Dipangkas, Diancam Tarik, Pusat Kian Pelit

Ilwadi Perkasa

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dipangkas, Diancam Tarik, Pusat Kian Pelit

Dipangkas, Diancam Tarik, Pusat Kian Pelit

Oleh: Ilwadi Perkasa

Belum selesai daerah menyesuaikan diri dengan Transfer ke Daerah (TKD) dalam Rancangan APBN 2026, datang lagi ancaman baru dari Menteri Keuangan akan  menarik anggaran bila penyerapan lamban. Buat Lampung, ini ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, dipangkas dari awal, diancam di tengah jalan.

Alasan pemerintah pusat bisa dimengerti. Banyak daerah memang santai di awal tahun, serapan anggaran rendah, proyek belum jalan. Tapi di lapangan, persoalannya nggak sesederhana itu. Kadang lelang molor, dokumen berputar lama, bahkan pejabatnya takut tanda tangan karena trauma audit dan OTT. Akibatnya, uang mengendap, proyek tertunda, ekonomi lokal ikut tersendat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan

Masalahnya, di saat pusat menekan, daerah justru makin terlihat nggak punya ruang gerak. Otonomi yang mestinya bikin daerah mandiri malah terasa semu. Daerah disuruh lari, tapi tali sepatunya dipegang pusat. Bisa gerak, tapi setengah hati.

Lampung saat ini sedang menghadapi dilema klasik itu. Dalam rancangan APBD 2026, pendapatan ditargetkan Rp7,6 triliun. Ada SiLPA Rp1 triliun buat nutup defisit. Di atas kertas kelihatan aman, tapi faktanya Lampung masih hidup dari sisa anggaran tahun lalu. Sementara transfer pusat berkurang Rp580 miliar.

Ruang fiskal makin sempit, tapi kebutuhan rakyat nggak ikut menyempit. Di sinilah ujian sejati otonomi. Kalau pusat makin pelit, daerah nggak bisa terus menengadah.

Untungnya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal nggak mau menyerah. Ia tetap menegaskan, pembangunan harus jalan, terutama sektor infrastruktur dan pendidikan. Bahkan Lampung mulai gandeng swasta buat bangun jalan tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD. Ini langkah berani, dan jujur saja, segar.

Baca Juga  Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur

Waktunya Buka Dompet Sendiri

Sudah saatnya Lampung benar-benar mandiri. Potensi ada di mana-mana dari pertanian sampai pariwisata, dari industri sampai aset daerah yang tidur panjang. Tinggal keberanian dan kreativitas fiskal yang harus dibangunkan.

Daerah bisa mulai dari banyak pintu, berhutang,  menggandeng investor lewat skema kerja sama publik-swasta, atau mengelola aset produktif biar nggak sekadar jadi angka di laporan. Pokoknya tidak boleh lagi hanya mengandalkan Badan Pendapatan Daerah. Semua OPD mulai mesti memikirkan target pendapatan dari pajak dan retribusi yang sah dan dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan

Selama ini daerah cuma pelaksana, bukan pencipta nilai. Padahal kemandirian fiskal bukan soal cepat menyerap anggaran, tapi soal berani menciptakan sumber pendapatan sendiri. Karena kalau terus menunggu kiriman dari pusat, otonomi cuma jadi cerita setengah jalan.

Pusat bukan pelit, hanya mulai selektif, karena terlalu lama daerah dimanja tanpa hasil nyata. Lagi pula, pusat boleh pelit, tapi daerah jangan pelit ide. Ancaman Menkeu bukan untuk ditakuti, tapi untuk dijawab dengan inovasi. Karena otonomi sejati bukan soal siapa yang pegang dompet, tapi siapa yang punya keberanian membuka dompetnya sendiri.

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Di Bawah Larangan Kembang Api, Dini Menjajakan Harapan di Ujung Tahun
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: “Cemomot” dari APBD ke BUMD, Jejak Korupsi Terbuka
Ekonomi Tumbuh, Upah Tertahan: Lampung Kalah Berani dari Sumatera Lain

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:57 WIB

Siswa Kelas 2 SD Muhammadiyah Pringsewu Berbagi Takjil, Tanamkan Kepedulian Sejak Dini

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:30 WIB

Pemkab Pringsewu Awali Safari Ramadan 2026 di Kecamatan Ambarawa

Senin, 23 Februari 2026 - 19:27 WIB

Polres Pringsewu Raih Penghargaan Perlindungan Anak

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:03 WIB

Bupati Pringsewu Paparkan Capaian Satu Tahun Kepemimpinan pada Buka Bersama Insan Pers

Jumat, 20 Februari 2026 - 06:46 WIB

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:55 WIB

Berkas Lengkap, Tersangka Jambret Di pringsewu Dilimpahkan Polisi ke JPU

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:54 WIB

Pemkab Pringsewu dan BAPANAS Gelar Rakor Satgas Saber Harga

Senin, 2 Februari 2026 - 19:49 WIB

Polres Pringsewu Hadirkan Layanan SKCK di MPP

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Wabup Tubaba Ajak Warga Perkuat Sedekah dan Kepedulian Lingkungan

Rabu, 25 Feb 2026 - 22:31 WIB

Lampung Selatan

Realisasi Infrastruktur Lamsel 2025 Capai 100 Persen

Rabu, 25 Feb 2026 - 21:24 WIB