Anak Muda Lampung dan Umar Ahmad

Redaksi

Sabtu, 22 Juli 2023 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ada ribuan anak-anak dan remaja yang terlibat aktif diurusan berkesenian. Benar-benar langsung bersentuhan. Sebuah kenyataan yang mengejutkan sebenarnya. Karena aktivitas kental berkesenian ini bukan berlangsung di perkotaan, melainkan perkampungan.

Dari Bandarlampung, yang merupakan ibukota Provinsi Lampung, kita harus pergi sejauh ratusan kilometer untuk bisa merasakan atmosfer kental berkesenian tersebut. Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) adalah tempat yang dimaksud.

Benar, wilayah geografis kabupaten muda ini, tidak diberi anugerah bibir pantai yang seksi buat dinikmati yang tak bisa dipungkiri pantai masih banyak dianggap sebagai destinasi wisata utama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Justru karena sadar atas kekurangan itu, Tubaba berbenah diri di bidang lain. Berkesenian -sesuatu yang juga menawarkan keindahan- menjadi salah satu pilihan, selain mengeksplor potensi obyek wisata alam lain, tentunya.

Tak ayal, dalam waktu tak terlalu lama, harapan itu sudah membuahkan hasil nyata, bukan sekadar rencana di atas kertas belaka. Obyek wisata bernuansa alam dan kental sentuhan budaya telah banyak ditemui di sana. Ditambah dengan keterlibatan anak-anak dan pemuda dalam berbagai ekspresi berkesenian yang merasuk hingga ke desa-desa. Perhelatan rutin Tubaba Art Festival adalah salah satu contohnya.

Baca Juga  ASN Lampung Barat di Persimpangan 2026

Tidak heran kalau sekarang sudah banyak orang dari berbagai daerah yang sengaja menyambangi Tubaba untuk menikmati berbagai suguhan wisata itu.

Kombinasi yang sungguh ciamik. Dan yang tidak kalah penting bahwa untuk dapat mengimplementasikan konsep serupa itu, dibutuhkan keberanian sekaligus kejelian dari pimpinan daerahnya. Umar Ahmad, mantan Bupati Tubaba (dua periode), adalah yang menghampar karpet merah agar semua pencapaian itu bisa digelar di atasnya.

Singgungan Umar Ahmad (kemudian kita sebut UA) dengan ranah anak muda juga merambah ke otomotif. Dia sendiri pernah menjadi Ketua Umum Motor Antique Club Indonesia (MACI) Lampung.

Untuk urusan olah raga, terlebih yang berinteraksi dengan alam, UA juga menaruh perhatian besar. Bersepeda meluncur di alam terbuka serta olahraga rekreasi inflatable Stand Up Paddle Board (ISUP) di aliran sungai yang dipopulerkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, adalah sedikit dari sekian banyak aktivitas anak muda yang dikembangkannya.

Baca Juga  Dari Dapur MBG ke Meja Anak: Siapa yang Kenyang Sebenarnya?

Bahkan, UA pernah mendatangkan Abah Tapa Umbara, seorang Maestro Panah Tradisional asal Bandung (Jawa Barat), untuk menularkan kemampuan memanah di kalangan anak muda setempat. Untuk olah raga populer macam bola voli dan sepakbola, sudah barang tentu turut dikembangkan.

Agaknya, pengalaman batin dan pola pikir terbuka mantan aktivis kampus ini, terus memberi warna pada banyak keputusan yang pernah diambil UA. Tak heran kalau kemudian dirinya tak berjarak dalam menyerap inspirasi anak-anak muda.

Tapi jangan-jangan apa-apa yang sudah diperbuat itu hanya diperuntukkan sebagai polesan gincu-gincu politik, tok. Sekadar pencitraan. Pandangan serupa ini wajar dikemukakan, mengingat kita memang acapkali disuguhkan peran-peran semu di kancah politik dan pemerintahan.

Baca Juga  Lampung Barat: Ketika Amanah Dijadikan Pekerjaan Paruh Waktu

Sikap apriori ini tak ada salahnya. Justru, terlebih anak-anak muda di Lampung, memang dituntut memiliki daya kritis tinggi biar tak selalu dijadikan korban sebagai tunggangan politis semata.

Tapi apa pula perlunya anak muda Lampung memasukkan referensi tentang UA dalam alam pikirnya?

Saya menganggapnya cukup penting. Terutama bagi anak-anak muda yang memendam segudang inspirasi, kreasi dan prestasi namun masih tersumbat lantaran tak ada kanal-kanal penyaluran.

Diskusi, sebagai pintu masuk untuk membuka cakrawala wawasan sekaligus mencari solusi efektif, tak ada salahnya untuk dibuka. UA bisa dijadikan cerminan untuk digali pengalaman dan pandangannya selama memimpin Tubaba.

Tak menutup kemungkinan berbagai pengalaman itu bisa diimplementasikan di skala Lampung, sebagai jawaban atas banyak keinginan anak muda yang hari ini masih sebatas tergantung di benak sebagai harapan. (Hendri Std)

Berita Terkait

Dari Dapur MBG ke Meja Anak: Siapa yang Kenyang Sebenarnya?
“GoodB(a)y” Bibi, Lupakan Mimpi Jadi Raja Bayangan
Labuhan Jukung Ditinggal Wisatawan, Ada Apa dengan Tata Kelolanya?
ASN Lampung Barat di Persimpangan 2026
Lampung Barat: Ketika Amanah Dijadikan Pekerjaan Paruh Waktu
Tujuh Pejabat Baru, Ujian Sesungguhnya Baru Dimulai
Amanah di Singgasana, Bukan Sekadar Pencitraan
Kunker ke Lampung Barat, Gubernur Bawa Dua Janji Manis

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:02 WIB

Pemprov Lampung Luruskan Isu Supply–Demand Daging Sapi

Senin, 2 Februari 2026 - 21:18 WIB

Triga Lampung Temui Kemenhan, Bahas Keberlanjutan Lahan Tebu Eks SGC

Senin, 2 Februari 2026 - 17:28 WIB

Kempeskan Ban Mobil Mahasiswa, Anggota DPRD Lampung Terancam Sidang Etik

Senin, 2 Februari 2026 - 13:53 WIB

KONI Lampung Intensif Pantau Atlet Berprestasi Jelang PON 2028 dan Persiapan Tuan Rumah PON 2032

Senin, 2 Februari 2026 - 13:38 WIB

KONI Riau Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah PON 2032

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:51 WIB

Yusnadi, Sesalkan Kebijakan RSUD Sukadana yang Wajibkan Pasien Gunakan Ambulans Rumah Sakit Saat Rujukan

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:18 WIB

TRIGA Lampung Kepung Kejaksaan Agung–KPK, Bongkar Dugaan Oligarki Gula, Pajak, dan Politik Uang

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:13 WIB

Bapenda Lampung dan GGPC Perkuat Sinergi Optimalisasi PAD

Berita Terbaru

Lampung

Pemprov Lampung Luruskan Isu Supply–Demand Daging Sapi

Selasa, 3 Feb 2026 - 00:02 WIB

Lampung

KONI Riau Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah PON 2032

Senin, 2 Feb 2026 - 13:38 WIB