Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, mulai mendorong perubahan perilaku generasi muda dalam menjaga lingkungan melalui pendidikan kebiasaan sejak bangku sekolah.
Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Forkopimda Masuk Sekolah di SMP Negeri 8 Tulang Bawang Barat, Mulya Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Senin (10/8/2026).
Kegiatan ini tidak hanya diisi penyampaian materi kepada siswa, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari karakter dan tanggung jawab setiap individu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tubaba, Iwan Setiawan, S.H., M.H., yang bertindak sebagai Pembina Upacara, mengatakan sekolah merupakan ruang strategis untuk membentuk kebiasaan positif sebelum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, persoalan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Perubahan dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, serta merawat fasilitas sekolah.
“Menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Kebiasaan menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara konsisten,” ujar Iwan.
Kadis Lingkungan Hidup ini mendorong para siswa tidak hanya menjadi penerima pesan tentang kebersihan, tetapi menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.
“Sikap peduli terhadap lingkungan, harus terlihat melalui tindakan nyata, bukan berhenti pada pemahaman secara teori,” ucapnya.
Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui pendampingan langsung ke sejumlah ruang kelas setelah upacara.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tubaba, Eri Budi Santoso, S.Sos., M.H., turut memberikan arahan kepada siswa mengenai hubungan antara lingkungan sekolah dengan kenyamanan belajar.
Eri mengatakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat dapat menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman. Namun, kondisi tersebut hanya dapat dipertahankan apabila seluruh warga sekolah memiliki rasa tanggung jawab yang sama.
“Menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi kebiasaan bersama. Dimulai dari hal-hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan ruang kelas, dan tidak merusak fasilitas sekolah. Kalau kebiasaan baik ini dilakukan bersama-sama, dampaknya akan besar bagi lingkungan kita,” jelasnya.
Dia mengatakan, pendekatan melalui sekolah dinilai penting karena kebiasaan yang terbentuk sejak usia pelajar berpotensi terbawa hingga kehidupan bermasyarakat.
“Karena itu, edukasi lingkungan tidak hanya diarahkan agar siswa memahami pentingnya kebersihan, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap ruang yang mereka gunakan bersama,” ucapnya.
Melalui Forkopimda Masuk Sekolah, Pemkab Tubaba juga berupaya membuka komunikasi yang lebih dekat antara pemerintah dan generasi muda.
“Sekolah menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai pesan pembangunan sekaligus mendengar dan membangun kesadaran siswa terhadap persoalan di sekitar mereka,” ujarnya.
Pemkab Tubaba, lanjut dia, berharap gerakan ini dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Menjaga kebersihan sekolah tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan petugas kebersihan semata, melainkan menjadi budaya bersama yang dimulai dari kebiasaan kecil para pelajar dan dibawa ke lingkungan masyarakat,” pungkasnya.(*)
Editor : Arie








