Disparitas Harga Komoditas SP2KP, Siaga Bapok, dan Pedagang

Redaksi

Jumat, 25 Maret 2022 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang cabai dan bawang di Pasar Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat. Foto: Netizenku.com

Pedagang cabai dan bawang di Pasar Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat. Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Sepekan menjelang bulan Ramadan sejumlah harga komoditas di Pasar Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat, Kota Bandarlampung masih normal.

Namun terjadi disparitas harga komoditas yang dimuat di laman Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan dengan harga di tingkat pedagang Pasar Pasir Gintung.

Berikut harga komoditas per kilogram pada Kamis (24/3) di SP2KP Kementerian Perdagangan;

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bawang Merah Rp26.700, Bawang Putih Rp25.300, Cabai Merah Besar Rp36.700, Cabai Merah Keriting Rp37.300, Cabai Rawit Merah Rp43.300.

Daging Sapi Rp131.700, Daging Ayam Potong Rp39.300, Telur Ayam Ras Rp23.200, Beras Medium Rp10.100, Beras Premium Rp11.800, Kedelai Rp14.300, Gula Pasir Rp14.000.

Sementara pada Jumat (25/3) harga komoditas per kilogram di tingkat pedagang distributor di Pasar Pasir Gintung;

Baca Juga  Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025

Bawang Merah Rp25.000, Bawang Putih Rp25.000, Cabai Merah Besar (Bandung) Rp50.000, Cabai Merah Keriting Rp29.000, Cabai Rawit Merah Rp34.000.

Daging Sapi Rp130.000, Daging Ayam Potong Rp28.100, Telur Ayam Ras Rp25.000, Beras Medium Rp9.600, Beras Premium Rp10.000-12.000, Kedelai Rp14.000, Gula Pasir Curah Rp14.000.

Salah satu distributor cabai dan bawang di Pasar Pasir Gintung, Jumani (71), mengatakan harga kedua komoditas tersebut masih normal.

“Harga yang saya sampaikan itu harga penjualan lah. (Harga) itu kan pemerintah nengoknya yang dagang di pesisihan (pengecer),” kata dia.

Jumani yang akrab dipanggil Abah oleh pedagang Pasar Pasir Gintung tidak hanya melayani pedagang eceran tapi juga pembelian konsumen rumah tangga.

Baca Juga  Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan

“Kita melayani pedagang dan konsumen rumah tangga, ambil untung cuma seribu, kasihan melihat situasi seperti ini,” ujar dia.

Warga Kemiling ini mengaku setiap menjelang bulan Ramadan terjadi kenaikan harga cabai dan bawang. Namun hanya berlangsung paling lama dua hari.

“Naiknya paling sehari dua hari. Menjelang Ramadan kadang-kadang naik atau turun, gak mesti (naik),” tutup dia.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung, Wilson Faisol, ketika dihubungi menyampaikan pemerintah kota terus memantau perkembangan harga komoditas.

Masyarakat dapat memantau harga komoditas di Kota Bandarlampung pada laman Siaga Bapok (Sistem Informasi Harga Bahan Pokok).

Siaga Bapok Dinas Perdagangan memuat data harga komoditas di 8 pasar yang diperbarui setiap hari.

Baca Juga  Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur

“Situs Kementerian Perdagangan saya tidak tahu, kalau punya Dinas Perdagangan ya Siaga Bapok itu,” kata dia.

Wilson menjelaskan harga komoditas di Siaga Bapok diinput oleh UPT Pasar berdasarkan perkembangan harga di tingkat pengecer.

“Apa yang berkembang di situ, dirata-ratain, dimasukkan harganya sama teman-teman yang di lapangan,” tutup dia.

Berikut harga komoditas di Pasar Pasir Gintung yang dimuat laman Siaga Bapok Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung pada Jumat (25/3);

Bawang Merah Rp27.000, Bawang Putih Rp26.000, Cabe Merah Besar Rp30.000, Cabai Merah Keriting Rp33.000, Cabai Rawit Merah Rp30.000.

Daging Sapi Termahal Rp130.000, Daging Ayam Potong Rp41.000, Telur Ayam Ras Rp23.500, Beras Medium Rp9.600, Beras Premium Rp12.800, Kedelai Rp14.000, Gula Pasir Curah Rp14.000. (Josua)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:20 WIB

DPRD Lampung Dorong Peta Zonasi Mangrove Lampung Usai Terbit PP Nomor 27 Tahun 2025

Senin, 23 Februari 2026 - 22:00 WIB

Safari Ramadan di Lampung Tengah, Gubernur Mirza Alokasikan Rp300 Miliar Perbaikan Jalan

Senin, 23 Februari 2026 - 21:54 WIB

Pemprov Lampung Gelar Apel Siaga Kamtibmas Ramadan 2026

Senin, 23 Februari 2026 - 21:44 WIB

Dishub Lampung Siapkan Strategi Ketat Angkutan Lebaran 2026, Antisipasi Lonjakan di Bakauheni

Senin, 23 Februari 2026 - 20:39 WIB

Gubernur Mirza Tinjau Perbaikan Jalan, Target Tuntas Sebelum Lebaran

Senin, 23 Februari 2026 - 15:27 WIB

DPRD Lampung Mengingatkan Pengusaha Tak Ambil Untung Berlebihan saat Ramadan

Minggu, 22 Februari 2026 - 22:34 WIB

DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:09 WIB

Pemprov Lampung Percepat Integrasi Lampung In, Fokus SAIBARA dan SP4N LAPOR

Berita Terbaru

Lampung

Pemprov Lampung Gelar Apel Siaga Kamtibmas Ramadan 2026

Senin, 23 Feb 2026 - 21:54 WIB