Pemerintah Pesimis Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Tercapai

Avatar

Kamis, 13 September 2018 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sri Mulyani (Foto: Istimewa)

Sri Mulyani (Foto: Istimewa)

Lampung (Netizenku.com): Pemerintah nampaknya pesimis dalam merealisasikan target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 yang ditetapkan sebesar 5,4%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di 2018 akan berada di level 5,14-5,21%.

\”Sepanjang 2018 kami memproyeksikan pertumbuhan 5,14 – 5,21, ini based line di 2018,\” kata Sri Mulyani di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (13/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyeksi tersebut, kata Sri Mulyani karena telah menghitung dari realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2018 yang sebesar 5,27%.

Bahkan dia meramalkan lagi bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2018 akan berada di level 5,13-5,25%.

\”Kuartal III dengan dinamika yang terjadi, antisipasi bahwa konsumsi masih terjaga di atas 5%, dan inflasi cukup bagus, sehingga akan liat di kuartal III ekspektasi proyeksi antara 5,13 – 5,25%,\” jelas Sri Mulyani.

Rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang 2018 akan melebihi asumsi dasar kurs yang ditetapkan dalam APBN yakni Rp 13.400 per US$.

Sri Mulyani menyebut bahwa rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang 2018 akan berada di kisaran Rp 14.100-14.200 per US$.

\”Di keseluruhan 2018 Rp 14.100-14.200 per US$,\” kata Sri Mulyani.

Dia mengatakan, rata-rata nilai tukar sepanjang Januari-7 September 2018 berada di level Rp 13.770 per US$, meskipun saat ini dolar AS berada di level sekitar Rp 14.880.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga mengungkapkan bahwa dinamika nilai tukar yang terjadi sampai saat ini masih sejalan dengan rencana pemerintah dalam menetapkan asumsi kurs di 2019.

\”Dengan demikian, di 2019 Rp 14.400 itu sudah implisit ada additional depresiasi,\” papar Sri Mulyani. (dtc/lan)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah
Hotel Lampung Ramai Lagi, Tapi Tamu Cuma Singgah Sebentar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB