Hadiah berupa wisata ke Bali, Blitar, dan Jakarta yang diberikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) usai sukses menjalankan tugas pada upacara HUT ke-80 Republik Indonesia, mendapat apresiasi dari politisi Bambang Kusmanto.
Lampung Barat (Netizenku.com): Ketua DPC NasDem Lampung Barat itu menilai, penghargaan bagi anggota Paskibra sudah tepat, sebab mereka mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Merah Putih pada momen bersejarah bangsa. Namun, ia menekankan masih ada elemen lain yang turut berkontribusi besar bagi nama baik daerah, tetapi belum tersentuh apresiasi pemerintah.
“Alhamdulillah, rangkaian peringatan Dirgahayu RI berjalan sukses, tentu salah satunya berkat kerja keras Paskibra. Jadi sangat layak diberikan hadiah, dan itu memang sudah dilakukan Bupati setiap tahun, termasuk tahun ini dengan wisata ke Bali, Blitar, dan Jakarta,” ujar Bambang, Senin (18/8/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski begitu, ia berharap penghargaan juga menyasar pihak lain yang berperan di balik layar, salah satunya para Kasubbag Keuangan dan Analis Keuangan Pusat dan Daerah di seluruh satuan kerja (Satker) Pemkab Lampung Barat.
Menurutnya, peran pejabat struktural bidang keuangan sangat vital, terbukti dengan capaian Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 15 kali berturut-turut yang diraih Pemkab Lampung Barat. Keberhasilan itu, kata Bambang, tidak lepas dari ketekunan dan integritas para Kasubbag dan analis dalam mengawal laporan keuangan daerah.
“Lampung Barat sudah 15 tahun berturut-turut mendapat WTP. Itu tentu hasil kerja keras Kasubbag Keuangan atau Analis Keuangan Pusat dan Daerah. Mereka juga layak diberikan penghargaan,” tegasnya.
Terkait bentuk penghargaan, Bambang menilai tidak harus berupa wisata seperti untuk Paskibra. Bisa saja dalam bentuk piagam sebagai tanda pengakuan, atau program umroh tahunan yang dianggarkan Pemkab Lampung Barat.
“Kinerja mereka kalau dihargai dengan selembar piagam saja sudah sangat berarti. Itu bentuk pengakuan dari Bupati. Atau bisa juga umroh beberapa orang setiap tahun dengan sistem undian khusus bagi mereka,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bambang juga menyoroti program umroh yang dinilainya sudah bergeser dari tujuan awal. Ia menekankan, program tersebut semestinya diperuntukkan bagi ASN berprestasi, tokoh agama, masyarakat, LSM, maupun insan pers yang telah memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Lampung Barat.
“Kalau setiap tahun ada dua porsi untuk Kasubbag dan Analis Keuangan, berarti sudah ada alokasi bagi ASN berprestasi. Itu lebih bermanfaat dibanding kondisi belakangan ini, di mana justru ada satu keluarga yang setiap tahun selalu mendapat jatah,” tandasnya. (*)








