Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, mencatat indikasi penurunan harga sejumlah komoditas pangan strategis pada pekan keempat Juli 2026.
Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Berdasarkan hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Tubaba berada pada angka -2,36, yang menunjukkan adanya penurunan harga beberapa komoditas utama di pasar.
Kondisi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) TPID Kabupaten Tubaba yang berlangsung di Ruang Asisten II Setdakab Tubaba, Senin (27/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Tubaba, Iwan Mursalin, didampingi Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Tubaba, Suwardi, selaku Sekretaris TPID.
Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Tubaba, Suwardi, mengatakan penurunan IPH tersebut dipengaruhi oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai merah, daging ayam ras, dan bawang merah.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan ketersediaan pasokan pangan di pasar dalam kondisi cukup, sehingga harga jual kepada masyarakat mengalami penyesuaian.
“Pada minggu keempat Juli 2026, Kabupaten Tubaba mengalami indikasi deflasi dengan nilai IPH minus 2,36. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh turunnya harga cabai merah, daging ayam ras, dan bawang merah karena pasokan komoditas relatif mencukupi,” ujar Suwardi.
Berdasarkan data TPID Tubaba, komoditas cabai merah menjadi penyumbang terbesar terhadap penurunan IPH dengan andil sebesar -1,09 poin. Kemudian daging ayam ras memberikan kontribusi -0,95 poin, sedangkan bawang merah menyumbang -0,68 poin.
Meski demikian, Suwardi menegaskan bahwa angka IPH bukan merupakan angka inflasi resmi yang dikeluarkan pemerintah. IPH hanya menjadi indikator awal atau proxy yang digunakan untuk melihat perkembangan harga dan potensi perubahan kondisi inflasi di daerah.
“IPH bukan angka inflasi resmi. Angka inflasi tetap mengacu pada data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, IPH menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan pemantauan dan mengambil langkah pengendalian harga,” jelasnya.
Ia menambahkan, TPID Tubaba akan terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga dan ketersediaan bahan pangan strategis agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga.
Menurutnya, koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia.
“Melalui pemantauan harga secara berkala, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi gejolak komoditas pangan pada periode mendatang,” pungkas Suwardi.(*)








