang ditentukan, Rabu (21/7).

Dalam kunjungan monotoring evaluasi Dinas Sosial Pringsewu terdiri dari Kabid Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin, Sugeng Purnomo, Kabid Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial, Hartadi S.Sos, beserta kasubag dan stafnya.

Sugeng Purnomo mengatakan, hari ini Dinas Sosial bersama tim akan melakukan monev atas laporan 4 warga penerima KPM Pekon Tulungagung atas nama Sumiati, Partini, Rasiyatun, Tutin Arista, yang terdaftar KPM di e-warung Evi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Adapun hasil Monev hari ini akan kami laporkan, kepada sekda dan kepala dinas, dan hasilnya tersebut akan kami tindak lanjuti sesuai dengan prosesnya,” jelasnya.

Ketua e warung bambu seribu di Pekon Tulungagung, Asriva, mengatakan benar bahwa atas nama Sumiati, Partini, Rasiyatun, Tutin Arista, terdaftar KPM di e warung Evi

Ia juga menambahkan Sumiati, Partini, Rasiyatun, Tutin Arista belum pernah melapor ke e-warung yang bersangkutan kalau barang bantuan yang diterima tidak sesuai dengan harga bantuan, adapun barang yang diberikan bantuan untuk penerima KPM berupa beras 15 kg, telur 10 butir, buah/kentang 1kg, kacang ijo/kacang tanah 1/2 kg.

“Kami pernah ditawarkan oleh calon suplayer PT Pangan Jaya Gemilang untuk menawarkan barang ke e-warung. Sebelum pendistribusi sambil membawa barang yang dianjurkan menurut suplayer tersebut, karena kita sudah MoU dengan suplayer lama, sehingga kami menolak dengan calon suplayer baru tersebut,” ujarnya.

Baca Juga  Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Dia menambahkan jumlah warga yang terdaftar di KPM bambu seribu Pekon Tulungagung dengan Wonodadi Utara sebanyak 355 orang. Bantuan yang diberikan untuk KPM sesuai kontrak awal dengan nilai non tunai di perjanjian awal.

Di tempat yang sama, Ketua PKH Tulungagung 2 Lina, menambahkan ia menanyakan ke Rasiatun dan Partini bahwa mereka diajak oleh Bima dan Ahmad yang mengaku sebagai wartawan, mereka dijemput pakai mobil katanya akan ke Dinas Sosial untuk meklarifikasi bantuan dari pemerintah karena tidak sesuai dengan nominalnya.

Dia juga menjelaskan penerima KPM Partini diajak saja ke dinas, dia tidak tahu apa-apa kalau mau pergi ke dinas, Partini juga siap jadi saksi kalau diperlukan.

Adapun ketua PKH 1 Pekon Tulungagung Rt 3 RW 1 Patimah mengatakan, warga yang terdaftar KPM sudah dicek satu persatu tidak ada yang komplain tentang penerimaan barang bantuan tersebut.

Dia menambahkan, hanya Sumiati yang protes dengan barang yang tidak sesuai dengan harganya ke Dinas Sosial langsung, tetapi tidak ada laporan ke e-warung, ketua e-warung, maupun ke kepala pekon Tulungagung tentang ketidak cocokan tersebut.

“Sebelum menerima bantuan dari awal sudah diberi tahu barang yang diberikan sesuai dengan perjanjian di kontrak yang ada,” tuturnya.

Baca Juga  Pemkab Pringsewu Perkuat Jaringan Usaha Koperasi melalui Pengembangan Mocaf

Tambahnya pernah waktu pertama kali mendapat bantuan PKH, Tutin Arista pernah memgatakan, bantuan tersebut akan dititipkan saja ke ketua PKH agar uangnya bila terkumpul sudah banyak baru diambil.

Dinas Sosial Pringsewu beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke salah satu rumah warga pelapor penerima PKM yang mengatakan tidak sesuai dengan nominalnya atas bantuan tersebut.

Di kediaman Sumiyati mengatakan ia dengan 4 warga penerima PKM melaporkan ke dinas mengantarkan barang ke Pemkab karena barang yang diterima tidak sesuai dengan harga nominal sebesar 200 ribu.

Dia juga menjelaskan bahwa sudah mengecek harga di Pasar Pringsewu, Pasar Wates, Pasar Gading, tetapi belum pernah mengecek di warung. Kalau di pasar harga beras bagus sekitar 7500 sampai 8000, kalau telur besar satuan harganya 2000, kalau telur kecil harga satuannya 1500, untuk buah 1kg harganya 18.000, untuk kentang 1 kg harganya 15.000, dan kacang hijau maupun kacang tanah harga untuk 1/2 kg harganya 10.000. sehingga total keselurahan dipukul rata harga bantuan PKM seharga 165 ribu tidak sampai 200 ribu.

“Barang bantuan PKM tersebut tidak akan kami ambil karena tidak sesuai dengan nominalnya bila sesuai nominal baru kami ambil, barang tersebut kami letakkan di halaman kantor bupati separuh, dan di kantor dinas sosial separuh,” terangnya.

Sumiati juga menjelaskan kepada Dinas Sosial bila memang bantuan PKM tersebut tidak cukup dengan nominalnya, ia diberi uang saja sebesar 200 ribu, atau bila perlu ia carikan penyalur agar bisa sesuai dengan harga nominal tersebut.

Baca Juga  Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Harhubnas 2026

Sumiati juga menjelaskan keadaannya sekarang sebagai pedagang hasil bumi, jengkol, asem sayur, tangkil, kalau ada pesanan baru menjual beras, uyek dan lain-lain. Untuk keuntungan sekali dagang, kira kira 150 ribu sampai 200 ribu setiap hari.

Setelah itu rombongan dinas sosial melanjutkan kunjungan ke kediaman salah satu penerima KPM yang protes Rasiyatun dan Partini.

Rasiyatun menjelaskan kepada dinas sosial bahwa dia kemarin untuk melapor ke kantor bupati dan dinas sosial diajak oleh Sumiati, dijemput pakai mobil oleh Bima dan Ahmad yang mengaku pekerjaannya sebagai wartawan.

“Kalau untuk barang yang diletakkan di kantor bupati dan dinas sosial itu bukan barang bantuan KPM untuk kami pak, karena barang bantuan dari KPM untuk kami ada pak,” terangnya

Lain halnya Partini menjelaskan bahwa ia ikut saja, mau melapor ke kantor bupati dan dinas sosial awalnya ia tidak tahu.

“Untuk bantuan KPM beras, telur, buah,dan kacang tanah sudah saya bagi sama anak saya, untuk barang yang diletakkan kantor bupati dan Dinas Sosial, saya tidak tahu menahu itu bukan barang bantuan KPM untuk kami, yang saya tahu barang itu sudah ada di mobil,” katanya. (Rz)

Berita Terkait

Lantik 101 PNS, Bupati Pringsewu Minta ASN Jaga Integritas dan Profesionalisme
PWI Pringsewu Bahas Program Kerja dan Persiapan HPN-Porwanas 2027
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Pringsewu Ajak Perkuat Patriotisme, Perjuangan, dan Kepedulian
Purwanto Unggul dengan 1.516 Suara, Menuju Kursi Kepala Pekon Tulung Agung
Polsek Gadingrejo Bersama TNI dan Satpol PP Kawal Pilkakon di Enam Pekon
Kajari Pringsewu Dukung HPN dan Porwanas 2027, Siap Ramaikan PWI Running
Dihadiri Menteri Pertanian, Pesta Rakyat Petani 2026 Dipusatkan di Pringsewu
Wabup Pringsewu Imbau Orangtua Hargai Proses Tumbuh Kembang Anak

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:49 WIB

HUT ke-62 Golkar, DPD Lampung Selatan Santuni 20 Anak Yatim-Piatu

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:06 WIB

PWI Lampung Selatan dan Grand Elty Krakatoa Jajaki Kerja Sama Promosi Wisata

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Pemkab Lampung Selatan Perkuat Pemantauan Harga Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pemkab Lampung Selatan Gandeng ITB, Empat Desa Pesisir Disiapkan Hadapi Tsunami

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:45 WIB

PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Berita Terbaru

Tanggamus

RAPBD Tanggamus 2027, Belanja Daerah Diusulkan Rp1,64 Triliun

Selasa, 3 Nov 2026 - 16:59 WIB