Anda Ingin Bisnis Kuliner? Simak Tips Berikut

Redaksi

Jumat, 7 September 2018 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Lampung (Netizenku.com) : Bisnis kuliner memang tengah banyak dilirik orang. Hadirnya kafe-kafe atau foodcourt jadi bukti kalau saat ini orang-orang gemar memanjakan lidahnya.

Tentunya ini menjadi peluang bisnis yang patut dicoba. Hanya saja ada yang sulit untuk memulainya.

Ada beberapa hal yang sebenarnya perlu diperhatikan sebelum mantap terjun ke bisnis kuliner.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Misalnya dari segi makanan yang dijual haruslah menarik dan kreatif agar mengundang orang untuk membeli.

Penjual pun harus tahu racikan dan bagaimana makanannya dibuat.

Selain itu ada juga marketing dan budgeting yang harus dipersiapkan.

Hal-hal seperti itu yang kadang terlewat saat memulai bisnis kuliner.

Dosen Food Technology i3L (Indonesia International Institute for Life Sciences) dan PhD candidate Norwegian University of Life Sciences, Ervina memberikan tips, bagaimana memulai usaha kuliner, mulai dari konsep hingga penentuan harga.

Simak beberapa tips berikut:

Buat produk makanan yang unik, inovatif dan kreatif

Menurut Ervina, produk merupakan jenis makanan yang akan dijual kepada konsumen nantinya. Maka dari itu buatlah produk makanan dengan konsep seunik mungkin.

Bila perlu, berikan nama-nama makanan atau menu yang unik dan kreatif. Nama-nama yang unik akan semakin membuat konsumen penasaran akan produk makanan.

Kemudian, buat juga makanan yang dapat diterima oleh berbagai usia, mulai dari menu masakan seperti olehan mie, pasta, roti atau nasi yang sudah sangat cocok di lidah orang Indonesia atau konsumen.

Baca Juga  Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas

Jangan lupa, kemasan yang unik juga dapat menjadi daya jual karena beberapa konsumen suka memilih konsep makanan take away, karena konsumen akan mendapatkan aspek kemudahan.

Ia juga mengatakan, tempat makan tak kalah penting. Dengan dekorasi unik dan kreatif akan menjadi daya tarik bagi konsumen untuk datang, baik sekedar selfie bersama teman, pasangan, dan keluarga, sekaligus mencoba makanannya.

Kenali produk makanan yang akan dijual

Sebelum mulai menjual, penjual harus mengerti dan paham betul apa yang akan dijual. Walaupun penjual bukan seorang chef atau juru masak, namun penjual harus mengetahui apa saja bahan yang digunakan dalam pembuatan produk makanan tersebut, baik bahan makanan utama maupun bahan pelengkapnya.

Selain itu, penjual juga harus mengetahui alat atau proses apa saja yang akan digunakan dalam proses pembuatan produk makanan tersebut.

Menurut Ervina, dengan mengenali dan mempelajari dengan baik produk makanan, penjual diharapkan dapat melakukan improvement serta inovasi dari segi produk makanan selanjutnya yang akan dijual.

Contoh dengan memberikan variasi toping yang sesuai, rasa atau warna yang berbagai macam, dan inovasi lainnya.

Buat target pasar yang sesuai dengan produk yang akan dijual

Baca Juga  PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan

Jika sudah menentukan menu dan berbagai inovasinya, jangan lupa untuk mengenali target pasar. Apakah makanan yang disajikan untuk kalangan umum, anak muda, millennial, orang kantoran, dan sebagainya.

Sehingga penjual harus tahu apakah produk yang dijual itu untuk kalangan menengah, premium, atau ekonomis. Kemudian, Ervina menyarankan untuk menyesuaikan target pasar dengan harga jual makanan.

Bila perlu, penjual bisa membuat makanan yang enak dengan harga yang terjangkau karena tidak semua makanan yang enak harus selalu mahal.

Marketing dan branding yang unik dan menarik

Konsep marketing dan promo menarik dalam suatu penjualan juga penting. Buatlah promo bundling atau promosi lainnya yang menarik di waktu-waktu spesial.

Contohnya bisa bertepatan dengan hari kemerdekaan, promo spesial bertema Asian Games, hari ibu dan lain-lain.

Jangan lupa untuk menggunakan gunakan platform digital untuk kegiatan promosi dan pemasaran.

Ervina mengimbau untuk selalu ingat jargon \’The power of social media\’, bahkan Anda juga bisa menyebarkan dan viralkan informasi positif melalui media sosial dan internet.

Jika perlu, buatlah website atau portal khusus untuk usaha Anda, kemudian buat akun instagram, twitter, dan sosial media lainnya yang dikhususkan untuk usaha kuliner.

Sementara untuk memperluas relasi, bisa bekerja sama dengan komunitas-komunitas yang berhubungan secara khusus dengan produk makanan.

Baca Juga  Ekspor Melonjak, Daya Beli Petani Naik, Inflasi Rendah: Lampung Siap Hadapi 2026

Misalnya produk makanan vegan bisa berkerja sama dengan komunitas vegetarian, ataupun produk makanan khusus kids meals bekerja sama dengan kelompok ibu-ibu, kelompok playgroup, dan sebagainya.

Food costing yang akurat

Bagian terakhir ini biasanya hal yang paling sering terlewat. Food costing merupakan penentuan harga makanan yang dijual dengan memperhitungkan jumlah seluruh bahan makanan yang digunakan, tenaga yang digunakan, hingga keuntungan yang ingin diperoleh.

Hal tersebut sangat penting untuk mengetahui seberapa sehat keuangan Anda dengan menjual makanan dengan harga tertentu.

Bahkan, harus dibuat untuk masing-masing menu, meals, dan jenis makanan bahkan itu bisa menjadi penentu bagi pengusaha bisnis kuliner akan untung dan ruginya restoran yang dimiliki dengan menghitung melalui food costing.

Keberhasilan dari food costing ditentukan dengan menu engineering yaitu teknik meramu menu dengan menggunakan bahan-bahan makanan yang ada sehingga menghasilkan suatu perpaduan menu yang efektif dan efisien serta murah, enak, dan digemari.

Nah, pengetahuan yang berkaitan dengan menu engineering dan food costing akan dibahas secara lengkap dalam kegiatan pelatihan dan seminar dengan tema Restopreneur yang akan diadakan pada tanggal 13 September 2018, di kampus i3L (Indonesia International Institute for Life Sciences).

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Departemen Food Technology di Kampus i3L dengan i2C (Indonesia Institute of Culinary). (dtc/lan)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah
Hotel Lampung Ramai Lagi, Tapi Tamu Cuma Singgah Sebentar

Berita Terkait

Sabtu, 27 Desember 2025 - 00:40 WIB

Jembatan Gantung Garuda Bantuan Presiden Republik Indonesia

Kamis, 18 Desember 2025 - 15:08 WIB

Polres Tanggamus Tetapkan Dua Tersangka Pembunuhan Berencana di Pugung

Kamis, 18 Desember 2025 - 15:04 WIB

Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Kakon Atar Lebar Diciduk Tipikor Polres Tanggamus

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:19 WIB

Belanja Advertorial DPRD Tanggamus 2025 Dipastikan Tidak Dicairkan

Senin, 8 Desember 2025 - 15:41 WIB

APDESI Tanggamus Siap Ikuti Aksi Damai Nasional di Jakarta

Jumat, 5 Desember 2025 - 08:19 WIB

TTE Masuk Pekon: Tugu Rejo Jadi Pelopor Digitalisasi Administrasi di Semaka

Senin, 1 Desember 2025 - 19:57 WIB

IWO Luncurkan ‘Gerakan 20 Ribu Rupiah’ Bantu Anggota Terdampak Banjir Bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Kamis, 20 November 2025 - 20:09 WIB

Pekon Margodadi Gandeng AMSI Lampung Gelar Pelatihan SID dan Jurnalistik

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Gelar Rakor KMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 28 Jan 2026 - 21:56 WIB

Tulang Bawang Barat

DPC PDIP Tubaba Gelar Musancab, Target 10 Kursi Pemilu 2029

Rabu, 28 Jan 2026 - 21:48 WIB

Lampung Selatan

Tiga Inovasi Layanan Publik Lampung Selatan Segera Diluncurkan

Rabu, 28 Jan 2026 - 21:45 WIB