Keluhan soal jalan rusak, drainase buruk, hingga kepesertaan BPJS Kesehatan yang mendadak nonaktif mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Tanggamus, Wandi, S.E., di Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kotaagung Timur, Kamis (19/3/2026).
Tanggamus (Netizenku.com): Reses kedua masa sidang II tahun 2026 itu menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi. Ratusan warga memadati kediaman tokoh masyarakat Mat Nur, lokasi kegiatan yang berlangsung hangat namun sarat aspirasi.
Warga menyoroti kerusakan infrastruktur jalan yang dinilai terjadi di sejumlah titik, mulai dari jalur dua menuju komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Tanggamus, jalan alternatif, hingga jalan protokol yang menjadi akses vital antarpekon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, persoalan bantuan sosial dan layanan BPJS Kesehatan juga menjadi perhatian. Tokoh pemuda Kampung Baru, A. Rojak, mengungkapkan kekecewaannya terhadap penyaluran bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) yang dinilai belum tepat sasaran.
“Semua syarat sudah kami lengkapi, mulai dari surat keterangan tidak mampu hingga penyesuaian data pekerjaan orang tua. Namun usulan PIP anak saya tidak terealisasi, sementara ada keluarga yang dinilai lebih mampu justru menerima bantuan,” ujarnya.
Rojak juga meminta pemerintah serius menangani kondisi jalan protokol dan drainase. Menurutnya, persoalan drainase tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan keselamatan warga.
“Bahkan saat musim kemarau, air limbah rumah tangga dari wilayah atas meluap ke jalan dan mengalir ke rumah warga di bagian bawah. Usulan perbaikan sudah sering disampaikan ke Pemkab melalui Dinas PUPR, tetapi belum ada realisasi,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Wandi menyatakan seluruh aspirasi warga akan dibawa ke pembahasan di DPRD. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap usulan agar mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Sebagai putra daerah, saya ingin Pekon Kampung Baru menjadi wilayah yang maju, baik dari sisi infrastruktur, irigasi, pariwisata, hingga UMKM,” tegas Wandi.
Ia juga menyebut perbaikan jalan di Pekon Kampung Baru telah masuk dalam anggaran tahun 2026. DPRD, kata dia, telah menyetujui alokasi sekitar Rp9 miliar untuk pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan jalur dua komplek perkantoran Pemkab Tanggamus, jalan protokol, hingga tembus ke Jalan Lintas Barat.
Terkait BPJS Kesehatan yang nonaktif, Wandi meminta aparatur pekon aktif mendata laporan warga agar dapat difasilitasi untuk pengaktifan kembali, khususnya dalam kondisi mendesak.
Bagi warga Kampung Baru, reses tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan harapan agar aspirasi mereka benar-benar mendapat tindak lanjut dari para pengambil kebijakan. (*)








