BANDAR LAMPUNG – Stan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung menjadi salah satu tujuan pengunjung di Bandar Lampung Expo 2026. Beragam produk hasil daur ulang dipamerkan, mulai dari tas, lukisan, tempat minum, hingga pupuk organik.
(Netizenku.com): Seluruh produk merupakan hasil karya kelompok bank sampah binaan DLH. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini diolah menjadi kerajinan dan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Budi Ardianto, mengatakan pameran tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan potensi pengelolaan sampah kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengubah sampah dari bank sampah menjadi kerajinan tangan seperti tas, tempat minum, lukisan, hingga pupuk. Selain membantu menjaga lingkungan, produk ini juga memberi nilai tambah bagi UMKM lokal,” kata Budi Ardianto, Jumat (17/7/2026).
Edukasi Sekaligus Promosi UMKM
Budi menjelaskan keikutsertaan DLH dalam Bandar Lampung Expo tidak hanya untuk memamerkan hasil karya. Pameran juga menjadi media edukasi agar masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah melalui konsep daur ulang.
Menurutnya, pemanfaatan limbah dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA). Di sisi lain, kegiatan tersebut membuka peluang ekonomi bagi kelompok bank sampah dan pelaku UMKM.
“Upaya menampilkan hasil kreasi dari bank sampah akan terus kami lakukan. Ini merupakan bentuk dukungan kami dalam memperkenalkan produk UMKM binaan DLH Kota Bandar Lampung,” ujarnya.
Pengunjung dapat melihat berbagai hasil kreativitas, seperti tas berbahan limbah plastik, miniatur kuda poni, hiasan berbentuk kadal dari limbah kayu, serta pupuk kompos dan pupuk organik cair.
DLH berharap semakin banyak masyarakat yang memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.(*)








