BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai mempercepat revitalisasi halte dan jembatan penyeberangan orang (JPO) di sejumlah titik. Fasilitas yang selama ini terbengkalai itu disiapkan untuk mendukung kembali layanan transportasi publik di kota ini.
(Netizenku.com): Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung Socrat Pringgodanu mengatakan pembenahan dilakukan atas arahan Wali Kota Eva Dwiana. Menurutnya, halte dan JPO harus kembali layak digunakan jika angkutan umum mulai dihidupkan.
“Atas perintah Ibu Wali Kota, kami sedang berupaya menghidupkan kembali transportasi publik. Kalau transportasi publik kembali berjalan, tentu halte dan JPO akan kembali digunakan masyarakat sehingga fasilitasnya harus dibenahi,” kata Socrat Pringgodanu, Rabu (29/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Socrat menjelaskan sebagian besar halte di Bandar Lampung masih dikelola pihak ketiga. Karena itu, Dishub telah mengirimkan surat dan berkoordinasi dengan pengelola agar segera memperbaiki fasilitas yang rusak.
Pemkot Siap Ambil Alih Aset
Menurut Socrat, sekitar 90 persen halte merupakan aset milik pihak ketiga. Pemerintah memberikan kesempatan kepada pengelola untuk melakukan perbaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
“Kami sudah menyurati dan mendatangi pihak pengelola agar segera memperbaiki aset mereka. Kalau tidak juga diperbaiki, kami meminta aset itu diserahkan kepada pemerintah kota agar dapat kami benahi,” ujarnya.
Selain halte, Dishub juga melanjutkan revitalisasi JPO. Perbaikan sebelumnya telah menyasar lantai dan dinding jembatan, sedangkan saat ini pekerjaan difokuskan pada bagian atap yang mengalami kerusakan.
Socrat menegaskan langkah serupa dapat diterapkan terhadap JPO apabila pengelola tidak segera melakukan pembenahan. Pemkot ingin seluruh fasilitas penunjang transportasi publik kembali aman, nyaman, dan layak dimanfaatkan masyarakat.
Revitalisasi halte dan JPO menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandar Lampung meningkatkan kualitas transportasi umum. Langkah itu diharapkan mendorong masyarakat kembali menggunakan angkutan publik sebagai pilihan mobilitas sehari-hari.(*)








